5. Umur Bumi dan Ukuran Carbon

Mengapakah penting untuk mengetahui umur Bumi?

Di sepanjang sejarah Alkitab sampai ke abad 19, hampir semua orang di seluruh dunia percaya bahwa bumi dan alam semesta adalah muda, yaitu di bawah umur 20.000 tahun. Namun dengan munculnya dua teori penting pada abad 19, dunia ilmu pengetahuan dan dunia teologia Gereja telah mengalami suatu revolusi dan tantangan besar berkaitan dengan asal usul kosmos, kehidupan dan umur alam.

  • Tantangan pertama muncul di dunia geologi, yang dinamakan uniformitarianisme dan dipopulerkan oleh Sir Charles Lyell. Lyell mengajarkan bahwa ada kolom geologis yang terdiri dari jutaan lapis tanah dan batu yang diletakkan secara perlahan-lahan selama milyaran tahun satu di atas yang lain secara uniform (seragam/sama persis).
  • Tantangan kedua muncul di dunia biologi, yang dinamakan teori evolusi dan dipopulerkan oleh Dr. Charles Darwin.  Darwin telah mengajarkan bahwa makhluk-makhluk telah mengalami perubahan-perubahan, secara kecil-kecilan, selama milyaran tahun, dari yang sederhana sampai kepada yang rumit, lewat proses seleksi alam. Buktinya, kata Darwin, adalah fosil-fosil yang dapat ditemukan dalam lapisan-lapisan batu di kolom geologis yang menunjukkan perubahan dari spesis satu kepada spesis lain.

Kedua teori pada pertengahan abad 19 itu telah bersama-sama menggoncangkan dunia Gereja yang tidak tahu bagaimana menghadapi dampak dari pengajaran yang menyatakan bahwa semua kehidupan di bumi ada sebagai hasil proses yang terjadi secara acak, secara kimiawi dan biologis tanpa adanya campur tangan Tuhan. Bahkan proses itu telah berlangsung selama milyaran tahun, secara kebetulan, sehingga umur bumi dinyatakan bukan puluhan ribu tahun seperti yang diajarkan dalam Alkitab, melainkan milyaran tahun.

Perlawanan antara falsafah Darwinisme dan Alkitab itu menyebabkan ratusan juta orang Kristen, khususnya kaum muda, meninggalkan imannya. Mereka memilih untuk percaya ilmuwan atheis daripada ilmuwan yang percaya Alkitab. Inilah sebabnya terjadi penghancuran dalam iman Kristiani dan moralitas masyarakat di Dunia Barat selama 100 tahun belakangan ini.

Mengamati seluruh situasi dan sejarah ini, sangatlah penting untuk kita mengetahui umur bumi dan alam semesta yang sebenarnya. Kita melihat bahwa kebenaran Alkitab sedang dipertaruhkan, ditantang dan dilawan. Itu sebabnya, memahami bukti-bukti ilmiah yang sesungguhnya mendukung bahwa bumi adalah muda akan menjadikan pondasi iman kita lebih kuat dan kita bisa mulai merebut kembali jiwa-jiwa yang dibelenggu oleh “orang yang kuat” karena kita di pihak Dia “yang lebih kuat” (Luk. 11:21-22).

Evolusi-Mikro dan Evolusi-Makro

Beberapa bulan depan kita akan memeriksa dengan lebih teliti tentang perbedaan evolusi-mikro dan evolusi-makro, namun penting untuk kita mengerti perbedaannya secara singkat dalam diskusi bulan ini.

Evolusi-mikro adalah perubahan kecil-kecilan berdasarkan kapasitas variasi menurut isi DNA dalam sel-sel kita. Evolusi-mikro muncul secara nyata di mana-mana, misalnya, manusia. Manusia memiliki banyak sekali variasi, suku, corak, warna kulit, mata dan rambut, ukuran ketebalan tulang, tinggi dsb. Namun manusia selalu menghasilkan manusia sebagai keturunannya. Demikian halnya dengan segala jenis (genera) makhluk hidup lainnya. Banyak variasi anjing, tetapi anjing selalu menghasilkan anjing. Banyak variasi kucing, tetapi kucing selalu menghasilkan kucing. Kucing tidak pernah melahirkan anjing atau tikus. Kucing hanya menghasilkan kucing. Inilah evolusi-mikro. Di seluruh kolom geologis dan catatan fosil, evolusi-mikro sangat nyata sebagaimana dalam dunia nyata masa kini. Evolusi-mikro ini sejalan/konsisten dengan pernyataan Firman Tuhan.

Evolusi-makro adalah falsafah dan teori bahwa dalam jangka waktu yang cukup panjang, atau dengan kata lain, perubahan-perubahan kecil selama milyaran tahun dapat menghasilkan jenis (genera) yang baru. Misalnya, ikan berubah menjadi amfibi (salamander), yang berubah menjadi reptilia (kadal), yang berubah menjadi mamalia (babi), yang berubah menjadi mamalia air (ikan paus). Evolusi-makro tidak pernah diamati ataupun terbukti dalam dunia fosil atau dunia hidup. Evolusi-makro yang biasa disebut evolusi atau Darwinisme sebenarnya hanya ada dalam alam pikiran manusia, yang diwarnai penolakan akan adanya Pribadi Pencipta.

Hukum Probabilitas

Oleh karena paham evolusi-makro hanya dapat diterima jika memang umur bumi adalah sangat-sangat tua (milyaran tahun), maka ilmuwan-ilmuwan yang anti-Allah, anti-Alkitab, harus mencari bukti bahwa bumi adalah tua sekali. Tanpa membuktikan jangka waktu milyaran tahun ini, teori mereka gagal, karena tanpa milyaran tahun proses evolusi yang menghasilkan jenis makhluk hidup yang baru tidak mungkin terjadi. Prof. Chandra Wickramasinghe dan Prof. Sir Fred Hoyle, keduanya pemenang Nobel dalam bidang matematika, berkata bahwa kemungkinan evolusi telah terjadi dalam milyaran tahun adalah sama mungkin seorang buta ditugaskan menemukan bola kecil berwarna kuning di dalam alam semesta yang penuh dengan milyaran bola kecil berwarna putih. Si buta diberi waktu 5 menit saja untuk menemukan satu bola kuning tersebut. Wickramasinghe dan Hoyle juga mengadakan perhitungan tentang kemungkinan satu perubahan sel terjadi (kemungkinan yang dapat membuktikan teori tentang proses seleksi alam dan evolusi-makro) sehingga terjadi perubahan dari satu makhluk kepada makhluk yang lain, dan hasilnya adalah satu dari 1040.000. Apa artinya?

Mari kita lihat angka 10 dengan 40.000 x 0 di belakangnya:
1000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000..........

Ini baru 10100 – harus ada 400x lebih banyak “0” baru lengkap sebagai satu kemungkinan dalam 1040.000! Inilah kemungkinan satu perubahan sel saja, yang setelah jangka waktu sekian lama, menurut teori Darwinisme akan menghasilkan perubahan jenis makhluk hidup. Artinya, untuk satu makhluk berubah dari satu makhluk kepada makhluk yang lain akan diperlukan milyaran perubahan yang masing-masing sama mustahil! Wickramasinghe dan Hoyle, kedua pemenang Nobel itu, menegaskan bahwa tidak ada cukup waktu untuk teori evolusi dapat menghasilkan kehidupan di bumi. Hukum Probabilitas menyatakan bahwa tidak ada kemungkinan yang realistis sedikit pun bagi evolusi untuk dapat menghasilkan kehidupan yang paling sederhana sekalipun, apa lagi makhluk kehidupan yang lebih rumit.

Ternyata manusia akan memerlukan iman luar biasa untuk percaya paham evolusi yang mustahil ini!

Evolusi Memerlukan Milyaran Tahun
Karena segala kemustahilan proses evolusi ini, maka sahabat terdekat paham evolusi-makro adalah waktu, yaitu waktu yang panjang sekali! Oleh karena itu, ilmuwan-ilmuwan anti-Allah dan anti-Alkitab berupaya menghasilkan umur-umur dalam metode penanggalan yang sangat panjang supaya teori mereka dapat diterima. Selalu nyata bahwa usaha mereka adalah anti-Allah dan anti-kebenaran. Rasul Paulus (1Timotius 6:20-21), telah menasihati kita agar menghindari:

“...omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman.”

Paham evolusi-makro adalah salah satu usaha Iblis untuk merusak iman kita supaya kita juga menyimpang dari iman. Syukulah bahwa kebenaran adalah kebenaran dan kita tidak perlu takut terhadap kebenaran. Kebenaran akan memerdekakan kita dan kebenaran dalam ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa bumi adalah muda dan tidak tua. Namun, kita berhadapan dengan tipu daya kuasa kegelapan yang berusaha meyakinkan dunia bahwa bumi ini adalah sangat tua. Mari kita melihat beberapa metode yang dipakai para ilmuwan untuk membuktikan bahwa alam semesta berusia sangat tua bahkan milyaran tahun.

Metode Carbon-14 atau Radiocarbon

Metode yang paling umum dikenal adalah metode Carbon-14 yang biasa ditulis 14C. Metode ini sebenarnya tidak dapat dipakai untuk mengukur umur batu-batuan atau lapisan-lapisan sedimen. Metode 14C hanya dapat dipakai untuk menghitung umur bahan organik mulai dari meninggalnya bahan organik tersebut. Ada beberapa hal yang kita perlu ketahui:

  • 14C terus-menerus diciptakan dalam lapisan atas atmosfer bumi melalui masuknya sinar kosmik 14N (Nitrogen-14). Oleh karenanya ratio 14C dan 14N di atmosfer bumi adalah stabil.
  • Organisme-organisme yang hidup terus-menerus menukarkan zat Carbon dan Nitrogen dengan atmosfer melalui proses bernafas, makan, dan fotosintesis. Selama organisme itu hidup, dia akan memiliki ratio 14C ke 14N yang sama dengan yang ada di atmosfer.
  • Ketika suatu organisme meninggal, 14C merosot kembali menjadi 14N, dengan proses setengah-umur 5.730 tahun, yaitu lamanya 50% bahannya merosot. Dengan mengukur kadar 14C dalam bahan organik yang sudah mati kita dapat menghitung berapa lama organisme itu sudah mati, asalkan tidak ada kontaminasi data.
  • Penanggalan Radiocarbon biasa dikalkulasi dari bahan organik seperti tulang-tulang, gigi, batubara, kayu yang difosilkan, dan kerang-kerang.
  • Karena setengah-umur 14C sangatlah pendek, dan kemungkinan terjadi pencucian bahannya atau pencemaran proses itu sangatlah tinggi, maka ada ilmuwan-ilmuwan yang mengemukakan bahwa metode 14C ini hanya dapat diandalkan untuk bahan organik yang di bawah umur 3.000 tahun.

Penyelidikan oleh berbagai ilmuwan seperti W.F. Libby (Radio Carbon Dating), R. E. Lingenfelter (Reviews of Geophysics, Vol. 1), H. E. Seuss (Journal of Geophysical Research, Vol. 70), V. R. Switzur (Science, Vol. 157) dan  Melvin Cook (Creation Research Society Quarterly, Vol. 5) telah membuktikan bahwa ratio 14C/12C belum mencapai kestabilan (steady-rate) dan sesungguhnya masih meningkat kecepatannya sehingga ukuran lewat 3.000 tahun adalah tidak stabil dan tidak dapat diandalkan. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa untuk kembali kepada saat kadar karbon mencapai nol maka hanya diperlukan waktu 10.000 tahun saja. Artinya proses penghancuran, kematian dan pemerosotan 14C/12C di bumi dengan kuat menunjukkan bahwa tidak pernah terjadi kematian sebelum 10.000 tahun lalu di bumi!! Ini sangat bertentangan dengan paham evolusi-makro, namun justru persis sesuai dengan data yang ada di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa kematian pertama yang terjadi di bumi, yaitu di zaman Adam dan Hawa, adalah sekitar 6.000 tahun lalu.

Roma 5:;12, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”

Kejanggalan perhitungan umur-umur fosil dengan sistem 14C/12C ini terlihat jelas dari contoh berikut ini yang menunjukkan perbedaan umur bila metode-metode yang lain dipakai. Kerangka manusia yang ditemukan di Sunnyvale, California, diperkirakan berumur 70.000 tahun dengan metode aspartic acid racemization (World Archaeology, Vol.7,1975,p.160). Umur itu direvisi pada tahun 1981 ketika metode isotop Uranium-Timah (U-Pb) menghasilkan umur antara 8.300-9.000 tahun (Science, Vol.213, 28 August,1981,p.1003), lalu direvisi kembali pada tahun 1983 dengan menggunakan metode 14C dengan empat contoh dari kerangka yang sama yang menghasilkan umur antara 3.500-5.000 years (Science, Vol.220,17June,1983,p.1271).

Metode 14C justru, akhirnya, lebih meneguhkan kebenaran bahwa catatan sejarah Alkitab adalah metode penghitungan umur yang paling akurat!

Banyak orang tertipu karena penggunaan Metode 14C

Sebelum metode-metode Radiometrik ditemukan dan menjadi populer, metode andalan ilmuwan adalah 14C. Walaupun ilmuwan-ilmuwan sudah tahu bahwa metode itu adalah cacat, namun sistem itu dipakai dengan penyeleksian data yang sangat cermat, sehingga sebenarnya penelitian ini menjadi tidak valid dan tidak dapat dipercaya hasilnya. Semua data yang tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan dibuang dan dianggap cacat, sedangkan hasil yang sesuai dengan apa yang dicari dan diinginkan dikemukakan seolah-olah sudah pasti.

Akibatnya adalah umur-umur muda dibuang dan hanya data umur tua yang dipertahankan. Sistem selektif seperti ini telah menipu banyak sekali orang, hingga mereka yakin bahwa ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa umur-umur fosil, lapisan batu-batuan dsb sudah berumur ratusan juta, bahkan milyaran tahun.

Dulu kita diberitahu bahwa fossil fuel seperti minyak bumi (fosil-fosil makhluk laut) dan batubara (fosil-fosil tanamana darat) adalah hasil proses pembentukan yang memakan waktu selama ratusan juta tahun. Ini adalah salah satu hasil perhitungan 14C yang telah menipu begitu banyak orang selama seratus tahun. Kini kita tahu bahwa minyak dan batubara dapat dibentuk dalam waktu yang sangat pendek, misalnya sampah rumah tangga dapat diproses menjadi minyak yang dipakai dalam alat pemanas rumah. Ilmuwan Inggris, sejak 30 tahun yang lalu dapat mengubah sampah rumah tangga menjadi bahan bakar. “Kami sedang lakukan dalam 10 menit apa yang dikerjakan alam dalam 150 juta tahun”, kata Noel McAuliffe dari Universitas Manchester (Sentinel Star, 2/26/1982).

The Petroleum Exploration Society of Australia Nov.24,1996, hal.6-12 setelah melakukan berbagai uji-coba melaporkan, “Dasarnya – akumulasi dalam jumlah ekonomik dari minyak dan gas dapat dihasilkan dalam ribuan tahun saja dalam lembah sedimenter yang telah mengalami cairan panas selama masa yang sama.” Discover Magazine, 4/6/2006, hal.46 dalam artikel yang berjudul Anything Into Oil menemukan bahwa “isi perut kalkun, bagian-bagian mobil yang hancur, bahkan kotoran wc dapat saja dimasukkan ke dalam ujung yang satu mesin pengolah lalu keluar di ujung yang lain sebagai emas hitam (minyak) ... dua jam kemudian.” Saat ini, hasil olahan semacam ini dinamakan biofuel.

Air Bah penyebab Fosil, Minyak dan Batubara

Kini sudah terbukti bahwa kita tidak memerlukan ratusan ribu atau jutaan tahun untuk menghasilkan kolom geologis dengan fosil-fosilnya, atau minyak dan batubara. Yang lebih menentukan adalah bencana, tekanan, panas dan penguburan dengan mendadak atau dengan cepat sekali. Ada banyak sekali contoh tentang minyak dan batubara yang dihasilkan dalam hanya puluhan tahun saja secara alam.

Suatu pertanyaan penting adalah mekanisme apa yang dapat menguburkan begitu banyak makhluk laut secara mendadak dan bersamaan, sehingga kemudian ditemukan sebagai minyak bumi, dan peristiwa apa yang menguburkan begitu banyak tanaman secara mendadak dan bersamaan, sehingga kemudian ditemukan sebagai batubara? Fenomena itu terjadi secara global di setiap benua. Hanya ada satu peristiwa dalam sejarah bumi yang dapat menghasilkan semuanya itu, dan itulah air bah dan bencana global yang terjadi di zaman Nuh pada 4.500 tahun yang lalu.

Makin banyak hal yang ditemukan dalam ilmu pengetahuan, dan sesungguhnya, ini berarti Alkitab makin terbukti sebagai benar dan tidak salah. Alkitab adalah andalan kita karena isinya sungguh sesuai dengan fakta-fakta ilmu pengetahuan, dan sejarahnya ditulis oleh saksi mata segala peristiwa sejak penciptaan alam semesta hingga hari ini.

Sumber

Bulan lalu kita sudah membahas dunia dinosaurus, dan apakah mungkin ada dinosaurus di bahtera Nuh, juga kemungkinan manusia dan dinosaurus hidup pada zaman yang sama. Dalam pembahasan itu kita sudah melihat yang biasa disebut Kolom Geologis, yang disusun para pendukung faham evolusi dan Darwinisme. Berdasarkan faham evolusi itu, Bumi sudah berumur sekitar 5 milyar tahun sedangkan menurut Alkitab, umur bumi adalah kurang dari 20.000 tahun. Perbedaan ini menjadi tantangan bagi banyak orang karena di sekolah, universitas dan  media massa dikemukakan bahwa alam semesta sudah ada sejak terjadi “big bang” sekitar 20 milyaran tahun yang lalu dan bumi sudah ada sejak 5 milyar tahun yang lalu. Sebaliknya, di Alkitab umur bumi di bawah 20.000 tahun. Adam dan Hawa, kedua manusia pertama, hanya hidup dan jatuh ke dalam dosa 6000 tahun lalu. Bagaimana mungkin mengatasi perbedaan dan kontradiksi itu?

Penyelidikan topik umur alam semesta dan bumi akan kita selidiki dari dua sisi. Pertama, kita bahas bulan ini tentang beberapa bukti umum yang ada di alam kita, dan pada edisi bulan depan, secara khusus kita akan membahas cara-cara penghitungan umur seperti Carbon-14 dan proses-proses Radiometrik.

Dalam artikel bulan ini, kita akan menyelidiki ‘bukti’ umur di alam kita, supaya kita lebih memahami bahwa ada banyak petunjuk atau bukti yang mendukung, bahwa bumi adalah sangat muda. Jawaban masalah ini akan menunjukkan apakah Alkitab benar dan dapat diandalkan sebagai pedoman kehidupan.

Kolom Geologis dan Umur Fosil-fosil menurut Faham Darwinisme

Kita sering mendengar bahwa fosil-fosil telah membuktikan proses evolusi dan umur bumi yang tua. Ternyata yang sebaliknya adalah yang benar. Karena tidak ditemukan fosil-fosil transisi maka faham evolusi memiliki masalah besar untuk menjelaskan teori mereka. Hal kedua, yang menjadi kejutan bagi ilmuwan yang anti Alkitab dan anti Allah sebagai pencipta adalah temuan-temuan fosil-fosil manusia modern yang hidup di zaman Palaeozoik dan Mesozoik yang menurut faham evolusi adalah lapisan-lapisan batu sebelum ada manusia. Jadi bilamana ditemukan fosil-fosil kehidupan manusia di zaman-zaman itu maka faham Darwinisme dan evolusi ambruk total, dan kebenaran Alkitab tentang bumi yang relatif muda diteguhkan kembali. Apa ada bukti seperti itu? Tentu ada!

Berikut, kita akan menyelidiki beberapa proses penghitungan umur alam semesta dan umur bumi yang menunjukkan bahwa semuanya jauh lebih muda dari apa yang biasa kita diberitahukan oleh kaum evolusioner.

Bukti-bukti bahwa Bumi dan Alam Semesta adalah Muda

1. Galaksi-galaksi berputar terlalu cepat

Bintang-bintang di dalam galaksi kita, “The Milky Way”, berputar terlalu cepat sekeliling pusat galaktiknya. Kecepatan berputar juga tidak konsisten. Yang di tengah berputar lebih cepat dari yang di lingkar luar. Kecepatan berputar begitu cepat sehingga dalam waktu hanya 200 juta tahun galaksi “The Milky Way” sudah kehilangan bentuk spiral dan akan punah.

Faham evolusi memerlukan paling sedikit 10 milyar tahun untuk galaksi kita sehingga proses ilmiah ini membuktikan kemustahilan proses evolusi dan umur alam semesta yang diajarkan adalah keliru sekali. Kaum ilmuwan evolusi pun, menyebut masalah ini “dilema pemutaran”.

2. Komet-komet hancur terlalu cepat

Menurut teori evolusi, komet-komet adalah seumur alam semesta kita, yaitu kira-kira 5 milyar tahun. Namun, setiap kali komet-komet mengorbit matahari, sebagian bahannya termakan daya tarik matahari sehingga tak mungkin sebuah komet bisa tahan sampai 100.000 tahun dan menurut observasi ilmuwan-ilmuwan, biasanya kebanyakan komet hanya berumur 10.000 tahun. Sekali lagi fakta ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa alam semesta tidak mungkin setua yang biasa dikemukakan dan sebaliknya adalah sangat muda. Komet yang sangat terkenal yang menakutkan manusia ratusan tahun lalu telah muncul kembali pada tahun 1986 dan sangat mengecewakan karena sudah menjadi begitu kecil sehingga hampir-hampir tidak kelihatan. Mengapa? Karena komet-komet menjadi hancur terlalu cepat dan menunjukkan bahwa alam     semesta adalah sangat muda!

3. Tidak ada cukup sedimen (tanah, lumpur, batu-batuan) di dasar laut

Tiap tahun, air dan angin mengikis sekitar 20 milyar ton tanah dan batu-batuan dari seluruh benua, daratan, pulau hingga terdorong dan tersimpan ke dalam lautan. Bahan-bahan tersebut menambah terus tiap tahun dan terkumpul di atas dasar laut yang terdiri dari batu-batuan dasar Bumi yang terbentuk dari lahar keras. Rata-rata lapisan batu-batuan sedimenter adalah kurang dari 400 meter. Proses subduksi lempeng tektonik menghabiskan 1 milyar ton sehingga 24 milyar ton ditambah tiap tahun. Masalahnya adalah lapisan sedimenter yang ada, dengan kecepatan yang sama masa kini memerlukan 12 juta tahun. Namun, bila dihitung dampak air bah global di zaman Nuh, jumlah sedimentar hanya cukup untuk 5000 tahun saja. Bila bumi sudah berumur 5 milyar tahun seperti yang diyakini teori evolusi, maka tidak ada lautan lagi karena seluruh bumi akan menjadi kolam lumpur global!

4. Tidak cukup sodium (garam) dalam laut

Tiap tahun, sungai-sungai dan air hujan yang mengalir dari daratan mengisi 450 juta ton sodium ke dalam laut. Hanya 27% dari sodium tersebut dihisap keluar dari laut tiap tahun melalui berbagai proses alam. Sisa dari sodium itu tetap di laut dan menambah kepada jumlah yang sudah ada di dalam lautan. Bila dari awal tidak ada sodium di dalam laut, jumlah total sodium di dalam laut hanya berjumlah cukup untuk maksimum kurang dari 42 juta tahun. Karena faham evolusi menuntut umur lautan adalah 3 milyar tahun, maka faham itu memiliki masalah besar sedangkan kalau lautan-lautan itu sudah memiliki umur 100 juta tahun, maka semua kehidupan di laut sudah lama punah. Oleh karena faham evolusi percaya kehidupan mulai di laut, maka ini kembali menjadi masalah besar dan karena hal ini, sekali lagi menunjukkan bahwa Bumi adalah muda.

5. Kawasan Magnetik Bumi merosot terlalu cepat

Dr. Thomas Barnes, profesor ilmu fisika di Universitas Texas, dalam bukunya yang berjudul Origin and Destiny of the Earth’s Magnetic Field menyatakan bahwa kekuatan yang terdapat dalam kawasan magnetik bumi telah diukur dengan seksama lebih dari 135 tahun lamanya dan telah dibuktikan bahwa “setengah umur” kawasan magnetik adalah 1400 tahun. Oleh karena itu, sekitar 20.000 tahun yang lalu kawasan magnetik bumi akan lebih dari bintang magnetik sehingga kehidupan di bumi menjadi mustahil dan dalam 30.000 tahun saja Bumi akan lenyap sebagai uap.

Kini diketahui bahwa kawasan magnetik Bumi merosot dengan faktor 2.7 selama 1000 tahun yang lalu dan fakta ini sangat mendukung pernyataan Alkitab bahwa Bumi adalah muda.

6. Terlalu sedikit Helium dalam atmosfir

Semua jenis penghancuran bahan radioaktif melepaskan gas helium ke udara. Kalau proses penghancuran tersebut telah terjadi selama milyaran tahun, sebagaimana diyakini kaum evolusioner, maka seluruh kehidupan di Bumi akan mati keracunan helium. Dengan memperhitungkan persentasi kecil helium yang bisa lepas dari atmosfir, jumlah helium yang ada masa kini hanyalah 0.05% dari jumlah helium yang akan terkumpul dalam masa 5 milyar tahun. Ini berarti umur atmosfir bumi jauh lebih muda dari perkiraan usia yang yang diyakini oleh kaum evolusioner. Hasil penyelidikan yang diterbitkan di Journal of Geophysical Research menunjukkan bahwa helium dalam batu-batu panas belum memiliki cukup waktu untuk keluar dari batu-batu itu. Batu-batu itu diperkirakan berumur satu milyar tahun namun bertahannya helium di dalamnya membuktikan bahwa batu-batu itu sesungguhnya hanyalah ribuan tahun bukan milyaran tahun. Riset dari Dr. Melvin Cook (majalah ilmiah Nature, jilid 179, hal.213) beserta Dr. Henry Faul (Nuclear Geology) menunjukkan bahwa jika menilik kadar arus masuknya zat helium ke dalam atmosfir maka umur Bumi harus kurang dari 30.000 tahun.

7. Tidak cukup kuburan atau kerangka dan tengkorak manusia

Ahli-ahli antropolog evolusioner menyatakan bahwa zaman batu telah berlangsung selama, sedikitnya, 100.000 tahun. Pada zaman itu telah hidup manusia Neanderthal dan Cro-magnon. Menurut skenario ilmuwan-ilmuwan itu dan kebiasaan jumlah kelahiran dan kematian sebelum zaman KB dan sebelum zaman kesehatan modern, seorang ibu akan melahirkan 10 anak dan rata-rata 4 akan meninggal dalam tahun pertama. Berdasarkan hal itu dan dengan rata-rata orang meninggal dengan umur 40 tahun, maka akan ada 2500 generasi. Dalam kurun waktu itu seharusnya sudah lahir lebih dari ratusan milyar orang. Ini masalahnya: di manakah mayat-mayatnya? Bumi sudah seharusnya penuh dengan kuburan ratusan milyaran orang di seluruh bumi. Namun hal itu tidak ada. Yang ada hanya cukup untuk sekitar 5000 tahun saja. Perhitungan itu adalah berdasarkan 100.000 tahun saja, apalagi kalau mau dihitung 3 juta tahun yang ilmuwan evolusioner katakan sebagai tahun-tahun proses evolusioner manusia. Dimanakah juga semua mayat kera, kuda, dinosaurus dan lain sebagainya, yang juga seharusnya ratusan milyar. Ketidak beradaan mayat-mayat itu membuktikan bahwa bumi adalah sangat muda.

8. Sejarah manusia adalah terlalu pendek

Semua catatan sejarah termasuk monumen megalitik dan lukisan-lukisan di gua-gua menyatakan bahwa sejarah manusia hanya ada sejak 5000 tahun lalu. Manusia sanggup membangun piramida-piramida dan struktur-struktur ajaib di berbagai tempat. Manusia sanggup mengembangkan bahasa-bahasa yang sangat rumit dan berbeda satu dengan yang lain, namun yang tertua hanya dapat ditemukan muncul 5000 tahun lalu! Mengapa? Karena bumi adalah muda. Manusia adalah muda. Dan proses evolusi ala Darwin sama sekali tidak memberi bukti yang memuaskan tentang teorinya. Yang diberikan adalah hanya filsafah atau agama baru di mana manusia lebih percaya ilmu pengetahuan daripada percaya saksi mata yang hadir waktu penciptaan, yaitu Sang Pencipta.

Dalam artikel bulan ini kita hanya membahas 8 bukti bumi berumur muda, sebenarnya masih ada  daftar yang dimiliki yaitu 150 bukti yang serupa dimana 90% dari semua proses alam menunjukkan bahwa Bumi adalah muda.

Mengapa ada yang mengatakan Bumi terbukti tua?

Salah satu hal yang dikemukakan bahwa bumi adalah tua diambil dari jaraknya bintang-bintang dari Bumi. Memang diketahui bahwa kecepatan terang atau cahaya adalah 300.000 km/detik dan jarak bintang-bintang yang terjauh adalah milyaran tahun cahaya dari Bumi. Maka disimpulkan Bumi adalah tua karena memerlukan milyaran tahun untuk kita dapat melihatnya di Bumi. Mengapa ini bukan masalah?

Pada waktu Tuhan menciptakan bintang-bintang pada Hari ke-4 dalam Minggu Penciptaan, Dia menciptakannya supaya kita dapat melihatnya. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dan berfungsi. Tuhan bukan saja menciptakan bintang-bintang itu, Dia juga menciptakan cahayanya sampai ke Bumi supaya kita dapat melihatnya. Bintang-bintang, bersama matahari dan bulan diciptakan dengan maksud menolong manusia menghitung waktu dan musim-musim.

Perhatikan Kejadian 1:14-15,

“Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.”

Sumber

3. Apa Ada Dinosaurus di Bahtera Nuh

Sebelumnya kita sudah melihat bukti bahwa manusia adalah penciptaan khusus dan tidak berasal dari kera. Semua fosil yang disebut “missing-link” ternyata bukan “missing-link” seperti yang pertama diumumkan di surat-surat kabar tetapi sebagian adalah kera yang sudah punah, sebagian ternyata manusia yang berpenyakit, khususnya yang rawan gizi sehingga ada deformasi (perubahan bentuk, posisi, dan dimensi dari suatu benda) tubuhnya, dan lain adalah rekayasa ilmuwan penipu yang sedang mencari popularitas dengan menunjukkan kejutan-kejutan yang kemudian dinyatakan palsu!

Bulan ini kita menyelidiki faham umum bahwa dinosaurus-dinosaurus punah lebih kurang 65 juta tahun lalu dan bahwa manusia baru mulai berevolusi 3 juta tahun yang lalu. Berdasarkan informasi tersebut adalah mustahil manusia dan dinosaurus telah hidup bersamaan waktu. Tetapi bagaimana kalau ada bukti bahwa manusia dan dinosaurus telah hidup pada zaman yang sama? Kalau benar bahwa manusia dan dinosaurus telah hidup bersama maka teori Darwinisme tentang asal-usul manusia dan dinosaurus dan faham Dr. Charles Lyall, ahli geolog yang mempengaruhi Darwin bahwa umur bumi adalah sangat tua, akan terbukti salah, dan Alkitab akan terbukti benar!

Dalam Alkitab, manusia dan dinosaurus telah hidup bersama!

Pertama kita harus mengetahui dinosaurus, sebenarnya, adalah binatang apa?
Kata dinosaurus berarti "kadal raksasa". Sesungguhnya kata itu diciptakan oleh seorang ilmuwan yang mengartikannya pada tahun 1842 sebagai "kadal besar yang menakutkan". Sebelum tahun 1842 kata-kata yang dipakai di dalam sejarah, legenda, dan lain sebagainya adalah kata  “naga” atau “dragon” untuk menjelaskan reptilia yang besar dan menakutkan. Kini, yang tergolong dinosaurus termasuk berbagai jenis reptilia dari ukuran sekecil ayam sampai reptilia yang lebih besar dari jerapah.

Bukti bahwa Manusia hidup bersamaan dengan Zaman Dinosaurus

Sebagaimana dibahas pada edisi bulan lalu ada banyak bukti dari fosil-fosil yang sudah ditemukan yang menyatakan bahwa kolom geologis menunjukkan kehidupan manusia dari lapisan batu-batuan yang mengandung fosil. Kalau manusia sudah berada pada zaman-zaman itu, maka otomatis manusia sudah hidup bersamaan dengan dinosaurus. Di bawah ini kita akan melihat kolom geologis dan beberapa fosil yang membuktikan manusia ada di zaman dinosaurus dan bahwa dinosaurus ada di zaman modern, yaitu zaman manusia!

1. Pada tahun 1968 di Utah, U.S.A.
Sudah ditemukan jejak kaki manusia yang menginjak dan menghancurkan trilobit-trilobit (sejenis kepiting yang telah punah) yang ditemukan dalam lapis batu Kambrian. Lapisan Kambrian adalah lapisan batu yang tertua yang mengandung fosil-fosil. Bukti keberadaan manusia di lapisan Kambrian menunjukkan, bahkan membuktikan, bahwa dari awal terjadi kematian binatang, manusia sudah hadir! Dalam Roma 5:12, dinyatakan bahwa dosa manusia telah mendahului munculnya kematian di atas bumi dan karena fosil-fosil adalah makhluk yang mati maka pernyataan Rasul Paulus, yang juga adalah sesuai dengan catatan sejarah dalam Kitab Kejadian ternyata dikonfirmasi dengan data dari catatan fosil zaman Kambrian!

2. Di Afrika pada tahun 1972
Richard Leakey, seorang yang percaya evolusi, telah menemukan tengkorak-tengkorak manusia “modern” dari Era Pliocene, jauh sebelum dibayangkan faham evolusi sebagai awal evolusi manusia. Tentang temuan ini Richard Leakey berkata, “Apa yang kami telah temukan sesungguhnya menghapuskan segala sesuatu yang kita sudah diajarkan tentang evolusi manusia, dan saya tidak memiliki apa-apa untuk menggantikannya”, Brainwashed? hal.21. Kehidupan manusia di zaman Pliocene pun menunjukkan manusia hidup sezaman dengan dinosaurus.

3.Di lapisan-lapisan batu di pinggir Sungai Paluxy dekat Glen Rose, Texas, U.S.A.
Jejak kaki manusia dan dinosaurus ditemukan bersama di dalam lapisan batu yang sama, yang membuktikan bahwa manusia dan dinosaurus telah hidup dalam waktu yang bersamaan. Temuan ini sering berhadapan dengan kritikan dan tafsiran-tafsiran bantahan, namun fosil yang dibawa Dr. Clifford Wilson, mantan Direktur Institut Archaeology Australia yang diselidiki Departemen Forensik di Universitas Monash, Melbourne, Australia, menyatakan bahwa jejak kaki tersebut adalah cukup untuk membuktikan bahwa jejak kaki itu dimiliki seorang manusia. Temuan yang serupa juga ditemukan di Rusia.

4. Dinosaurus yang hidup di zaman Ayub dan dicatat di Alkitab
Ternyata di zaman Ayub sedikitnya ada dua jenis dinosaurus yang hidup pada zaman yang sama yang dijelaskan dalam percakapan Tuhan dengan Ayub. Dalam ayat-ayat yang dikutip di bawah saya gunakan dari Alkitab Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari, karena masih mempertahankan kata-kata asli bahasa Ibrani, atau transliterasinya dalam bahasa Indonesia, yaitu behemot dan lewiatan sedangkan Terjemahan Baru lebih cenderung menggunakan penafsiran Darwinisme dan evolusi dan menggunakan kata-kata kuda nil dan buaya yang jelas bukanlah makhluk yang dijelaskan dalam ayat-ayat dalam Kitab Ayub. Kitab Ayub dikenal sebagai kitab tulisan pertama dalam sejarah tulisan Alkitab, yaitu sebelum tulisan Musa. Masa kini, makam Ayub dapat ditemukan 20km ke utara kota Sana’a, ibu kota Yaman, sedikit selatan dari perbatasan Arab Saudi. Dinosaurus yang dijelaskan Ayub adalah makhluk reptilia raksasa yang sangat kuat dengan ekor besar seperti pohon aras. Ini persis sama yang masa kini ditemukan di fosil-fosil dinosaurus. Sebagian dinosaurus ada di darat dan sebagian sering cari makan di air (sungai, danau, laut).

BEHEMOT - Ayub 40:15-19(Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari),

“Perhatikanlah Behemot, si binatang raksasa; seperti engkau, dia pun ciptaan-Ku juga. Rumput-rumput menjadi makanannya, seperti sapi dan lembu biasa. Tetapi amatilah tenaga dalam badannya dan kekuatan pada otot-ototnya! Ia menegakkan ekornya seperti pohon aras, otot-otot pahanya kokoh dan keras. Tulang-tulangnya kuat seperti tembaga, kakinya teguh bagaikan batang-batang baja. Di antara segala makhluk-Ku dialah yang paling menakjubkan; hanya oleh Penciptanya saja ia dapat ditaklukkan!

Dalam Terjemahan Baru kata Behemot diterjemahkan Kuda Nil, tetapi pernahkan Anda melihat ekor kuda nil? Sudah pasti bukan “seperti pohon aras”. Ciri ekor yang besar pada makhluk raksasa “yang paling menakjubkan” hanya kelihatan pada binatang yang masa kini disebut dinosaurus. Ekor kuda nil tidak mungkin dibandingkan dengan pohon besar seperti pohon aras!

Bandingkan ekor dinosaurus dengan ekor kuda nil:

LEWIATAN - Ayub 41:9-34(Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari),

“9 Setiap orang yang melihat Lewiatan, akan menjadi lemah lalu jatuh pingsan. 10 Ia ganas bila dibangunkan dari tidurnya; tak seorang pun berani berdiri di hadapannya. 11 Siapa yang dapat menyerangnya tanpa kena cedera? Di dunia ini tak ada yang sanggup melakukannya. 12 Marilah Kuceritakan tentang anggota badan Lewiatan, tentang kekuatannya dan bentuknya yang tampan. 13 Tak seorang pun dapat mengoyakkan baju luarnya atau menembus baju perang yang dipakainya. 14 Siapa dapat membuka moncongnya yang kuat, berisi gigi-gigi yang dahsyat? 15 Bagai perisai tersusun, itulah punggungnya terlekat rapat, seperti batu kerasnya. 16 Tindih-menindih, terikat erat, sehingga angin pun tak dapat masuk menyelinap. 17 Perisai itu begitu kuat bertautan sehingga tak mungkin diceraikan. 18 Apabila Lewiatan bersin, berpijaran cahaya; matanya berkilau bagai terbitnya sang surya. 19 Lidah api menghambur dari mulutnya; bunga api berpancaran ke mana-mana. 20 Asap mengepul dari dalam hidungnya, seperti asap kayu bakar di bawah belanga. 21 Napasnya menyalakan bara; nyala api keluar dari mulutnya. 22 Tengkuknya demikian kuatnya, sehingga semuanya ketakutan di hadapannya. 23 Tak ada tempat lemah pada kulitnya; tak mungkin pecah karena sekeras baja. ... 32 Ia meninggalkan bekas tapak kaki yang bercahaya, laut diubahnya menjadi buih yang putih warnanya. 33 Di atas bumi tak ada tandingannya; makhluk yang tak kenal takut, itulah dia! 34 Binatang yang paling megah pun dipandangnya hina; di antara segala binatang buas, dialah raja.”

Lewiatan ternyata adalah dinosaurus yang di zaman dulu disebut naga yang dapat mengeluarkan api dan asap dari mulutnya. Sampai hari ini ada kemampuan biologis untuk beberapa binatang untuk melawan musuhnya dengan api. Di darat ada sejenis kumbang yaitu Bombadier yang dapat menembak musuhnya dengan api dan asap yang dihasilkan dari campuran kimia dalam dua ruang dalam badanya. Bila diserang, dia melepaskan kedua jenis kimia itu yang saat ketemu memberi ledakan api dan asap untuk mengalahkan musuhnya. Ada juga sejenis belut yang mengeluarkan tenaga listrik, sejenis api, untuk membunuh musuhnya dan untuk menangkap mangsanya.

Dalam catatan sejarah di Eropa dan Asia ada banyak kisah dan kesaksian tentang naga-naga yang dibunuh manusia, termasuk tentara Iskandar Agung di Yunani. Satu pahlawan sejarah Gereja, Santo George, mengalahkan naga di Perancis sehingga desa itu bertobat dan percaya Yesus. Seorang penjelajah dunia yang sangat terkenal, Marco Polo, telah menceritakan kesaksiannya melihat naga-naga. Di dalam sejarah Cina, naga-naga yang mengeluarkan api sangat luas disaksikan sehingga makhluk itu menjadi suatu simbol bangsa Cina. Memang makhluk-makhluk seperti itu kini sudah punah karena diburu manusia sampai tidak ada lagi. Hal yang sama sudah terjadi dengan banyak binatang lain seperti Harimau Jawa di Indonesia dan Harimau Tasmania di Australia.

Dinosaurus Thailand

Dalam Kuil Angkor, dari 800 tahun yang lalu, ditemukan gambar dinosaurus Stegosaurus antara binatang-binatang lain dalam ukiran-ukiran di temboknya. Kalau dinosaurus sudah punah sejak 60 juta tahun sebelum manusia mulai berevolusi, bagaimana manusia dapat membuat lukisan dan ukiran makhluk tersebut kalau dia belum pernah melihatnya?

Di gua-gua di wilayah suku Aztek di Amerika juga ditemukan lukisan-lukisan dinosaurus yang menunjukkan bahwa manusia pernah melihat berbagai jenis makhluk dinosaurus sehingga dapat disimpulkan bahwa manusia dan dinosaurus hidup bersamaan waktu.

Dinosaurus T-Rex ternyata masih sangat modern

Sejak tahun 1993 telah terjadi semakin banyak penemuan yang menunjukkan bahwa manusia hidup sezaman dengan dinosaurus. Bukti yang terbaru adalah penemuan darah dan DNA di dalam tulang-tulang T-Rex. Secara ilmiah dianggap mustahil ada sisa darah dalam tulang setelah 5000 tahun apalagi 65 juta tahun lebih.

Dr. Mary Schweitzer telah mempresentasikan buktinya dan dunia ilmiah menjadi kacau dan panik. Kalau manusia telah hidup sezaman dengan dinosauraus maka skala hitungan umur bumi, batu-batuan, sedimen-sedimen, fosil-fosil dan sebagainya akan terbukti keliru dan akan menunjukkan bumi adalah relatif muda seperti yang dinyatakan di dalam Alkitab.

Gambar sebelah kiri adalah daging, sum-sum dan darah yang diambil dari fosil T-Rex. Menurut Alkitab, kebanyakan dinosaurus (kecuali dua ekor), seperti halnya binatang-binatang lain dan bahkan manusia (kecuali 8 orang) tewas dalam air bah yang terjadi di zaman Nuh.

Pada zaman Nuh, dia hanya harus memelihara dua ekor dari setiap jenis makhluk, demi melestarikannya dan bukan setiap variasinya. Dia hanya perlu bawa dua jenis anjing dan kucing dsb.

Kejadian 6:19-20,
“Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.”

Hanya makhluk-makhluk yang hidup di air tidak dibawa ke dalam bahtera karena mereka akan dapat selamat di air. Tentu dengan dinosaurus, Nuh hanya membawa dua ekor yang muda, yang kecil, supaya mudah diatur dan mudah diberi makan. Dia tidak perlu membawa yang tua, ganas dan besar!

Kolom Geologis dan Fosil-fosil Bukti Manusia hidup di Zaman Dinosaurus

Gambar-gambar Kolom Geologis adalah standar di mana-mana. Kelemahannya adalah bahwa tidak ada satu tempat di dunia di mana kolom tersebut dapat ditemukan. Namun kami tidak akan menentang perkiraan bahwa sususan dan urutan fosil-fosil adalah kira-kira begitu karena menurut urutan sedimentasi sesudah banjir sedunia di zaman Nuh, proses sedimentasi akan terjadi kira-kira seperti yang digambarkan di atas.

Yang menjadi kejutan bagi ilmu pengetahuan yang anti Alkitab, anti Allah sebagai pencipta adalah temuan-temuan fosil-fosil manusia yang hidup di zaman Palaeozoik dan Mesozoik yang menurut evolusi belum ada manusia. Jadi bilamana ditemukan fosil-fosil kehidupan manusia di zaman-zaman itu maka faham Darwinisme dan evolusi ambruk total, dan kebenaran Alkitab tentang bumi yang relatif muda diteguhkan kembali. Apa ada bukti seperti itu? Tentu ada!

Alat kerja manusia, seperti palu, alat mesin dsb, yang ditemukan dalam batuan Ordovisian sampai Cretasius.

Lapisan Ordovisian adalah lapisan yang dikatakan adalah 450 juta tahun sebelum manusia mulai berevolusi dan Cretasius 130 juta tahun sebelum manusia, menurut faham evolusi. Temuan-temuan ini adalah bukti bahwa manusia hidup bersamaan dengan makhluk-makhluk yang ada sebelum dinosaurus muncul di kolom geologis bahkan hidup di zaman dinosaurus. Semuanya adalah bukti bahwa cara menghitung umur memiliki cacat besar dan cenderung mendukung kisah Alkitab bahwa manusia dan makhluk-makhluk itu hidup bersamaan waktu.

Fosil jari manusia, yang ditemukan dalam batuan Cretasius.

Fosil jari manusia yang ditemukan di pinggir Sungai Paluxy di Texas, USA dalam batuan Cretasius, yaitu zaman dinosaurus. Jangan-jangan manusia ini dimakan T-Rex dan jari ini adalah sisa dari makan siang hari itu!

Kesimpulan
Sebenarnya ada banyak sekali informasi dan bukti lain yang dapat disajikan, tetapi untuk artikel ini sudah cukup sampai di sini. Janganlah kita percaya saja apa yang dikemukakan sebagai “bukti” lewat media populer tanpa kita sendiri membuat penyelidikan fakta-faktanya.

Masa kini ada banyak website yang kita dapat selidiki untuk mencari informasi up-to-date yang disusun oleh ahli-ahli ilmu pengetahuan dari berbagai bangsa dan bidang ilmiah yang mengemukakan kelemahan teori evolusi dan sekaligus bukti-bukti kebenaran Alkitab. Lihat www.creation.com dan www.crev.info sebagai contoh.

Alkitab kita adalah ajaib. Beritanya sempurna dan sanggup menyelamatkan kita. Peganglah kebenaran Firman Tuhan dengan kuat dan jangan ragu-ragu. Bukti ilmiah yang sebenarnya tidak bertentangan dengan Alkitab dan kita mendukung penggalian ilmiah karena semakin banyak yang ditemukan maka makin banyak bukti Alkitab yang ditemukan.

Dr. Jeff Hammond

Sumber

Puncak filsafah Darwinisme adalah keyakinan bahwa akan ditemukan serangkaian “missing link”(mata rantai yang terhilang) yang menunjukkan bahkan membuktikan perubahan-perubahan evolusioner antara nenek-moyang umum manusia dan kera yang akhirnya menghasilkan manusia modern. Tidak ada bidang manapun lainnya yang ada pencarian lebih intensif mencari sebuah “missing-link”.

Siapa bilang ada sesuatu yang “missing” (hilang)?
Untuk mencari sesuatu yang “missing” ada suatu dugaan bahwa memang ada sesuatu yang terhilang. Karena kaum Darwinis atau kaum evolusionis memiliki “iman” bahwa manusia adalah hasil perubahan-perubahan yang kecil-kecilan yang berangsur-angsur terjadi ratusan jutaan kali dari kera sampai manusia, maka mereka juga harus percaya adanya fosil-fosil makhluk-makhluk intermediat yang kini belum ditemukan. Atau dengan kata lain, makhluk yang terhilang! Secara Alkitabiah, tidak ada manusia-kera; tidak ada makhluk intermediat antara kera dan manusia, maka tidak ada, dan tidak pernah ada “mata rantai yang terhilang” atau “makhluk yang terhilang” atau “missing link”! Kalau tidak pernah ada, maka tidak mungkin hilang!
Karena teori evolusi tergantung pada penemuan “missing link” maka ilmuwan-ilmuwan evolusionis sudah berusaha mati-matian untuk menemukan atau, kadang-kadang, menciptakan bukti palsu, demi menjamin dana dukungan untuk risetnya! Secara singkat, gambar berikut ini adalah keyakinan ilmuwan yang tidak ber-Tuhan yang percaya manusia adalah hasil proses alamiah yang terjadi secara kebetulan dan tak terencana!

Masalah yang dihadapi ilmuwan evolusionis adalah tidak adanya “missing link” atau “mata rantai yang terhilang” sehingga skenario sebenarnya adalah fosil-fosil berbagai jenis monyet atau kera dan juga berbagai jenis manusia, tetapi tidak ada mata-rantai di antaranya.

Masalah – bagaimana dari awal sampai akhir?
Apakah keluarga saya hasil evolusi atau hasil penciptaan khusus oleh Allah? Kalau keluarga saya berasal dari kera, dimana buktinya? Dimana rantai perubahan dengan ratusan juta fosil sebagai bukti perubahan-perubahan? Kenapa “mata rantai-mata rantai” ini masih “missing”? Kalau proses evolusi sudah terjadi selama jutaan tahun maka harus ada jutaan fosil sebagai bukti. Kenapa masih disebut “missing”? Jangan-jangan “missing” karena memang tidak pernah ada!
Kini, kita menyelidiki beberapa contoh yang sudah ditemukan sebagai “missing link”. Satu per satu diumumkan sebagai “bukti” evolusi namun setelah beberapa tahun dinyatakan bukan “missing link” tetapi adalah sejenis kera atau ternyata adalah manusia. Mengapa terjadi kebingungan seperti itu? Karena fosil-fosil yang ditemukan biasanya hanya bagian kecil dari makhluk yang ditemukan, misalnya tulang rahang, atau hanya gigi, dan kadang-kadang sebagian tengkorak. Mari kita melihat beberapa yang lebih terkenal.

 

i. Manusia Jawa
Pertama, inilah yang ditemukan: beberapa tulang dan sebagian tengkorak. Dari tulang-tulang ini dibuat gambar menurut imajinasi ilmuwan untuk menghasilkan gambar yang diperkenalkan kepada dunia sebagai “missing link” Manusia Jawa.

Dalam buku ilmiahWeb of Life, hal.687-688, Manusia Jawa, “Pithecanthropos erectus”disebut sebagai bukti evolusi manusia. Kata pithecus berarti “kera” dan kata anthropos berarti “manusia”. Manusia Jawa “ditemukan”oleh seorang doktor medis, Eugene Dubois, pada tahun 1891-2. Dubois telah mengumumkan temuannya sebagai “missing-link”, yaitu “manusia-kera” –namun sebelum kematiannya, Dubois telah mengaku bahwa pengumumannya ternyata keliru sehingga dia katakan bahwa ada kemungkinan bahwa yang dia temukan adalah kera (gibbon) besar.Namun penyelidikan di kemudian hari oleh ahli-ahli palaeontology menghasilkan kesimpulan bahwa yang ditemukan Dubois adalah identik manusia baru, atau lebih tepat, orang Jawa biasa!

ii. Neanderthal Man
Gambar pertama menunjukkan tulang-tulang yang ditemukan, dan gambar kedua adalah gambar yang dibuat oleh ilmuwan-ilmuwan sebagai dugaan wajahnya.

Buku ilmiah, pedoman pendidikan di Australia yang berjudulWeb of Life,hal.689, menjelaskan bahwa manusia Neanderthal “sangat serupa ... manusia modern kecuali lebih pendek, dengan wajah yang menonjol. Berbagai ilmuwan menganggap mereka sebagai “manusia cacat”. Manusia Neanderthal kini, secara umum, diakui demikian -“manusia cacat”- bukan karena evolusi, “tetapi karena dia menderita penyakit rakhitis. Ini disebabkan diet manusia Neanderthal sudah pasti kekurangan Vitamin D”, Science Digest, Vol. 69, hal.35.

iii. Manusia Beijing
Manusia Beijing pertama ditemukan pada tahun 1929 dan lebih banyak lagi ditemukan pada tahun 1933. Awalnya diumumkan sebagai “missing link” yang penting sebagai bukti evolusi manusia. Setelah ditemukan kerangka-kerangka manusia dilapisan batu yang sama, teorinya harus diubah. Kini, fosil-fosil ini dianggap serupa Neanderthal yang mengalami penyakit kekurangan gizi sehingga ada tanda-tanda cacat. Awalnya beberapa tulang ditemukan yang harus direkonstruksi dan dilem bersama. Kemudian para artis ilmuwan menghasilkan gambar dugaan wajahnya.

iv. Manusia Piltdown
Seorang ilmuwan Dr. Charles Dawson telah mengumumkan pada tahun 1912 bahwa dia sudah menemukan suatu “missing link” namun pada tahun 1953 sudah mulai terbukti bahwa ini adalah penipuan belaka. Pada tahun 1941, semua fosilnya, secara misterius telah menghilang sehingga betul-betul menjadi “missing link”. Tulang rahangnya memang dari kera, tetapi giginya dikikis dan diberi warna artifisial untuk menipu ilmuwan-ilmuwan lainnya. Sebenarnya bukan hanya manusia Piltdown, tetapi penipuan lain juga telah dilakukan ilmuwan-ilmuwan yang anti-Allah dan anti-Alkitab. Hal ini telah dicatat dalam British MedicalJournal, Vol. 283, Desember 1981, hal.1673-4. Sayang sekali begitu banyak orang telah ditipu dengan informasi yang diumumkan dengan “berita utama” lalu kemudian ditarik dalam tulisan kecil. Oleh karena itu banyak orang masih menganggap contoh-contoh penipuan tersebut sebagai bukti evolusi.

v. Manusia Nebraska
Fosil-fosil Manusia Nebraska ditemukan pada tahun 1922 dan dipakai sebagai bukti evolusi dalam sidang pengadilan di dalam perkara yang terkenal di Sidang Pengadilan Tennessee pada tahun 1925. Ternyata bahwa fosilnya hanya sebuah gigi. Dari gigi diimajinasi tulang rahang. Dari tulang rahang diimajinasi tengkorak dan dari tengkorak diimajinasi manusia Nebraska. Beberapa tahun kemudian ditemukan bahwa gigi-gigi tersebut adalah gigi babi saja!
Masalah yang selalu dihadapi oleh orang-orang percaya adalah fakta kita ingin percaya integritas ilmuwan, namun berulang kali terjadi penipuan dan manipulasi demi membuktikan teorinya. Mengapa? Karena mereka tidak percaya adanya Tuhan maka mereka mencari “cerita” yang mendukung keyakinanya dan sayang sekali begitu banyak terjerat di dalam tipu daya kuasa kegelapan!

vi. Manusia Colorado
“Missing-link” ini yang juga direkostruksi dari sebuah gigi dan diumumkan sebagai bukti manusia-kera, namun akhirnya ditemukan bahwa gigi tersebut berasal dari seekor kuda.

vii. Ramapithecus
Awalnya dinyatakan sebagai “missing link” manusia-kera tetapi kemudian terbukti adalah fosil sejenis kera yang sudah punah. Ramapithecus sama sekali bukanlah manusia, bahkan bukan setengah manusia, melainkan 100% kera sebagaimana dilaporkan Scientific American, Vol. 226, p.101: Ramapithecus “rupanya adalah kera–secara morfologi, ecologi dan dalam tingkah lakunya”.

viii. Australopithecus
Kata Australopithecus mempunyai arti “kera selatan”. Serupa Ramapithecus, ini adalah sejenis kera yang kini sudah punah. Dia telah memiliki otak serupa kera, kelihatan seperti kera, berjalan seperti kera namun telah memiliki gigi lebih serupa gigi manusia. Namun, hari ini ada sejenis kera Baboon di Ethiopia yang memiliki tulang rahang dan gigi serupa Australopithecus dan Ramapithecus. Akhirnya terbukti bukan “missing link” seperti semula dipromosikan.

ix. Manusia Cro-Magnon
Manusia Cro-magnon telah mendiami benua Eropa dan telah memiliki kapasitas ruang otak lebih besar daripada manusia modern.Umumnya, manusia Cro-Magnon dianggap sebagai manusia yang lebih tinggi dari yang umum dan mungkin tingginya serupa pemain-pemain basket di USA.Kalau ada manusia Cro-Magnon berjalan di jalan-jalan kota Eropa hari ini, dia hanya akan dianggap sebagai manusia biasa, hanya manusia yang agak tinggi.Manusia Cro-Magnon bukanlah bukti evolusi manusia, justru sebaliknya, yaitu bahwa keadaan manusia masa kini adalah inferior dengan manusia masa lampau!

x. Kenyapithecus
Fosil-fosil yang ditemukan Dr. Leakey di Kenya pada tahun 1961 dan dinyatakan sebagai temuan yang paling signifikan “missing link” untuk dasar evolusi manusia yang diberi umur 15 juta tahun. Namun, dalam temuan-temuan di 70 lokasi penggalian yang menghasilkan lebih dari 180 spesimen telah menghancurkan teori Kenyapithecus sebagai “missing-link”. Kini diyakini bahwa Kenyapithecus adalah sejenis kera gorilla atau orangutan, The Age, p.8, 23 Nov., 1984.
Dari contoh-contoh ini, dan banyak lainnya, fosil-fosil yang ditemukan ternyata membuktikan bahwa manusia adalah manusia, dan kera adalah kera. Tidak ada fosil yang setengah manusia dan setengah kera. Kedua makhluk itu adalah beda dan terpisah. Tidak ada manusia-kera.

BUKTI KUAT BAHWA MANUSIA BUKAN KETURUNAN KERA
Selain fosil-fosil itu ada bukti-bukti modern lain yang menunjukkan bahwa mustahil bahwa manusia adalah keturunan dari kera. Bukti-bukti ini adalah temuan kerangka manusia modern yang ternyata lebih tua dari fosil-fosil kera-kera yang dulu dikemukakan sebagai manusia-kera!!
1. Pada tahun 1968 di Utah, U.S.A. –Sudah ditemukan jejak kaki manusia yang menginjak dan menghancurkan trilobit-trilobit (sejenis kepiting yang punah) yang ditemukan dalam lapis batu CAMBRIAN – yang adalah lapisan batu tertua yang mengandung fosil-fosil sehingga ada bukti bahwa pada waktu pertama ada binatang-binatang mati, manusia sudah hadir! Ini adalah persis sama yang kita baca dalam Kitab Kejadian dan SuratRoma 5:12, bahwa dosa manusia telah mendahului munculnya kematian di atas bumi!!
2. Di Africa pada tahun 1972 - Richard Leakey, seorang yang percaya evolusi, telah menemukan tengkorak-tengkorak “modern” dari Era Pliocene, jauh sebelum dibayangkan faham evolusi sebagai awal evolusi manusia. Tentang temuan ini Richard Leakey berkata, “Apa yang kami telah temukan sesungguhnya menghapuskan segala sesuatu yang sudah diajarkan tentang evolusi manusia, dan saya tidak memiliki apa-apa untuk menggantikannya”, Brainwashed? hal.21.
3. Di Bacinello, Italia pada tanggal 2 Agustus, 1958,- ditemukan manusia “Oreophithecus” dan diberi umur 10 juta tahun. Jadi, manusia modern ternyata lebih tua daripada apa yang disebut “missing link”! Perhatikan catatan dalam bukuWeb of Life,hal.691.
4. Di lapisan-lapisan batu di pinggir Sungai Paluxy dekat Glen Rose, Texas, U.S.A. –Jejak kaki manusia dan dinosaurus ditemukan bersama di dalam lapisan batu yang sama yang membuktikan bahwa manusia dan dinosaurus telah hidup dalam bersamaan waktu.

Sumber

1. Apakah Kita Keturunan Monyet

Kita sering membaca atau mendengar di media televisi, radio, internet, surat kabar dan lain-lain, bahwa manusia sudah mulai berevolusi dari sejenis monyet lebih kurang 3 juta tahun yang lalu.

Biasanya, pemberita informasi seperti itu, sangat percaya beritanya dan dengan sangat semangat serta meyakinkan, menceritakan riwayat keturunan manusia itu seolah-olah adalah fakta yang sudah terbukti dan tak terbantah lagi. Dalam seri ini, pada tulisan seri ALKITAB dan ILMU PENGETAHUAN, kita akan membahas dan menyelidiki informasi yang dikemukakan itu dan melihat, kalau benar terbukti, ataukah itu hanya merupakan suatu sistem kepercayaan, filsafah atau mungkin juga suatu ilmiah yang sungguh benar. Setiap bulan kita akan melihat beberapa segi pengetahuan dan bukti supaya kita bisa menjawab banyak pertanyaan penting tentang ‘eksistensi’ atau keberadaan kehidupan manusia di atas bumi.
* Apakah kita diciptakan Tuhan atau hanya hasil proses alam yang mengubahkan kehidupan dari batu mati menjadi organisme hidup yang berubah sekian milyar kali hingga akhirnya ada manusia?
* Yang mana terlebih dulu – ayam atau telur?
* Apakah nenek moyang kita adalah monyet?
* Apa benar bumi berumur milyaran tahun? Bagaimana menurut bukti ilmu pengetahuan dan Alkitab?
* Apakah Alkitab benar mencatat kisah sejarah Allah atau hanya dongeng belaka?
* Apakah ada kehidupan setelah kematian?
* Apakah manusia pernah hidup bersama dinosaurus dan apakah ada dinosaurus di bahtera Nuh?
* Bagaimana dengan nabi Yunus? Apa sungguh hidup di dalam ikan paus atau ikan besar?
* Dan banyak pertanyaan yang lain

Mengapakah Topik ini Penting?
160 tahun yang lalu, ada beberapa ilmuwan yang ingin mengetahui apa keberadaan manusia adalah hasil rencana Allah atau hasil proses alamiah tanpa adanya Allah. Dua ilmuwan yang penting di dalam penyelidikan itu adalah Dr. Charles Darwin dalam bidang biologi (ilmu hayat) dan Dr. Charles Lyall dalam bidang geologi (ilmu bumi).
Kedua ilmuwan itu ingin membuktikan bahwa asal usul dan sejarah bumi tidak ada sangkut paut dengan Tuhan. Mereka sudah yakin bahwa segala sesuatu ada, sebagai hasil proses alamiah tanpa perlu adanya Tuhan. Tujuan mereka telah memiliki akibat-akibat yang sangat besar sebagai berikut:
1. Kalau asal usul segala sesuatu adalah proses alam, maka tidak lagi memerlukan Tuhan sebagai pencipta, dan kalau Tuhan bukan pencipta, mungkin tidak ada Tuhan.
2. Kalau kita adalah hasil proses alam, yang telah mulai dengan suatu ledakan besar (big bang) yang menghasilkan alam semesta dengan semua bintang, planet, komet, meteor, asteroid dan sebagainya yang kemudian mendingin dan membatu, maka tidak ada sumber moralitas. Batu-batu di bumi, lewat proses kimia secara kebetulan berubah dari mati menjadi hidup lalu sel-sel sederhana, secara kebetulan, berubah menjadi rumit, dan yang tidak berakal berubah, dengan sendirinya, dan menjadi berakal, dan yang tidak bisa berkembang biak, dengan sendirinya, berubah dan menjadi sanggup berkembang biak. Proses ini terjadi milyaran kali selama milyaran tahun sehingga menghasilkan Anda dan saya! Tuhan tidak lagi diperlukan dan manusia yang berasal dari yang tidak ada, dengan sendirinya menjadi Allah yang sanggup mengendalikan segala sesuatu.
3. Karena proses ini, yang disebut evolusi atau Darwinisme, menuntut bahwa yang lebih kuat menggantikan yang lebih lemah, maka faham ini sangat mendukung rasisme bahwa ras-ras ‘superior’ harus melenyapkan ras-ras yang ‘inferior’. Inilah dasar Adolf Hitlet pada Perang Dunia Ke-2 ingin melenyapkan kaum Yahudi. Inspirasi Hitler adalah bukunya Charles Darwin yang sub-judulnya adalah: The Preservation of Favoured Species (preservasi atau pengawetan jenis-jenis yang terkuat).
4. Kalau bumi sudah milyaran tahun tuanya dan manusia sudah mulai berevolusi 3 juta tahun yang lalu, maka Alkitab adalah tidak benar dan iman kita sia-sia. Alkitab menyatakan bahwa manusia adalah ciptaan khusus menurut gambar dan rupa Allah sendiri, dan bahwa penciptaan langit dan bumi telah terjadi lebih kurang 17.000 tahun lalu. Di sini terjadi tabrakan dua filsafah yang sangat menentukan pola iman dan dasar moralitas dalam kehidupan manusia. Kalau filsafah bahwa kita adalah hasil kebetulan dari alam semesta, maka Alkitab adalah omong kosong dan kita menipu diri sendiri kalau percaya Alkitab. Kalau Alkitab adalah benar, dan kita adalah hasil ajaib dan khusus dari Tuhan, di mana buktinya dan bagaimana kita bisa rekonsiliasi apa yang diajarkan sains dengan apa yang diajarkan Alkitab?
Dalam seri ini, saya akan menunjukkan untuk kita ketahui dan sadari, bahwa Ilmu Pengetahuan yang sebenarnya sangat mendukung kebenaran Alkitab dan bahwa kita bukan akibat proses alam tetapi kita adalah hasil mulia dari proses Desain Intelijen (Intelligent Design), yaitu sebagai ciptaan khusus dari Sang Pencipta. Saya yakin seri ini akan membuka mata kita, sehingga melihat keindahan Tuhan dalam ciptaan-Nya dan ketepatan-Nya, dalam semua catatan Firman-Nya.

Dua Filsafah – Dua Sistem Keyakinan
Filsafah pertama dapat saja disebut Darwinisme atau Evolusi

Dr. Charles Darwin sangat tertarik dengan teori uniformitarianisme yang dipopulerkan oleh Dr. Charles Lyall, dimana Lyall telah mengemukakan bahwa semua lapis batu dan tanah, satu di atas yang lain, adalah hasil proses alam selama milyaran tahun, sedikit demi sedikit diletakkan, dan bahwa fosil-fosil yang ditemukan di dalam lapisan itu adalah catatan sejarah. Darwin, dalam bidang biologi, sangat tertarik dengan penjelasan Lyall sehingga dia mengkaitkan umur fosil dan perbedaan spesis sebagai hasil proses perubahan biologis selama milyaran tahun, dan lapisan-lapisan batu adalah catatan sejarahnya. Untuk Lyall, fosil-fosil adalah catatan sejarah yang membuktikan umur batu-batu sedangkan untuk Darwin, lapisan-lapisan batu adalah catatan sejarah yang membuktikan umur fosil-fosil.
Dalam sistem Darwinisme tidak ada perbedaan antara evolusi makro (perubahan dari kelinci ke kuda) dan evolusi mikro (perubahan sesuai genetika sehingga ada banyak jenis anjing, banyak jenis kucing dan sebagainya, tetapi perhatikanlah bahwa anjing tidak pernah menjadi kucing!).
Sistem keyakinan ini, akhirnya, memperkuat faham atheisme, karena untuk penganutnya, membuktikan bahwa kita tidak perlu Allah. Kalau tidak ada Allah, maka tidak ada hukum moralitas, dan manusia hanya bersifat binatang. Akibatnya adalah banyak manusia sekarang lebih senang hidup sebagai binatang dalam moralitas hidupnya. Dengan demikian, Darwinisme menolak konsep penghukuman atas dosa, air bah di zaman Nuh dan kedatangan kembali Yesus. Bandingkan dengan 2 Petrus 3:3-7 dan 1Timotius 6:20-21.

Filsafah kedua disebut Penciptaan Khusus
Dalam filsafah Alkitabiah ada perbedaan besar antara evolusi makro dan evolusi mikro. Evolusi makro adalah keyakinan bahwa satu kelompok jenis besar bisa berangsur-angsur berubah menjadi kelompok jenis yang lain. Misalnya, ikan menjadi amfibi, amfibi menjadi reptilia dan reptilia menjadi burung atau menjadi mamalia. Kita akan melihat bahwa evolusi makro ini sama sekali tidak memiliki pembuktiannya yang benar, baik secara genetika maupun secara fosil dalam ilmu paleontologi.
Sebaliknya, evolusi mikro adalah kenyataan yang kita lihat tiap-tiap hari. Evolusi mikro adalah kapasitas genetika yang kelihatan di alam dan dalam catatan fosil, bahwa setiap spesis atau jenis mampu mengalami perubahan-perubahan kecil sesuai dengan batas genetikanya atau DNA-nya. Contohnya: Manusia bisa banyak variasinya tetapi manusia selalu manusia, apapun dia Afrika, Asia atau Eropa. Monyet dan kera memiliki ratusan variasinya dan dapat berubah sesuai genetikanya tetapi monyet selalu monyet. Sama halnya dengan kucing, anjing, kuda dan semua spesis lain di planet kita. Evolusi mikro tidak bertentangan dengan Alkitab.
Dalam perdebatan antara faham Darwin dan Alkitab, ini adalah salah satu kunci. Darwin mengajarkan evolusi makro namun hanya dapat menggunakan contoh evolusi mikro. Hal ini kita akan bahas dalam edisi-edisi berikut.

Tujuan Akhir Faham Evolusi
Faham Darwin, atau evolusi merupakan suatu serangan terhadap iman Kristen yang sangat penting dan merupakan serangan langsung terhadap Maksud Abadi Allah.
Tujuan akhir dari faham Darwin adalah manusia akan menjadi Allah!
Dalam faham Darwin itu, manusia telah mulai dari “nol besar” dan sedang mengalami perubahan kecil-kecilan yang akhirnya membuat manusia sama dengan Allah atau dengan kata lain, Manusialah yang menjadi pencipta. Manusia yang mengendalikan kehidupan dan menentukan siapa yang hidup dan siapa yang mati (aborsi, euthanasia, dan nanti kematian wajib bagi yang berumur tua atau sakit berat), dan riset medis berusaha melenyapkan semua penyakit, sehingga manusia bisa hidup untuk selama-lamanya. Jadi manusia yang menjadi ‘master of his own destiny’ atau Allah yang menentukan masa depannya. Hal ini sama dengan keinginan Iblis pada waktu pemberontakannya terhadap Allah, Yesaya 14:12-14. Iblis mau menjadi Allah dan mau menipu manusia untuk ingin menjadi Allah, Kejadian 3:1-5.
Tujuan Iblis adalah tipu daya supaya manusia tidak memiliki visi yang benar. Dari semula Allah telah berfirman, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,” Kejadian 1:26. Di dalam Perjanjian Baru ini diungkapkan dalam kita menjadi serupa dengan Kristus, Roma 8:29; 2 Korintus 3:18, dan pada akhirnya, sebagai pemenang-pemenang, kita akan duduk bersama dengan Kristus di dalam takhta Allah, Wahyu 3:21. Iblis mau mencuri berkat ini dari kita dengan menghancurkan iman kita pada Firman Tuhan, dengan menyerang Firman Tuhan seolah-olah Firman Tuhan tidak benar, tidak relevan, kuno dan bohong.

Kesimpulan
Dalam seri ini, kita akan berjuang untuk mempertahankan kebenaran Firman dan menunjukkan bukti-bukti bahwa iman kita bukan sia-sia dan bahwa ilmu pengetahuan adalah sekutu kita dan bukan musuh kita.
Demi mempertahankan kebenaran kita perlu menyelidiki semua bukti yang dikemukakan tentang asal usul kehidupan, umur bumi, lapisan-lapisan sedimen-sediment, fosil-fosil, keberadaan dinosaurus, yang disebut manusia-kera dan banyak hal lain. Kita akan menyelidiki bukti-bukti ilmiah dan Alkitabiah bahwa bumi adalah muda dan tidak tua. Kita akan melihat bukti bahwa kita ada di sini karena desain yang intelijen dan bukan secara kebetulan. Dan kita akan buktikan bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang tetap dapat dipercaya sebagai sumber kebenaran, pedoman dan pengarah kehidupan yang membawa kepastian keselamatan bagi semua orang yang percaya Yesus Kristus adalah Tuhan Allah dan satu-satunya Juruselamat manusia.
Selamat menikmati seri ALKITAB DAN ILMU PENGETAHUAN.

Sumber

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Banyak orang biasanya meremehkan hal – hal atau masalah – masalah kecil dan menganggap hal – hal tersebut tidak penting. Hal ini memang tidak salah, ya sama sekali tidak salah jika kita melihatnya dari sudut pandang dunia. Dunia memang mengajarkan kita demikian, dunia berkata kalau kita bisa sukses dalam perkara – perkara besar, pasti untuk perkara – perkara kecil akan dapat dengan mudah kita selesaikan. Jadi kebanyakan orang berpegang pada cara pandang ini, yaitu dengan terus mengejar kehebatan dalam hal – hal besar, namun untuk setia hal – hal kecil merasa tidak  terlalu perlu.

Tapi kita di sini tidak berbicara bagaimana cara pandang dunia, kita berbicara apa yang dikatakan alkitab. Ayo coba kita cek apa yang dikatakan alkitab.

Lukas 16:10, Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Ya, Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk dapat setia dalam hal – hal kecil, untuk setia dalam perkara – perkara kecil terlebih dahulu sebelum kita dapat setia dalam perkara besar. Orang yang bisa mengatasi perkara besar pastilah dimulai dari hal – hal yang sangat kecil. Dengan kata lain, kualitas seseorang dinilai bukan dari seberapa hebat mereka menyelesaikan masalah yang besar, namun seberapa hebat mereka setia dalam masalah kecil. Semua dimulai dari hal yang kecil terlebih dahulu. Jadi jangan pernah kecewa kalau kita hanya dipercayakan hal – hal yang kecil. Belajarlah untuk setia tentang apapun yang dipercayakan kepada kita.

Tuhan Yesus tidak hanya asal bicara, Tuhan Yesus selama hidupnya setia dalam hal – hal yang paling kecil sekalipun. Misalnya dengan setia berdoa setiap pagi dan setiap malam seperti yang dibahas di Yesus berdoa pada siapa? Doa memang bisa dikatakan sebagai hal yang sangat sederhana dan Yesus setia dalam hal ini. Ada suatu kisah yang dapat meyakinkan kita bagaimana Tuhan Yesus setia dalam hal – hal kecil. Coba kita lihat ayatnya.

Yohanes 20:7, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

Ini adalah sebuah kisah kecil yang sering terlewat oleh kita semua. Di saat kebangkitannya, ternyata Tuhan Yesus tidak meninggalkan kubur dengan begitu saja, Tuhan Yesus setia dalam hal kecil, dalam hal ini adalah merapihkan kain peluh yang ada di kepalanya. Hal ini terbukti bagaimana kain peluh tersebut sudah tergulung.

Sepertinya satu bukti dari kisah di atas tidak akan cukup untuk dapat meyakinkan orang Indonesia. Jadi tenang saja, saya sudah punya kisah lain yang benar – benar menunjukkan bagaimana pentingnya setia dalam hal kecil. Kisah ini cukup panjang, agar lebih mengerti saya akan memberikan seluruh ayat yang berhubungan dengan hal ini saja.

Hakim – Hakim 2:7, Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang. Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi." Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum." Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya."

Di atas adalah kisah bagaimana Allah menyeleksi pasukan yang akan dibawa Gideon untuk berperang melawan orang Midian. Pada mulanya ada 32.000 orang pasukan. Seleksi pertama sangat sederhana, orang yang takut dan gentar diperbolehkan untuk tidak ikut berperang, maka 22.000 orang mundur dan tersisalah 10.000 orang. Ternyata jumlah ini juga masih terlalu banyak, Allah tidak mau Gideon maju dengan banyak pasukan karena Allah mau menunjukkan kuasa-Nya dengan pasukan yang sedikit namun dapat mengalahkan musuh yang sangat banyak. Seleksi kedua pun dilakukan. Apa seleksinya? Ternyata seleksinya sangat teramat sederhana, semua pasukan disuruh minum air dari sungai. Bagaimana cara mereka minumlah yang akan menentukan apakah mereka masuk seleksi atau tidak. Secara singkat, orang yang minum dengan cara sedikit – sedikit (tidak rakus) adalah orang yang dipilih, hanya 300 orang. Inilah orang – orang terbaik pilihan Allah sendiri. Ketiga ratus orang ini dipilih bukan karena gagah perkasa mereka, bukan karena mereka adalah yang paling kuat, namun karena mereka semua adalah orang – orang yang setia dalam hal kecil.

Saya teringat dengan cerita suatu film yang sangat terkenal yaitu “300”. Film ini bercerita bagaimana 300 pasukan Spartan dapat menghabisi beribu – ribu musuh. Leonidas, pemimpin mereka tentu sangat mengenal pasukannya. Leonidas memilih pasukan – pasukan terbaik karena memang Leonidas mengenal mereka semua. Leonidas tentu hanya memilih 300 orang terbaik yang Leonidas kenal adalah pasukan terkuat. Dalam kisah Gideon tadi Allah juga memilih 300 pasukan terbaiknya. Dan seperti dikatakan sebelumnya, 300 orang yang dipilih Allah adalah orang – orang yang setia dalam hal kecil. Jadi masikah kamu meremehkan hal – hal yang kecil?

Terakhir, saya akan mencoba untuk mengupas beberapa contoh hal – hal kecil apa saja yang banyak luput dari perhatian kita. Perlu diperhatikan, contoh – contoh yang disebutkan mungkin saja bisa menjadi tips bagaimana memilih pasangan yang baik (untuk yang belum memiliki pasangan hidup). Kamu juga bisa melihat kualitas hidup dari orang lain dari hal – hal kecil yang mereka lakukan. Dengan mengetahui ini kita juga dapat introspeksi diri apakah kita sudah setia dalam hal kecil atau belum.

Yang pertama adalah masalah yang rohani terlebih dahulu, misalnya dalam beribadah setiap Minggu. Apakah kita setia dalam melakukan ibadah setiap minggunya? Ataukah kita sering melupakannya? Kalau kita datang, apakah kita datang tepat pada waktunya? (Dalam hal ini saya harus bertobat, saya sering datang telat dalam beribadah). Setelah itu ada hal kecil yang sangat penting, apakah kita berfokus pada Tuhan saat beribadah atau membagi fokus kita kepada hal lain? Misalnya membagi fokus kita kepada pesan singkat yang masuk. Sesibuk apapun kita, masakan kita tidak bisa menunda untuk membalas apapun pesan yang masuk itu selama paling lama 2 jam? Jadi jika sedang beribadah, matikan handphone kita. Kalau memang mau dipakai untuk alkitab, pastikan handphone tersebut dalam mode pesawat atau sinyalnya mati. Bawa alkitab dalam bentuk buku agar kita tidak tergoda untuk membuka – buka pesan yang ada di handphone kita. Ini memang hal kecil, tetapi kalau kita tidak setia dalam hal ini, bagaimana kita bisa setia dalam hal yang lebih besar?

Masih masalah yang terlihat rohani, yaitu bagaimana kita berdoa dan bersaat teduh setiap hari. Selain itu kita juga harus dapat setia dalam membaca alkitab setiap hari. Pengenalan kita akan Tuhan tidak akan cukup kita dapatkan dari ibadah setiap Minggu saja, kita perlu mengenal Tuhan setiap hari melalui saat teduh kita. Yang belum tahu apa itu saat teduh bisa baca di Saat Teduh dan untuk yang baru ingin memulai membaca alkitab bisa membaca terlebih dahulu Memulai Membaca Alkitab.

Selanjutnya kita juga harus setia dalam hal – hal kecil yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari – hari yang banyak orang tidak mau melakukannya. Bayangkan jika kita dapat setia dalam hal – hal kecil, maka kualitas hidup kita juga akan meningkat. Salah satu contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya. Untuk hal ini sepertinya tidak perlu diajari ya, hanya perlu kesadaran saja. Hal lainnya adalah taat lalu lintas. Jika kita tidak dapat taat kepada pemerintah yang kelihatan, bagaimana kita dapat taat kepada Tuhan yang tidak kelihatan? Jika kita terkena lampu merah, sesepi apapun jalan, ayo kita mau belajar untuk menunggu. Menunggu lampu merah paling lama mungkin adalah 2 menit, jarang sekali lebih. Jika kita dapat setia dalam menunggu lampu merah yang merupakan hal kecil, kita juga pasti akan bisa setia dalam hal yang lebih besar. Orang yang bisa bersabar secara luar biasa mungkin salah satunya adalah karena orang tersebut mau belajar untuk taat pada lalu lintas.

Sebenarnya masih banyak sekali hal – hal kecil yang dapat kita bahas dalam kehidupan sehari – hari. Tetapi sepertinya tulisan ini sudah terlalu panjang untuk membahas itu semua. Jadi kesimpulannya adalah:

Ketaatan sejati dimulai dari hal – hal kecil.

-N.L.H-

Bagaimana Caranya Bersabar

Pada artikel sebelumnya saya sudah membahas tentang Bolehkah Marah? Inti dari pembahasan sebelumnya adalah:

Yakobus 1:20, sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Kalau mau tau tentang marah seperti apa yang boleh dan yang tidak silakan buka link di atas. Namun pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas tentang bagaimana caranya agar kita dapat bersabar. Pertama – tama tentu kita perlu melihat dasar Firman Tuhan terlebih dahulu.

Amsal 14:17, Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

Amsal 14:29, Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Dari dua ayat di atas, secara singkat dapat kita simpulkan bahwa orang yang panjang sabar adalah orang yang bijaksana dan berpengertian. Sebaliknya, orang yang cepat marah dikatakan sebagai orang bodoh. Jadi kita sudah langsung tahu bagaimana caranya agar bisa sabar, yaitu adalah dengan menjadi bijaksana dan besar pengertiannya. Kurang puas dengan jawabannya? Ok ayo kita bahas bagaimana caranya agar bisa menjadi bijaksana dan berpengertian, dengan kata lain berhikmat.

Amsal 1:7, Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Amsal 2:4-6, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Amsal 9:10, Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Dari ketiga ayat di atas kita dapat memperoleh kesimpulan bahwa segala hikmat, pengetahuan, pengertian, kepandaian, kebijaksaan dan lain semacamnya berasal dari satu sumber, yaitu Tuhan. Dan cara untuk dapat memperoleh itu semua bermula dari “Takut akan Tuhan”. Takut akan Tuhan di sini secara sederhana adalah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya. Tidak cukup hanya dari takut akan Tuhan, kita tidak cukup hanya percaya dan menjadi “Kristen” / Pengikut Kristus, kita juga harus “Mengenal” Dia. Ya, pengenalan akan Tuhan kita, Yesus Kristus adalah hal yang mutlak harus kita miliki agar kita dapat memperoleh hikmat. Kalau masih bingung bagaimana caranya memperoleh pengenalan akan Tuhan kita, mungkin cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan memulai untuk membaca alkitab dan bersaat teduh. Pembahasannya ada di artikel Memulai Membaca Alkitab dan Saat Teduh.

Dari pembahasan yang panjang di atas, secara singkat kita bisa mengetahui bahwa dengan bersaat teduh dan membaca alkitab setiap hari, kita bisa menjadi pribadi yang sabar. Sebenarnya inti dari artikel ini adalah untuk mengajak kita semua membaca alkitab dan bersaat teduh setiap hari. Dengan memperoleh pengenalan baru akan Tuhan kita setiap harinya, sedikit demi sedikit, pribadi kita akan diubahkan menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin lama semakin serupa dengan Tuhan Yesus Kristus.

Saya ingin mengakhiri pembahasan ini dengan kesaksian saya pribadi tentang marah, jika berkenan untuk mendengarkannya silakan lanjutkan membaca, jika tidak juga tidak apa – apa sih karena sebenarnya pembahasannya sudah selesai. Mengingat saya yang dulu, setidaknya pada saat saya masih bersekolah, saya merasa kalau saya adalah anak yang baik, yang patuh terhadap orang tua dan guru. Saya bukan termasuk anak yang suka berbuat ulah di sekolah, saya merasa diri saya baik – baik saja.

Namun dibalik itu semua ternyata pribadi saya sendiri adalah pribadi yang jauh dari kata sabar. Walaupun saya Kristen, beribadah setiap Minggu, cukup mengerti alkitab karena rajin sekolah Minggu, ternyata semua hal tersebut tidak membuat saya menjadi pribadi yang sabar. Mau tau buktinya? Saya mempunyai seorang adik laki – laki yang umurnya terpaut cukup jauh dari saya, berbeda 8 tahun. Pada saat saya ada di kelas 3 SMP, adik laki – laki saya itu duduk di kelas 1 SD. Ada cerita menarik yang mama saya ceritakan di sekolah adik saya. Saat ada pertanyaan pilihan ganda “Saat adik sedang menangis, tindakan seorang kakak terhadap adik adalah? A. Disayang. B. Dibiarkan. C. Dimarahi.” Kita semua tau kalau jawabannya adalah A yaitu kakak harus menyanyangi adik agar adik bisa diam, tetapi ternyata adik saya menjawab C. Ketika adik saya ditanya oleh gurunya mengapa dia menjawab C, adik saya dengan polosnya menjawab “Bu, kalau saya nangis, koko saya malah marahin saya”. Pada saat kejadian itu diceritakan, kami sekeluarga hanya tertawa, saya pun tertawa tanpa merasa bersalah terhadap diri saya sendiri.

Pada saat beranjak SMA pun demikian, saya merasa diri saya hebat dengan pengetahuan alkitab saya yang cukup baik, setidaknya jika dibandingkan dengan teman – teman yang ada di sekolah saya. Sayangnya pengetahuan saya tentang alkitab tidak diimbangi dengan pengenalan saya terhadap Tuhan Yesus. Saya mengetahui banyak tentang alkitab karena saya rajin beribadah setiap Minggu dan sekali – sekali, diulangi ya, sekali – sekali membaca alkitab. Memang kita bisa saja memperoleh pengetahuan dari hal – hal tersebut, namun ternyata jika kita hanya mengandalkan ibadah setiap Minggu dan sekali – sekali membaca alkitab, pengenalan kita akan Tuhan Yesus Kristus tidak akan benar – benar bertumbuh. Hal ini terbukti bahwa ternyata pada saat saya SMA, saya adalah pribadi yang sangat pemarah. Apalagi pada saat saya bangun tidur, orang di rumah saya sampai malas untuk membangunkan saya karena saya bisa sampai mengamuk jika dipaksa bangun. Parahnya, sampai pacar saya waktu itu (ini jangan ditiru, masa SMA tidak boleh pacaran, salah satu penyesalan saya di dalam hidup saya adalah pacaran pada waktu saya SMA) membangunkan saya pun saya marahi dan bahkan saya usir. Hal yang sangat memalukan bukan? Tapi dengan bodohnya saya yang waktu itu tidak pernah menyadari bahwa sikap saya yang seperti itu salah dan perlu diubah.

Barulah pada saat memasuki kuliah saya berada di dalam Kelompok Kecil. Di sana saya dibina dan salah satu hal yang terpenting yang mengubahkan hidup saya sampai sekarang ini adalah pelajaran tentang saat teduh. Dari dulu saya tahu pentingnya saat teduh tetapi saya terus – terusan menolak untuk melakukannya. Saya merasa tidak sempat dengan segala aktivitas saya. Tetapi di perkuliahan dengan aktivitas yang lebih banyak, saya mau belajar untuk bersaat teduh. Memang tidak mudah, saya belajar bersaat teduh dan bisa secara konsisten bersaat teduh selama 2 tahun. Selama 2 tahun saya jatuh bangun dalam melakukan saat teduh. Tetapi ketika saya menjadikan saat teduh sebagai suatu gaya hidup hal salah satu hal yang paling penting yang harus dilakukan setiap hari, hidup saya diubahkan.

Sekarang, saya melihat bahwa diri saya yang dulu itu ternyata bukanlah pribadi yang baik. Dengan pengenalan akan Tuhan yang setiap hari saya dapatkan sedikit demi sedikit melalui saat teduh dan pembacaan alkitab, saya semakin sadar terhadap dosa dan menjadi “jijik” sendiri terhadap diri saya yang dulu yang sering marah – marah dan membentak orang. Saya menjadi sadar sehingga dapat menceritakan hal ini. Saya dapat mengakui dosa – dosa yang dahulu saya lakukan. Jika melihat diri saya sendiri, saya pribadi merasa sangat banyak perubahan yang terjadi. Melalui pengenalan kita kepada Tuhan kita, Yesus Kristus, secara tidak sadar semakin hari kita semakin diubahkan untuk menjadi serupa dengan-Nya.

Tidak bisa dipungkiri, saya masih tetap pribadi yang penuh dosa, masih banyak hal yang saya belum bisa lepaskan. Setidaknya dalam hal bersabar, Tuhan Yesus sudah ubahkan saya. Dulu saya adalah orang yang paling mudah marah, jika ada orang memarahi saya, saya bisa jadi lebih galak lagi, tidak ada apa – apapun saya bisa marah – marah sendiri. Namun ternyata Tuhan Yesus bisa mengubahkan saya. Sekarang saya merasa rugi kalau saya marah karena tenggorokan sakit dan merasa percuma jika saya marah karena dengan marah sesuatu tidak akan pernah menjadi lebih baik.

Jika Tuhan Yesus dapat mengubahkan saya yang adalah tukang marah menjadi pribadi yang lebih sabar, Tuhan Yesus juga bisa mengubah kamu melalui pengenalan akan-Nya.

1 Korintus 13:4a, Kasih itu sabar

-N.L.H-