Terlajur Sayang

“Kak, saya tahu pacaran beda iman itu tidak benar. Saya tahu ayat Alkitab yang bilang gelap dan terang tidak bisa bersatu, tapi pacar saya yang lain agama ini orangnya baik kak, saya berat memutuskan hubungan dengannya. Maunya saya sama yang seiman tapi nggak ada yang bisa ngertiin saya selain dia kak. Saya pernah mencoba putus tapi selalu balik lagi. Saya rasanya tidak bisa hidup tanpa dia. Kayaknya udah terlanjur sayang kak, gimana ya?”

“Kak, saya sedang menjalin hubungan dengan seorang pria, saya lagi bingung kelanjutannya. Hampir tiap hari ada konflik dan bahkan sudah sampai ada kekerasaan secara fisik. Teman dan orang tua sudah sarankan untuk putus aja karena pacar saya ini kalau marah kasar sekali, kata mereka berbahaya kalau sudah menikah, bisa KDRT . Tapi masalahnya, kalo habis konflik berat terus dia datang baikin saya, bilang maaf dan katanya masih sayang sama saya, saya jadi luluh mau menerima dia lagi. Begitu berulang-ulang. Saya kasih kesempatan tapi dia tidak berubah-berubah. Saya mulai frustrasi. Saya ingin putus tapi nggak bisa. Mungkin karena rasa sayang saya ya, sudah terlanjur dalam, jadi susah hilang. Gimana ya, kak? “

Pernah mendengar curhatan seperti ini atau justru sedang mengalaminya? Mengapa walaupun sudah menyadari memiliki hubungan yang tidak sehat, tidak berkualitas, tidak sesuai dengan nilai hidup dan menyakitkan, orang tetap tidak bisa mengambil keputusan untuk keluar dari hubungan tersebut? Apakah alasannya karena benar-benar sangat menyayangi/mencintai pacarnya? Sudah terlanjur sayang?

Dalam proses pengambilan keputusan, termasuk untuk memutuskan hubungan atau tetap bertahan dalam suatu hubungan, orang dipengaruhi oleh pikiran-pikiran yang mendominasi dan menguasai hidupnya (dominant thought). Pikiran-pikiran itu biasanya merupakan pikiran bawah sadar yang sudah terbentuk dari pengalaman hidup dan nilai-nilai yang tertanam sejak masa kecilnya sampai sekarang. Salah satu pengalaman yang akan sangat mempengaruhi adalah pengalaman bersama dengan orang-orang di lingkungan pertama kehidupan seperti dengan keluarga. Kumpulan pikiran tersebut akan membentuk mindset kita dan akan mempengaruhi perilaku dan perasaan kita.

Dalam contoh kasus diatas sebenarnya penyebabnya bukan semata-mata kita sudah terlanjur sayang dengan seseorang, namun kita sudah mengalami fase hubungan yang mengikat atau kecanduan (addictive relationship) yang dibungkus oleh perasaan sayang (menurut kita), bukan kasih sayang yang murni. Fase ini merampas kebebasan kita dalam membuat keputusan, mengekang kita untuk menjadi diri sendiri, merenggut kebebasan kita untuk mencintai seseorang melalui pilihan tetapi lebih karena ketergantungan.

Berikut ini ada contoh 6 pemikiran yang membuat seseorang sulit memutuskan hubungan dengan pacarnya walaupun ia sadar bahwa ia berada dalam hubungan yang buruk. Pikiran-pikiran ini jika tertanam secara mendalam bisa menyebabkan kita mengalami addictive relationship. Pikiran ini bisa disadari oleh orang itu, namun juga tidak disadari karena ada di dalam bawah sadarnya yang tertutup oleh hal-hal yang di permukaan.
1. Saya tidak akan menemukan orang yang lebih baik
Pikiran ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki rasa keberhargaan diri (self esteem) yang rendah. Jika dihubungkan dengan pengalaman masa lalu, kemungkinan ia kurang mendapat kasih sayang dari orang tua atau orang-orang di kehidupan awalnya. Ia merasa tidak cukup menarik, tidak cukup dapat membuat orang lain jatuh cinta kepadanya. Maka, ia cenderung mempertahankan hubungan dengan pacarnya sekarang, walaupun menyakitkan.

2. Saya tidak ingin sendiri/takut kesepian
Ada orang yang merasa takut jika hidup sendiri. Ia akan merasa kesepian bila tidak ada orang di sampingnya. Ia juga takut sendiri karena tidak terdidik untuk mandiri, termasuk untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Atau, orang tidak ingin hidup sendiri karena takut dicap sebagai perawan atau perjaka tua serta dinilai tidak normal oleh masyarakat.

3. Saya ingin dinilai baik oleh lingkungan sosial
Keinginan untuk mendapat penerimaan dari lingkungan sosial membuat kita melakukan hal yang secara sosial dijadikan nilai yang harus diikuti. Walaupun belum tentu benar dan tidak sesuai ajaran firman Tuhan, namun bila hal tersebut telah melekat di pikiran kita maka kita seolah-olah akan “ditetapkan” untuk tidak memutuskan hubungan yang buruk. Contohnya seperti “kita gagal jika kita mengakhiri hubungan”, “cinta itu selamanya”, “kita harus punya pasangan hidup”, “kita tidak boleh menyakiti siapapun”, “kita tidak akan bahagia hidup sendiri”, dan lain-lain.

4. Pacar saya akan berubah
Seseorang bisa berada dalam harapan dan khayalan bahwa pacarnya yang berperilaku buruk suatu saat akan berubah menjadi baik. Ia bahkan akan menekankan pada dirinya sendiri untuk bersabar dan berperilaku lebih baik kepada pacarnya agar pacarnya dapat berubah. Ia mengabaikan penjelasan bahwa perilaku adalah hal yang sulit dirubah apalagi bila sudah menjadi karakter dan kebiasaan. Perilaku yang buruk biasanya juga akan bertambah buruk seiring dengan semakin dalamnya suatu hubungan.

5. Pacar saya membutuhkan saya
Pada dasarnya orang senang dibutuhkan, apalagi wanita, yang secara alamiah senang memperhatikan orang lain. Wanita cenderung akan merasa berharga bila pacarnya menunjukkan kebutuhan yang tinggi akan peran dan perhatiannya. Sehingga, ia pun bersedia berkorban untuk itu. Padahal wanita yang terlalu memberi perhatian kepada pacarnya biasanya sebenarnya justru adalah wanita yang terlalu membutuhkan perhatian. Ia memiliki ketergantungan emosi dengan pacarnya sehingga berusaha mengikat pacarnya dengan perhatiannya. Ada juga pemikiran bahwa ia tidak tidak bisa putus dengan pacarnya karena khawatir pacarnya akan lebih buruk bila ia tidak mendampinginya.

6. Saya membutuhkan pacar saya
Ada orang-orang yang mempertahankan hubungan walaupun buruk secara emosional karena ia melihat hal-hal lain yang ia pikir bisa didapat dari pasangannya, seperti kebutuhan materi, seks, status sosial, dan lain-lain. Ia memiliki pemikiran bahwa hal-hal itu dapat memberinya kebahagiaan, sehingga walaupun hubungan berjalan dengan buruk, ia tidak mau melepaskan hubungan itu, karena khawatir kehilangan semua hal yang ia butuhkan itu.

Bagaimana jika Anda mengalami semua ini? Apa langkah-langkah yang perlu dilakukan agar Anda dapat mengambil keputusan untuk keluar dari hubungan yang buruk dan tidak sehat ini?
1. Temukan pikiran-pikiran utama (dominan thought) yang mendasari Anda mempertahankan hubungan yang tidak sehat atau menyakitkan tersebut. Anda perlu mencari dan merenungkannya karena hal tersebut terletak di dasar pikiran, di alam bawah sadar. Anda dapat meminta bantuan dari orang yang dapat dipercaya untuk menggalinya, termasuk bila perlu, seorang psikolog atau psikiater yang tepat.

2. Akui pikiran-pikiran yang salah yang telah mempengaruhi perilaku dan perasaan Anda. Selanjutnya, ganti pikiran yang lama dengan pikiran baru dan benar, yaitu pikiran Kristus, pikiran yang sesuai dengan firman Tuhan. Mulai dari membaca dan mendengar firman Tuhan. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Rm. 10:17). Firman yang kita dengar dan baca tidak boleh hanya berhenti di titik logos (pengetahuan) saja, tapi harus direnungkan dan dipraktekkan sampai menjadi rhema (pewahyuan pribadi) dan masuk ke pikiran bawah sadar. Bila hal ini telah terjadi dengan sendirinya pikiran dan perasaan Anda akan berubah sesuai firman Tuhan.

3. Jangan berfokus pada perasaan saja: ingin memaklumi, mengatasi dan menghilangkan perasaan. Paradoksnya adalah, semakin kita berusaha untuk menghilangkan atau melupakan justru semakin kuat perasaan itu akan muncul dan mengaburkan kebenaran yang ingin kita dapatnya. Fokuslah untuk mengisi pikiran bawah sadar Anda dengan pikiran-pikiran firman Tuhan sampai menjadi rhema.

4. Terbukalah terhadap pendapat dan saran dari orang-orang yang Anda tahu memiliki kebijaksanaan dan kedewasaan rohani. Jika belum memiliki orang-orang semacam ini, cari dan mintalah mereka untuk menolong Anda. Jadikan semua masukan itu sebagai tambahan isi pikiran kita, supaya kita juga memiliki kebijaksanaan untuk mengambil keputusan yang benar.

5. Sadari bahwa Anda adalah ciptaan yang baru. Rasul Paulus dalam Roma 7:19 berkata, “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” Bukan hanya Anda yang mengalami pergumulan untuk melepaskan pikiran bawah sadar yang negatif atau merusak, Paulus pun juga mengalaminya. Namun, Paulus bisa menang dengan menyadari bahwa ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang (2 Kor. 15). Paulus juga senantiasa mengalami pembaharuan pikiran (Rm. 12:2) sampai pada satu titik di mana ia bisa mempunyai kehendak yang kuat yang berkenan di hadapan Tuhan. Ketika kita sudah mulai mendapat pikiran baru yang sesuai dengan pikiran Kristus, yang bertentangan dengan pikiran yang selama ini mencengkram kita, kita akan mulai dapat berpikir lebih rasional sehingga kita lebih memiliki daya untuk memutuskan hubungan yang tidak sehat.

6. Putuskan hubungan yang buruk itu. Memang bagaimanapun situasinya, ini bukan hal yang mudah karena sudah menyangkut perasaan/hati serta sudah tertanam lama di diri Anda. Dalam prosesnya Anda memang akan merasa sedih, marah, takut, bimbang, dan lain-lain yang bercampur-aduk. Terima perasaan itu dan sediakan waktu bagi diri sendiri juga untuk berpindah dari perasaan sebelumnya ke perasaan yang baru, seiring dengan bertambahnya pikiran baru dalam diri Anda. Prosesnya dapat terasa lambat dan menyakitkan, namun bila Anda mengambil keputusan yang benar, hidup Anda akan menjadi lebih baik.

7. Miliki teman-teman dan sahabat yang bisa menolong dan mendampingi Anda dalam menghadapi masalah. Masuklah dalam komunitas sejati yang orang-orangnya juga mengasihi Tuhan, yang ingin hidup Anda lebih baik. Anda akan lebih kuat menghadapinya.

8. Miliki iman bahwa di dalam Tuhan Anda tidak akan dikecewakan. Menyenangkan hati Tuhan harus menjadi fokus dan kerinduan Anda. Dengan melepaskan hubungan yang buruk, Anda terbebas dari beban untuk mengurusi hal-hal yang sia-sia, dan bisa berfokus untuk membangun hidup Anda menuju panggilan yang Tuhan sediakan.

 
Heppida Sinaga, Psi dan Antonius Kurniawan ST

Sumber

Jika Dosa dan Pahala Ditimbang

Banyak orang percaya kalau saat hari penghakiman nanti dosa dan pahala kita akan ditimbang. Jika pahala kita lebih banyak, maka kita akan masuk surga. Sebaliknya, jika dosa kita lebih banyak, maka kita akan masuk neraka. Sepertinya saya sudah tidak perlu lagi menjelaskan apa itu palaha dan dosa, begitu juga dengan surga dan neraka, karena anak SD juga pasti sudah tahu akan hal ini.

Yang jadi permasalahannya adalah, jika memang dosa dan pahala kita nanti ditimbang, mungkinkah kita bisa masuk surga? Berbicara mengenai pahala, sepertinya kita tidak perlu membahas banyak tentang hal ini karena biasanya kalau soal pahala, hampir semua orang mengingat apa yang sudah dia lakukan, apalagi yang mencari pahala untuk bisa masuk surga.

Masalahnya adalah mengenai dosa. Banyak orang mengira bahwa dosa terbatas pada hal – hal seperti mencuri, membunuh, dan bahkan menyembah berhala. Tetapi banyak orang sering lupa tentang hal – hal kecil yang juga adalah dosa.

Roma 3:23, Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Alkitab mengatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Ya memang kenyataannya demikian, apakah ada yang tidak pernah berbuat dosa? Jika Anda merasa tidak pernah berbuat dosa, ayo kita merenungkan hal – hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Membajak karya orang lain, termasuk membajak DVD adalah dosa, jadi seharusnya yang membeli DVD bajakan juga berdosa. Apakah ada di sini yang tidak pernah membeli DVD bajakan? Kalau memang ada, ayo kita merenungkan hal yang lain. Bagaimana dengan foto copy buku pelajaran, apakah ini dosa? Memakai pakaian, tas, sepatu, atau apapun yang merupakan barang KW, apakah ini dosa? Yang sedang melihat ini di komputer atau laptopnya, apakah semua softwarenya adalah asli? Bukankah memakai software bajakan juga adalah dosa? Untuk yang suka berkendara, baik itu motor maupun mobil, seberapa sering kita melanggar lalu lintas? Bukankah melanggar lalu lintas adalah dosa? Seberapa sering kita seenaknya membuang sampah sembarangan? Oke tidak masalah jika Anda bilang hal ini tidak dosa, saya tidak akan berdebat di sini.

Kita hidup di dunia yang sudah tercemar oleh dosa, mau tidak mau kita juga akan hidup di dalam dosa. Dunia memaksa kita untuk menuruti nafsu dan kemauan kita. Dimana ada hawa nafsu yang mementingkan diri sendiri, di situ pasti ada dosa. Masih banyak hal di kehidupan kita sehari – hari yang sebenarnya adalah dosa, namun karena dunia ini sudah sangat salah, hal – hal tersebut dianggap wajar dan sah – sah saja. Contoh yang paling sederhana adalah memanggil orang lain dengan sebutan kasar, yang biasanya membawa – bawa makhluk yang dari kebun binatang. Banyak orang menganggap hal ini adalah hal sepele yang bukanlah dosa, tetapi apakah benar menyamakan makhluk ciptaan Allah yang sempurna dengan sebutan makhluk lain dari kebun binatang tidak dosa?

Al-Quran tentunya sangat rinci membahas tentang apa itu dosa, namun saya tidak mempunyai pengetahuan yang cukup untuk membahas dosa yang dibahas oleh Al-Quran, tetapi saya yakin standard dosa dalam Al-Quran sangatlah tinggi. Kalau memang tidak demikian, tolong segera beritahu saya. Namun kalau bicara soal dosa di dalam Alkitab, saya sangat tahu bahwa standard dosa di dalam Alkitab sangatlah tinggi. Kalau dibahas satu semuanya akan sangat panjang, oleh karena itu saya akan mencoba membahas dua ayat saja.

Matius 5:27-28, Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Jika kita berpegang pada ayat ini, maka hampir bisa dipastikan semua orang normal pernah setidaknya satu kali berzinah, walaupun berzinah di dalam hati. Saya adalah seorang laki – laki, sudah tidak terhitung berapa kali saya berzinah dengan mata dan hati saya. Bagaimana dengan Anda? Standard Alkitab sangat tinggi, perzinahan bukan hanya dinilai dari apa yang sudah dilakukan, tetapi juga apa yang dipikirkan dan apa yang muncul di dalam hati.

Yakobus 4:17, Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Menurut Alkitab, dosa bukan hanya jika kita melakukan hal buruk yang bertentangan dengan Firman Allah. Saat kita tidak melakukan apa – apa pun, kita juga bisa berdosa. Ketika kita tahu bagaimana harus berbuat baik, tetapi kita tidak melakukan apa – apa dan hanya diam saja, kita sudah termasuk melakukan dosa. Jika kita berlandaskan pada standard yang ada di Alkitab, orang yang pergi bertapa tanpa melakukan apapun sebenarnya sudah berdosa, karena pasti mereka tahu kalau mereka harus juga berbuat baik pada orang lain

Jadi kita tahu, kita hidup pada dunia yang dipenuhi oleh dosa, apakah masih ada orang yang pahalanya lebih banyak daripada dosanya di dunia ini? Pendapat saya pribadi adalah TIDAK! Hidup sebaik apapun kita, kita akan tetap terus terperangkap di dalam dosa karena daging kita ini sangat lemah. Kedagingan kita akan terus ingin melakukan dosa. Bagaimana selanjutnya?

Roma 6:23, Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Ya, upah dosa adalah MAUT! Saat kita melalukan dosa, kita akan masuk ke alam maut. Jika tidak mengerti apa itu alam maut, singkatnya ini adalah kematian yang kekal di dalam neraka. Jadi bagaimana agar kita bisa selamat? Silakan baca pembahasan yang sudah ada sebelumnya di Memperoleh Keselamatan Kekal. Jadi, masihkah kita berpikiran bahwa pahala kita lebih besar daripada dosa yang kita lakukan?

-N.L.H-

Bolehkah Bersumpah

Dengan berbagai alasan, banyak sekali orang yang sering mengucapkan sumpah. Bahkan tidak jarang kalau ada orang yang sebentar sebentar mengucapkan sumpah. Lalu apa kata alkitab tentang bersumpah? Seperti biasa, kita harus melihat dasar Firman Tuhan terlebih dahulu.

Matius 6:33-37, Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Pada pembahasan kali ini saya mencoba untuk membahasnya dari satu kutipan Firman Tuhan yang sudah sangat jelas mengatakan tentang hal bersumpah. Janganlah sekali – kali kita mengucapkan sumpah karena alkitab sudah jelas mengatakan bahwa kita harus berkata apa adanya tanpa embel – embel apapun. Jika ya, kita katakan ya, jika tidak, kita katakan tidak. Kita harus senantiasa berkata jujur tanpa harus bersumpah. Hukum taurat memang berkata bahwa kita tidak boleh bersumpah palsu, tetapi Tuhan Yesus mengajarkan hukum yang lebih tinggi, yang seperti dikatakan pada ayat di atas. Jika kita sampai harus mengucapkan sumpah, berarti ada yang salah dengan hidup kita.

Kenapa saya katakan bahwa Tuhan Yesus mengajarkan hukum yang lebih tinggi? Dan kenapa juga saya katakan bahwa jika kita sampai harus bersumpah berarti ada yang salah dengan hidup kita? Jawabannya sederhana, mengapa orang harus bersumpah? Ya, jawabannya adalah agar mendapat kepercayaan. Orang apa yang harus mendapatkan kepercayaan? YA, ORANG YANG TIDAK BISA DIPERCAYA! Jika kita sudah mendapatkan kepercayaan sebelumnya, maka kita tidak perlu bersumpah. Inilah yang saya maksud dengan hukum yang lebih tinggi. Tuhan Yesus mengajarkan kita tentang pentingnya kejujuran. Hanya orang jujur yang selalu dipercaya. Orang yang sudah “dicap” jujur tentunya tidak akan perlu sampai mengucapkan sumpah. Jadi sekali lagi, kita tidak perlu bersumpah. Jika kita sampai harus merasa perlu untuk mengucapkan sumpah, berarti ada yang salah dengan cara hidup kita sebelumnya. Kita harus introspeksi diri mengapa kita sampai tidak dipercaya.

Salah satu penyebab orang tidak dipercaya adalah karena terlalu sering bercanda dengan membawa kebohongan. Tentu saja saya tidak bilang bercanda itu buruk. Bercanda sangat baik karena kita bisa membuat orang lain tertawa. Tetapi kalau kita harus sampai bohong hanya untuk bercanda, itu sama sekali tidak dibenarkan. Mungkin masih ada yang tidak mengerti tentang bercanda dengan membawa kebohongan, maka saya akan beri contohnya. Misalnya Bunga pura – pura bersedih dan menceritakan hal sedih kepada temannya Melati, saat Melati ikut sedih, Bunga langsung tertawa melihat wajah Melati dan berkata kalau Bunga hanya bercanda. Jika Bunga terus – terusan melakukan bercandaan yang seperti ini, maka bisa saja suatu saat Bunga “harus” bersumpah terlebih dahulu kepada Melati jika ingin menceritakan hal yang bukan bercandaan. Bunga bisa saja terikat “harus” bersumpah setiap kali ingin mengatakan kebenaran. Walaupun ceritanya kurang jelas, semoga bisa dimengerti ya. Hehe

Lalu bagaimana dengan kita yang sudah terlanjur sering mengucapkan sumpah? Tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan kepercayaan orang lain. Kita bisa mulai sekarang berkata jujur tanpa harus bersumpah. Tapi bagaimana jika orang itu tidak percaya? Ya terserah orang lain mau percaya atau tidak dengan perkataan kita, yang terpenting adalah kita sudah berbicara jujur. Jika orang melihat ternyata perkataan kita adalah perkataan yang jujur walaupun tidak bersumpah, lambat laun kita akan kembali mendapatkan kepercayaan.

Kesimpulannya, jangan sekali – sekali kita bersumpah. Orang yang perlu bersumpah adalah orang yang tidak bisa dipercaya. Kita harus senantiasa berkata jujur, sehingga kita tidak perlu sampai mengatakan sumpah untuk mendapatkan kepercayaan orang lain.

Mazmur 37:37, Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan;

Nb: Nama tokoh dan cerita dalam ilustrasi dalam tulisan ini hanyalah fiktif belaka. Jika ada persamaan nama atau peristiwa, hal itu hanyalah kebetulan semata.

-N.L.H-

donat

Menanggapi tulisan sebelumnya tentang Kuasa Doa, saya menginginkan langkah nyata agar kita semua bisa hidup di dalam suatu gaya hidup yang senantiasa berdoa. Biasanya, orang hanya berdoa untuk dirinya sendiri saja, banyak orang tidak peduli dengan kehidupan orang lain. Padahal, kita harus memperhatikan orang lain seperti kita memperhatikan diri kita sendiri, kita harus mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri kita sendiri.

Matius 22:39, Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Oleh karena itu, Komunitas Doa Nasional Terpadu (DONAT) hadir sebagai suatu komunitas yang menjalani gaya hidup saling mengasihi, secara khusus saling mendoakan. Tidak hanya saling mendoakan, kita juga bisa secara khusus saling mengaku dosa kita seperti yang dikatakan pada ayat Yakobus 5:16.

Yakobus 5:16, Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Lebih lanjut tentang komunitas doa ini akan diupdate nantinya.

1 Timotius 2:1, Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

Kuasa Doa

Doa adalah nafas orang percaya

Pernyataan di atas sering kali kita dengar dan tidak asing lagi di telinga kita. Pernyataan ini bisa dikatakan cukup tepat, doa adalah nafas rohani setiap orang percaya. Manusia yang tidak bernafas bisa dikatakan tidak hidup. Begitu juga dengan orang Kristen yang tidak berdoa bisa dikatakan mati secara rohani. Namun sangat disayangkan banyak orang Kristen yang tidak mengerti bagaimana caranya berdoa dan bagaimana meresponi setiap jawaban Tuhan. Tidak heran banyak yang bertanya “Mengapa doa saya tidak dijawab?” Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba membahas seluk beluk mengenai doa.

Doa siapa yang berkuasa?

Banyak yang berkata kalau doa orang yang sedang menderita biasanya didengar Tuhan, atau doa orang yang baik biasanya didengar Tuhan. Bahkan ada juga yang beranggapan bahwa doa pendeta adalah doa yang lebih berkuasa (lebih didengar Tuhan), apakah benar demikian? Langsung saja kita cek kebenarannya melalui dua ayat ini.

Amsal 15:29, TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.

Yakobus 5:16b, Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Dari dua ayat di atas kita bisa tahu bahwa doa yang berkuasa adalah doa orang benar. Ya memang karena dosa tidak ada orang yang benar di dunia ini, tetapi karena darah Yesus Kristus, kita telah dibenarkan dan ditebus menjadi umat pilihan Allah. Jadi doa setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi sangat besar kuasanya.

Ah yang benar doa ada kuasanya?

Kisah Para Rasul 16:25-26, Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Untuk yang belum yakin akan kuasa doa, ini mungkin merupakan salah satu contoh bagaimana kuasa doa yang sangat luar biasa bisa terjadi. Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji – pujian kepada Allah pada waktu mereka ada di dalam penjara, dan apa yang terjadi? Semua belenggu yang mengikat mereka lepas dan pintu penjara terbuka. Satu contoh ini sepertinya sudah cukup untuk dapat menggambarkan bagaimana besarnya kuasa doa.

Bukannya Tuhan sudah tau apa yang mau kita doakan, kenapa harus tetap berdoa?

Matius 6:8, Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Walaupun Tuhan sudah tau apa yang akan kita doakan dan Tuhan sudah tau apa yang ada di dalam isi hati kita, kita harus tetap berdoa. Tuhan mau mendengar suara kita. Tuhan mau kita dekat dengan Dia. Doa juga merupakan hak istimewa yang sudah Tuhan berikan untuk setiap umat-Nya, kita dapat berbicara langsung kepada Tuhan melalui doa kita. Melalui doa, kita juga dapat lebih dekat dan mengenal Tuhan.

Lukas 22:40, Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Tuhan Yesus juga memerintahkan kita untuk berdoa agar kita tidak jatuh dalam pencobaan. Dalam setiap masalah kita, Tuhan Yesus mau kita datang kepada-Nya. Tuhan mau kita berdoa dan menyampaikan setiap masalah kita pertama – tama kepada-Nya. Dengan demikian kita bisa lebih kuat dan tidak jauh di dalam pencobaan yang kita alami.

Doa seperti apa dan yang bagaimana yang dijawab Tuhan?

Matius 21:22, Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."

Markus 11:24, Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Banyak orang yang memakai dua ayat ini untuk membenarkan apapun doa mereka. Mereka merasa bahwa mereka sudah berdoa dengan penuh kepercayaan dan di dalam nama Tuhan Yesus. Namun tidak sedikit yang akhirnya mengeluh karena doanya ternyata tidak dijawab oleh Tuhan? Kenapa hal ini bisa terjadi? Ini karena satu ayat ini tidak dihubungkan dengan ayat lainnya atau bisa dibilang asal comot ayat tanpa terlebih dahulu mengetahui arti yang sebenarnya. Tanpa berpanjang lebar ayo kita lihat doa yang seperti apa yang dijawab Tuhan.

Yohanes 15:7, Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Yang pertama adalah kita harus terlebih dahulu tinggal di dalam Tuhan Yesus dan Firman Tuhan Yesus juga tinggal di dalam kita? Apa artinya ini? Artinya adalah kita mengetahui apa kehendak Tuhan. Doa yang dijawab Tuhan adalah doa yang sesuai dengan kehendak-Nya. Bagaimana cara mengetahui kehendak Tuhan? Cara paling mudah adalah dengan membaca alkitab sehingga Firman Tuhan Yesus bisa ada di dalam kita. Selain itu berpuasa juga merupakan cara yang paling baik agar kita dapat mengetahui kehendak Tuhan. Intinya adalah mendekatkan diri pada Tuhan, semakin kita dekat Tuhan, semakin kita mengetahui isi hati Tuhan. Jika sudah demikian, pasti apa yang kita mau sama seperti yang Tuhan mau dan doa kita akhirnya dijawab karena kita berdoa sesuai kehendak-Nya.

1 Yohanes 3:22, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

1 Yohanes 3:23, Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.

Dari ayat di atas kita dapat tahu bahwa kita memperoleh sesuatu karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Apa sih sebenarnya perintah-Nya itu? Perintah yang paling jelas adalah supaya kita percaya kepada nama Yesus dan saling mengasihi. Jadi, kita jangan terus menuntut, kita lakukan apa bagian kita, kita lakukan yang terbaik yang kita bisa dan melakukan segala perintah-Nya, bagian Tuhan adalah menjawab doa kita.

Kenapa doa saya tidak dijawab Tuhan?

Yakobus 4:3, Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Berlawanan dengan pembahasan sebelumnya, kita juga harus tahu apa yang salah dengan doa kita kalau doa kita tidak dijawab oleh Tuhan. Alasan paling utama adalah karena kita salah berdoa, yaitu kita berdoa yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Doa yang tidak sesuai kehendak Tuhan sangat jelas, yaitu doa yang hanya ingin memuaskan nafsu kita. Misalnya berdoa meminta handphone baru walaupun sebenarnya kita tidak membutuhkannya, jelas ini hanyalah nafsu semata.

Markus 11:25, Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Nah! Ini bisa jadi salah satu penghambat kenapa doa kita belum dijawab Tuhan. Kita harus terlebih dahulu membereskan dosa kita sebelum kita berdoa kepada Tuhan. Dan dosa kita tidak bisa dibereskan kalau kita belum dapat mengampuni orang lain. Jadi pada saat kita berdoa, kita tidak boleh masih menyimpan dendam atau kepahitan kepada orang lain. Untuk pembahasan bagaimana caranya mengampuni, sudah ada tulisan sebelumnya yaitu Mengampuni, Sulitkah?

Apakah doa harus menggunakan kata – kata yang bagus dan puitis?

Matius 6:7, Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Kita tidak perlu merangkai terlebih dahulu kata – kata dan berpuisi ketika kita berdoa. Ya, memang Daud melakukannya, Daud menyampaikan doa yang indah bagaikan puisi, namun yang perlu diperhatikan adalah hati Daud juga memang sungguh – sungguh. Jika kita tidak bisa mengucapkan doa yang indah seperti Daud, itu sama sekali tidak masalah, karena apa yang Tuhan lihat adalah hati kita, bukan sekedar kata – kata kita.

Kalau Tuhan belum jawab ya dan belum jawab tidak juga bagaimana? Bagaimana juga kalau kita belum tahu kehendak Tuhan seperti apa?

Lukas 18:1, Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Ya, Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk terus berdoa dengan tidak jemu – jemu. Kita harus terus senantiasa berdoa. Jika doa kita masih belum ada jawaban walaupun kita tahu doa itu sesuai dengan kehendak Tuhan, kita harus terus senantiasa berdoa kepada Tuhan. Tetapi biasanya kita belum tahu apakah doa kita sudah sesuai dengan kehendak-Nya atau belum, oleh karena itu kita juga harus tetap senantiasa berdoa dan berkata “Jadilah kehendak-Mu”. Jadi walaupun kita terus berdoa, kita juga tidak memaksakan semua isi doa kita dijawab, tapi membiarkan kehendak Tuhan saja yang jadi, baik itu memang sama dengan doa kita atau tidak.

Matius 6:10b, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Terakhir, saya ingin mengutip kata – kata Pendeta Philip Mantofa dalam tweetnya:

Berdoalah sampai sesuatu terjadi; berdoalah sekalipun tidak terjadi apa-apa; dan berdoalah tak peduli apapun yang terjadi!

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo kita jadikan doa sebagai suatu gaya hidup. Untuk meresponi tulisan ini, maka dibuatlah Komunitas Doa Nasional Terpadu (DONAT), cek saja ya Komunitas Doa Nasional Terpadu (DONAT) agar kita bisa hidup dalam gaya hidup yang senantiasa berdoa

1 Tesalonika 5:17, Tetaplah berdoa.

Efesus 3:20, Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

-N.L.H-

5. Umur Bumi dan Ukuran Carbon

Mengapakah penting untuk mengetahui umur Bumi?

Di sepanjang sejarah Alkitab sampai ke abad 19, hampir semua orang di seluruh dunia percaya bahwa bumi dan alam semesta adalah muda, yaitu di bawah umur 20.000 tahun. Namun dengan munculnya dua teori penting pada abad 19, dunia ilmu pengetahuan dan dunia teologia Gereja telah mengalami suatu revolusi dan tantangan besar berkaitan dengan asal usul kosmos, kehidupan dan umur alam.

  • Tantangan pertama muncul di dunia geologi, yang dinamakan uniformitarianisme dan dipopulerkan oleh Sir Charles Lyell. Lyell mengajarkan bahwa ada kolom geologis yang terdiri dari jutaan lapis tanah dan batu yang diletakkan secara perlahan-lahan selama milyaran tahun satu di atas yang lain secara uniform (seragam/sama persis).
  • Tantangan kedua muncul di dunia biologi, yang dinamakan teori evolusi dan dipopulerkan oleh Dr. Charles Darwin.  Darwin telah mengajarkan bahwa makhluk-makhluk telah mengalami perubahan-perubahan, secara kecil-kecilan, selama milyaran tahun, dari yang sederhana sampai kepada yang rumit, lewat proses seleksi alam. Buktinya, kata Darwin, adalah fosil-fosil yang dapat ditemukan dalam lapisan-lapisan batu di kolom geologis yang menunjukkan perubahan dari spesis satu kepada spesis lain.

Kedua teori pada pertengahan abad 19 itu telah bersama-sama menggoncangkan dunia Gereja yang tidak tahu bagaimana menghadapi dampak dari pengajaran yang menyatakan bahwa semua kehidupan di bumi ada sebagai hasil proses yang terjadi secara acak, secara kimiawi dan biologis tanpa adanya campur tangan Tuhan. Bahkan proses itu telah berlangsung selama milyaran tahun, secara kebetulan, sehingga umur bumi dinyatakan bukan puluhan ribu tahun seperti yang diajarkan dalam Alkitab, melainkan milyaran tahun.

Perlawanan antara falsafah Darwinisme dan Alkitab itu menyebabkan ratusan juta orang Kristen, khususnya kaum muda, meninggalkan imannya. Mereka memilih untuk percaya ilmuwan atheis daripada ilmuwan yang percaya Alkitab. Inilah sebabnya terjadi penghancuran dalam iman Kristiani dan moralitas masyarakat di Dunia Barat selama 100 tahun belakangan ini.

Mengamati seluruh situasi dan sejarah ini, sangatlah penting untuk kita mengetahui umur bumi dan alam semesta yang sebenarnya. Kita melihat bahwa kebenaran Alkitab sedang dipertaruhkan, ditantang dan dilawan. Itu sebabnya, memahami bukti-bukti ilmiah yang sesungguhnya mendukung bahwa bumi adalah muda akan menjadikan pondasi iman kita lebih kuat dan kita bisa mulai merebut kembali jiwa-jiwa yang dibelenggu oleh “orang yang kuat” karena kita di pihak Dia “yang lebih kuat” (Luk. 11:21-22).

Evolusi-Mikro dan Evolusi-Makro

Beberapa bulan depan kita akan memeriksa dengan lebih teliti tentang perbedaan evolusi-mikro dan evolusi-makro, namun penting untuk kita mengerti perbedaannya secara singkat dalam diskusi bulan ini.

Evolusi-mikro adalah perubahan kecil-kecilan berdasarkan kapasitas variasi menurut isi DNA dalam sel-sel kita. Evolusi-mikro muncul secara nyata di mana-mana, misalnya, manusia. Manusia memiliki banyak sekali variasi, suku, corak, warna kulit, mata dan rambut, ukuran ketebalan tulang, tinggi dsb. Namun manusia selalu menghasilkan manusia sebagai keturunannya. Demikian halnya dengan segala jenis (genera) makhluk hidup lainnya. Banyak variasi anjing, tetapi anjing selalu menghasilkan anjing. Banyak variasi kucing, tetapi kucing selalu menghasilkan kucing. Kucing tidak pernah melahirkan anjing atau tikus. Kucing hanya menghasilkan kucing. Inilah evolusi-mikro. Di seluruh kolom geologis dan catatan fosil, evolusi-mikro sangat nyata sebagaimana dalam dunia nyata masa kini. Evolusi-mikro ini sejalan/konsisten dengan pernyataan Firman Tuhan.

Evolusi-makro adalah falsafah dan teori bahwa dalam jangka waktu yang cukup panjang, atau dengan kata lain, perubahan-perubahan kecil selama milyaran tahun dapat menghasilkan jenis (genera) yang baru. Misalnya, ikan berubah menjadi amfibi (salamander), yang berubah menjadi reptilia (kadal), yang berubah menjadi mamalia (babi), yang berubah menjadi mamalia air (ikan paus). Evolusi-makro tidak pernah diamati ataupun terbukti dalam dunia fosil atau dunia hidup. Evolusi-makro yang biasa disebut evolusi atau Darwinisme sebenarnya hanya ada dalam alam pikiran manusia, yang diwarnai penolakan akan adanya Pribadi Pencipta.

Hukum Probabilitas

Oleh karena paham evolusi-makro hanya dapat diterima jika memang umur bumi adalah sangat-sangat tua (milyaran tahun), maka ilmuwan-ilmuwan yang anti-Allah, anti-Alkitab, harus mencari bukti bahwa bumi adalah tua sekali. Tanpa membuktikan jangka waktu milyaran tahun ini, teori mereka gagal, karena tanpa milyaran tahun proses evolusi yang menghasilkan jenis makhluk hidup yang baru tidak mungkin terjadi. Prof. Chandra Wickramasinghe dan Prof. Sir Fred Hoyle, keduanya pemenang Nobel dalam bidang matematika, berkata bahwa kemungkinan evolusi telah terjadi dalam milyaran tahun adalah sama mungkin seorang buta ditugaskan menemukan bola kecil berwarna kuning di dalam alam semesta yang penuh dengan milyaran bola kecil berwarna putih. Si buta diberi waktu 5 menit saja untuk menemukan satu bola kuning tersebut. Wickramasinghe dan Hoyle juga mengadakan perhitungan tentang kemungkinan satu perubahan sel terjadi (kemungkinan yang dapat membuktikan teori tentang proses seleksi alam dan evolusi-makro) sehingga terjadi perubahan dari satu makhluk kepada makhluk yang lain, dan hasilnya adalah satu dari 1040.000. Apa artinya?

Mari kita lihat angka 10 dengan 40.000 x 0 di belakangnya:
1000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000..........

Ini baru 10100 – harus ada 400x lebih banyak “0” baru lengkap sebagai satu kemungkinan dalam 1040.000! Inilah kemungkinan satu perubahan sel saja, yang setelah jangka waktu sekian lama, menurut teori Darwinisme akan menghasilkan perubahan jenis makhluk hidup. Artinya, untuk satu makhluk berubah dari satu makhluk kepada makhluk yang lain akan diperlukan milyaran perubahan yang masing-masing sama mustahil! Wickramasinghe dan Hoyle, kedua pemenang Nobel itu, menegaskan bahwa tidak ada cukup waktu untuk teori evolusi dapat menghasilkan kehidupan di bumi. Hukum Probabilitas menyatakan bahwa tidak ada kemungkinan yang realistis sedikit pun bagi evolusi untuk dapat menghasilkan kehidupan yang paling sederhana sekalipun, apa lagi makhluk kehidupan yang lebih rumit.

Ternyata manusia akan memerlukan iman luar biasa untuk percaya paham evolusi yang mustahil ini!

Evolusi Memerlukan Milyaran Tahun
Karena segala kemustahilan proses evolusi ini, maka sahabat terdekat paham evolusi-makro adalah waktu, yaitu waktu yang panjang sekali! Oleh karena itu, ilmuwan-ilmuwan anti-Allah dan anti-Alkitab berupaya menghasilkan umur-umur dalam metode penanggalan yang sangat panjang supaya teori mereka dapat diterima. Selalu nyata bahwa usaha mereka adalah anti-Allah dan anti-kebenaran. Rasul Paulus (1Timotius 6:20-21), telah menasihati kita agar menghindari:

“...omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman.”

Paham evolusi-makro adalah salah satu usaha Iblis untuk merusak iman kita supaya kita juga menyimpang dari iman. Syukulah bahwa kebenaran adalah kebenaran dan kita tidak perlu takut terhadap kebenaran. Kebenaran akan memerdekakan kita dan kebenaran dalam ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa bumi adalah muda dan tidak tua. Namun, kita berhadapan dengan tipu daya kuasa kegelapan yang berusaha meyakinkan dunia bahwa bumi ini adalah sangat tua. Mari kita melihat beberapa metode yang dipakai para ilmuwan untuk membuktikan bahwa alam semesta berusia sangat tua bahkan milyaran tahun.

Metode Carbon-14 atau Radiocarbon

Metode yang paling umum dikenal adalah metode Carbon-14 yang biasa ditulis 14C. Metode ini sebenarnya tidak dapat dipakai untuk mengukur umur batu-batuan atau lapisan-lapisan sedimen. Metode 14C hanya dapat dipakai untuk menghitung umur bahan organik mulai dari meninggalnya bahan organik tersebut. Ada beberapa hal yang kita perlu ketahui:

  • 14C terus-menerus diciptakan dalam lapisan atas atmosfer bumi melalui masuknya sinar kosmik 14N (Nitrogen-14). Oleh karenanya ratio 14C dan 14N di atmosfer bumi adalah stabil.
  • Organisme-organisme yang hidup terus-menerus menukarkan zat Carbon dan Nitrogen dengan atmosfer melalui proses bernafas, makan, dan fotosintesis. Selama organisme itu hidup, dia akan memiliki ratio 14C ke 14N yang sama dengan yang ada di atmosfer.
  • Ketika suatu organisme meninggal, 14C merosot kembali menjadi 14N, dengan proses setengah-umur 5.730 tahun, yaitu lamanya 50% bahannya merosot. Dengan mengukur kadar 14C dalam bahan organik yang sudah mati kita dapat menghitung berapa lama organisme itu sudah mati, asalkan tidak ada kontaminasi data.
  • Penanggalan Radiocarbon biasa dikalkulasi dari bahan organik seperti tulang-tulang, gigi, batubara, kayu yang difosilkan, dan kerang-kerang.
  • Karena setengah-umur 14C sangatlah pendek, dan kemungkinan terjadi pencucian bahannya atau pencemaran proses itu sangatlah tinggi, maka ada ilmuwan-ilmuwan yang mengemukakan bahwa metode 14C ini hanya dapat diandalkan untuk bahan organik yang di bawah umur 3.000 tahun.

Penyelidikan oleh berbagai ilmuwan seperti W.F. Libby (Radio Carbon Dating), R. E. Lingenfelter (Reviews of Geophysics, Vol. 1), H. E. Seuss (Journal of Geophysical Research, Vol. 70), V. R. Switzur (Science, Vol. 157) dan  Melvin Cook (Creation Research Society Quarterly, Vol. 5) telah membuktikan bahwa ratio 14C/12C belum mencapai kestabilan (steady-rate) dan sesungguhnya masih meningkat kecepatannya sehingga ukuran lewat 3.000 tahun adalah tidak stabil dan tidak dapat diandalkan. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa untuk kembali kepada saat kadar karbon mencapai nol maka hanya diperlukan waktu 10.000 tahun saja. Artinya proses penghancuran, kematian dan pemerosotan 14C/12C di bumi dengan kuat menunjukkan bahwa tidak pernah terjadi kematian sebelum 10.000 tahun lalu di bumi!! Ini sangat bertentangan dengan paham evolusi-makro, namun justru persis sesuai dengan data yang ada di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa kematian pertama yang terjadi di bumi, yaitu di zaman Adam dan Hawa, adalah sekitar 6.000 tahun lalu.

Roma 5:;12, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”

Kejanggalan perhitungan umur-umur fosil dengan sistem 14C/12C ini terlihat jelas dari contoh berikut ini yang menunjukkan perbedaan umur bila metode-metode yang lain dipakai. Kerangka manusia yang ditemukan di Sunnyvale, California, diperkirakan berumur 70.000 tahun dengan metode aspartic acid racemization (World Archaeology, Vol.7,1975,p.160). Umur itu direvisi pada tahun 1981 ketika metode isotop Uranium-Timah (U-Pb) menghasilkan umur antara 8.300-9.000 tahun (Science, Vol.213, 28 August,1981,p.1003), lalu direvisi kembali pada tahun 1983 dengan menggunakan metode 14C dengan empat contoh dari kerangka yang sama yang menghasilkan umur antara 3.500-5.000 years (Science, Vol.220,17June,1983,p.1271).

Metode 14C justru, akhirnya, lebih meneguhkan kebenaran bahwa catatan sejarah Alkitab adalah metode penghitungan umur yang paling akurat!

Banyak orang tertipu karena penggunaan Metode 14C

Sebelum metode-metode Radiometrik ditemukan dan menjadi populer, metode andalan ilmuwan adalah 14C. Walaupun ilmuwan-ilmuwan sudah tahu bahwa metode itu adalah cacat, namun sistem itu dipakai dengan penyeleksian data yang sangat cermat, sehingga sebenarnya penelitian ini menjadi tidak valid dan tidak dapat dipercaya hasilnya. Semua data yang tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan dibuang dan dianggap cacat, sedangkan hasil yang sesuai dengan apa yang dicari dan diinginkan dikemukakan seolah-olah sudah pasti.

Akibatnya adalah umur-umur muda dibuang dan hanya data umur tua yang dipertahankan. Sistem selektif seperti ini telah menipu banyak sekali orang, hingga mereka yakin bahwa ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa umur-umur fosil, lapisan batu-batuan dsb sudah berumur ratusan juta, bahkan milyaran tahun.

Dulu kita diberitahu bahwa fossil fuel seperti minyak bumi (fosil-fosil makhluk laut) dan batubara (fosil-fosil tanamana darat) adalah hasil proses pembentukan yang memakan waktu selama ratusan juta tahun. Ini adalah salah satu hasil perhitungan 14C yang telah menipu begitu banyak orang selama seratus tahun. Kini kita tahu bahwa minyak dan batubara dapat dibentuk dalam waktu yang sangat pendek, misalnya sampah rumah tangga dapat diproses menjadi minyak yang dipakai dalam alat pemanas rumah. Ilmuwan Inggris, sejak 30 tahun yang lalu dapat mengubah sampah rumah tangga menjadi bahan bakar. “Kami sedang lakukan dalam 10 menit apa yang dikerjakan alam dalam 150 juta tahun”, kata Noel McAuliffe dari Universitas Manchester (Sentinel Star, 2/26/1982).

The Petroleum Exploration Society of Australia Nov.24,1996, hal.6-12 setelah melakukan berbagai uji-coba melaporkan, “Dasarnya – akumulasi dalam jumlah ekonomik dari minyak dan gas dapat dihasilkan dalam ribuan tahun saja dalam lembah sedimenter yang telah mengalami cairan panas selama masa yang sama.” Discover Magazine, 4/6/2006, hal.46 dalam artikel yang berjudul Anything Into Oil menemukan bahwa “isi perut kalkun, bagian-bagian mobil yang hancur, bahkan kotoran wc dapat saja dimasukkan ke dalam ujung yang satu mesin pengolah lalu keluar di ujung yang lain sebagai emas hitam (minyak) ... dua jam kemudian.” Saat ini, hasil olahan semacam ini dinamakan biofuel.

Air Bah penyebab Fosil, Minyak dan Batubara

Kini sudah terbukti bahwa kita tidak memerlukan ratusan ribu atau jutaan tahun untuk menghasilkan kolom geologis dengan fosil-fosilnya, atau minyak dan batubara. Yang lebih menentukan adalah bencana, tekanan, panas dan penguburan dengan mendadak atau dengan cepat sekali. Ada banyak sekali contoh tentang minyak dan batubara yang dihasilkan dalam hanya puluhan tahun saja secara alam.

Suatu pertanyaan penting adalah mekanisme apa yang dapat menguburkan begitu banyak makhluk laut secara mendadak dan bersamaan, sehingga kemudian ditemukan sebagai minyak bumi, dan peristiwa apa yang menguburkan begitu banyak tanaman secara mendadak dan bersamaan, sehingga kemudian ditemukan sebagai batubara? Fenomena itu terjadi secara global di setiap benua. Hanya ada satu peristiwa dalam sejarah bumi yang dapat menghasilkan semuanya itu, dan itulah air bah dan bencana global yang terjadi di zaman Nuh pada 4.500 tahun yang lalu.

Makin banyak hal yang ditemukan dalam ilmu pengetahuan, dan sesungguhnya, ini berarti Alkitab makin terbukti sebagai benar dan tidak salah. Alkitab adalah andalan kita karena isinya sungguh sesuai dengan fakta-fakta ilmu pengetahuan, dan sejarahnya ditulis oleh saksi mata segala peristiwa sejak penciptaan alam semesta hingga hari ini.

Sumber

4. Apakah Bumi Muda atau Tua

Bulan lalu kita sudah membahas dunia dinosaurus, dan apakah mungkin ada dinosaurus di bahtera Nuh, juga kemungkinan manusia dan dinosaurus hidup pada zaman yang sama. Dalam pembahasan itu kita sudah melihat yang biasa disebut Kolom Geologis, yang disusun para pendukung faham evolusi dan Darwinisme. Berdasarkan faham evolusi itu, Bumi sudah berumur sekitar 5 milyar tahun sedangkan menurut Alkitab, umur bumi adalah kurang dari 20.000 tahun. Perbedaan ini menjadi tantangan bagi banyak orang karena di sekolah, universitas dan  media massa dikemukakan bahwa alam semesta sudah ada sejak terjadi “big bang” sekitar 20 milyaran tahun yang lalu dan bumi sudah ada sejak 5 milyar tahun yang lalu. Sebaliknya, di Alkitab umur bumi di bawah 20.000 tahun. Adam dan Hawa, kedua manusia pertama, hanya hidup dan jatuh ke dalam dosa 6000 tahun lalu. Bagaimana mungkin mengatasi perbedaan dan kontradiksi itu?

Penyelidikan topik umur alam semesta dan bumi akan kita selidiki dari dua sisi. Pertama, kita bahas bulan ini tentang beberapa bukti umum yang ada di alam kita, dan pada edisi bulan depan, secara khusus kita akan membahas cara-cara penghitungan umur seperti Carbon-14 dan proses-proses Radiometrik.

Dalam artikel bulan ini, kita akan menyelidiki ‘bukti’ umur di alam kita, supaya kita lebih memahami bahwa ada banyak petunjuk atau bukti yang mendukung, bahwa bumi adalah sangat muda. Jawaban masalah ini akan menunjukkan apakah Alkitab benar dan dapat diandalkan sebagai pedoman kehidupan.

Kolom Geologis dan Umur Fosil-fosil menurut Faham Darwinisme

Kita sering mendengar bahwa fosil-fosil telah membuktikan proses evolusi dan umur bumi yang tua. Ternyata yang sebaliknya adalah yang benar. Karena tidak ditemukan fosil-fosil transisi maka faham evolusi memiliki masalah besar untuk menjelaskan teori mereka. Hal kedua, yang menjadi kejutan bagi ilmuwan yang anti Alkitab dan anti Allah sebagai pencipta adalah temuan-temuan fosil-fosil manusia modern yang hidup di zaman Palaeozoik dan Mesozoik yang menurut faham evolusi adalah lapisan-lapisan batu sebelum ada manusia. Jadi bilamana ditemukan fosil-fosil kehidupan manusia di zaman-zaman itu maka faham Darwinisme dan evolusi ambruk total, dan kebenaran Alkitab tentang bumi yang relatif muda diteguhkan kembali. Apa ada bukti seperti itu? Tentu ada!

Berikut, kita akan menyelidiki beberapa proses penghitungan umur alam semesta dan umur bumi yang menunjukkan bahwa semuanya jauh lebih muda dari apa yang biasa kita diberitahukan oleh kaum evolusioner.

Bukti-bukti bahwa Bumi dan Alam Semesta adalah Muda

1. Galaksi-galaksi berputar terlalu cepat

Bintang-bintang di dalam galaksi kita, “The Milky Way”, berputar terlalu cepat sekeliling pusat galaktiknya. Kecepatan berputar juga tidak konsisten. Yang di tengah berputar lebih cepat dari yang di lingkar luar. Kecepatan berputar begitu cepat sehingga dalam waktu hanya 200 juta tahun galaksi “The Milky Way” sudah kehilangan bentuk spiral dan akan punah.

Faham evolusi memerlukan paling sedikit 10 milyar tahun untuk galaksi kita sehingga proses ilmiah ini membuktikan kemustahilan proses evolusi dan umur alam semesta yang diajarkan adalah keliru sekali. Kaum ilmuwan evolusi pun, menyebut masalah ini “dilema pemutaran”.

2. Komet-komet hancur terlalu cepat

Menurut teori evolusi, komet-komet adalah seumur alam semesta kita, yaitu kira-kira 5 milyar tahun. Namun, setiap kali komet-komet mengorbit matahari, sebagian bahannya termakan daya tarik matahari sehingga tak mungkin sebuah komet bisa tahan sampai 100.000 tahun dan menurut observasi ilmuwan-ilmuwan, biasanya kebanyakan komet hanya berumur 10.000 tahun. Sekali lagi fakta ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa alam semesta tidak mungkin setua yang biasa dikemukakan dan sebaliknya adalah sangat muda. Komet yang sangat terkenal yang menakutkan manusia ratusan tahun lalu telah muncul kembali pada tahun 1986 dan sangat mengecewakan karena sudah menjadi begitu kecil sehingga hampir-hampir tidak kelihatan. Mengapa? Karena komet-komet menjadi hancur terlalu cepat dan menunjukkan bahwa alam     semesta adalah sangat muda!

3. Tidak ada cukup sedimen (tanah, lumpur, batu-batuan) di dasar laut

Tiap tahun, air dan angin mengikis sekitar 20 milyar ton tanah dan batu-batuan dari seluruh benua, daratan, pulau hingga terdorong dan tersimpan ke dalam lautan. Bahan-bahan tersebut menambah terus tiap tahun dan terkumpul di atas dasar laut yang terdiri dari batu-batuan dasar Bumi yang terbentuk dari lahar keras. Rata-rata lapisan batu-batuan sedimenter adalah kurang dari 400 meter. Proses subduksi lempeng tektonik menghabiskan 1 milyar ton sehingga 24 milyar ton ditambah tiap tahun. Masalahnya adalah lapisan sedimenter yang ada, dengan kecepatan yang sama masa kini memerlukan 12 juta tahun. Namun, bila dihitung dampak air bah global di zaman Nuh, jumlah sedimentar hanya cukup untuk 5000 tahun saja. Bila bumi sudah berumur 5 milyar tahun seperti yang diyakini teori evolusi, maka tidak ada lautan lagi karena seluruh bumi akan menjadi kolam lumpur global!

4. Tidak cukup sodium (garam) dalam laut

Tiap tahun, sungai-sungai dan air hujan yang mengalir dari daratan mengisi 450 juta ton sodium ke dalam laut. Hanya 27% dari sodium tersebut dihisap keluar dari laut tiap tahun melalui berbagai proses alam. Sisa dari sodium itu tetap di laut dan menambah kepada jumlah yang sudah ada di dalam lautan. Bila dari awal tidak ada sodium di dalam laut, jumlah total sodium di dalam laut hanya berjumlah cukup untuk maksimum kurang dari 42 juta tahun. Karena faham evolusi menuntut umur lautan adalah 3 milyar tahun, maka faham itu memiliki masalah besar sedangkan kalau lautan-lautan itu sudah memiliki umur 100 juta tahun, maka semua kehidupan di laut sudah lama punah. Oleh karena faham evolusi percaya kehidupan mulai di laut, maka ini kembali menjadi masalah besar dan karena hal ini, sekali lagi menunjukkan bahwa Bumi adalah muda.

5. Kawasan Magnetik Bumi merosot terlalu cepat

Dr. Thomas Barnes, profesor ilmu fisika di Universitas Texas, dalam bukunya yang berjudul Origin and Destiny of the Earth’s Magnetic Field menyatakan bahwa kekuatan yang terdapat dalam kawasan magnetik bumi telah diukur dengan seksama lebih dari 135 tahun lamanya dan telah dibuktikan bahwa “setengah umur” kawasan magnetik adalah 1400 tahun. Oleh karena itu, sekitar 20.000 tahun yang lalu kawasan magnetik bumi akan lebih dari bintang magnetik sehingga kehidupan di bumi menjadi mustahil dan dalam 30.000 tahun saja Bumi akan lenyap sebagai uap.

Kini diketahui bahwa kawasan magnetik Bumi merosot dengan faktor 2.7 selama 1000 tahun yang lalu dan fakta ini sangat mendukung pernyataan Alkitab bahwa Bumi adalah muda.

6. Terlalu sedikit Helium dalam atmosfir

Semua jenis penghancuran bahan radioaktif melepaskan gas helium ke udara. Kalau proses penghancuran tersebut telah terjadi selama milyaran tahun, sebagaimana diyakini kaum evolusioner, maka seluruh kehidupan di Bumi akan mati keracunan helium. Dengan memperhitungkan persentasi kecil helium yang bisa lepas dari atmosfir, jumlah helium yang ada masa kini hanyalah 0.05% dari jumlah helium yang akan terkumpul dalam masa 5 milyar tahun. Ini berarti umur atmosfir bumi jauh lebih muda dari perkiraan usia yang yang diyakini oleh kaum evolusioner. Hasil penyelidikan yang diterbitkan di Journal of Geophysical Research menunjukkan bahwa helium dalam batu-batu panas belum memiliki cukup waktu untuk keluar dari batu-batu itu. Batu-batu itu diperkirakan berumur satu milyar tahun namun bertahannya helium di dalamnya membuktikan bahwa batu-batu itu sesungguhnya hanyalah ribuan tahun bukan milyaran tahun. Riset dari Dr. Melvin Cook (majalah ilmiah Nature, jilid 179, hal.213) beserta Dr. Henry Faul (Nuclear Geology) menunjukkan bahwa jika menilik kadar arus masuknya zat helium ke dalam atmosfir maka umur Bumi harus kurang dari 30.000 tahun.

7. Tidak cukup kuburan atau kerangka dan tengkorak manusia

Ahli-ahli antropolog evolusioner menyatakan bahwa zaman batu telah berlangsung selama, sedikitnya, 100.000 tahun. Pada zaman itu telah hidup manusia Neanderthal dan Cro-magnon. Menurut skenario ilmuwan-ilmuwan itu dan kebiasaan jumlah kelahiran dan kematian sebelum zaman KB dan sebelum zaman kesehatan modern, seorang ibu akan melahirkan 10 anak dan rata-rata 4 akan meninggal dalam tahun pertama. Berdasarkan hal itu dan dengan rata-rata orang meninggal dengan umur 40 tahun, maka akan ada 2500 generasi. Dalam kurun waktu itu seharusnya sudah lahir lebih dari ratusan milyar orang. Ini masalahnya: di manakah mayat-mayatnya? Bumi sudah seharusnya penuh dengan kuburan ratusan milyaran orang di seluruh bumi. Namun hal itu tidak ada. Yang ada hanya cukup untuk sekitar 5000 tahun saja. Perhitungan itu adalah berdasarkan 100.000 tahun saja, apalagi kalau mau dihitung 3 juta tahun yang ilmuwan evolusioner katakan sebagai tahun-tahun proses evolusioner manusia. Dimanakah juga semua mayat kera, kuda, dinosaurus dan lain sebagainya, yang juga seharusnya ratusan milyar. Ketidak beradaan mayat-mayat itu membuktikan bahwa bumi adalah sangat muda.

8. Sejarah manusia adalah terlalu pendek

Semua catatan sejarah termasuk monumen megalitik dan lukisan-lukisan di gua-gua menyatakan bahwa sejarah manusia hanya ada sejak 5000 tahun lalu. Manusia sanggup membangun piramida-piramida dan struktur-struktur ajaib di berbagai tempat. Manusia sanggup mengembangkan bahasa-bahasa yang sangat rumit dan berbeda satu dengan yang lain, namun yang tertua hanya dapat ditemukan muncul 5000 tahun lalu! Mengapa? Karena bumi adalah muda. Manusia adalah muda. Dan proses evolusi ala Darwin sama sekali tidak memberi bukti yang memuaskan tentang teorinya. Yang diberikan adalah hanya filsafah atau agama baru di mana manusia lebih percaya ilmu pengetahuan daripada percaya saksi mata yang hadir waktu penciptaan, yaitu Sang Pencipta.

Dalam artikel bulan ini kita hanya membahas 8 bukti bumi berumur muda, sebenarnya masih ada  daftar yang dimiliki yaitu 150 bukti yang serupa dimana 90% dari semua proses alam menunjukkan bahwa Bumi adalah muda.

Mengapa ada yang mengatakan Bumi terbukti tua?

Salah satu hal yang dikemukakan bahwa bumi adalah tua diambil dari jaraknya bintang-bintang dari Bumi. Memang diketahui bahwa kecepatan terang atau cahaya adalah 300.000 km/detik dan jarak bintang-bintang yang terjauh adalah milyaran tahun cahaya dari Bumi. Maka disimpulkan Bumi adalah tua karena memerlukan milyaran tahun untuk kita dapat melihatnya di Bumi. Mengapa ini bukan masalah?

Pada waktu Tuhan menciptakan bintang-bintang pada Hari ke-4 dalam Minggu Penciptaan, Dia menciptakannya supaya kita dapat melihatnya. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dan berfungsi. Tuhan bukan saja menciptakan bintang-bintang itu, Dia juga menciptakan cahayanya sampai ke Bumi supaya kita dapat melihatnya. Bintang-bintang, bersama matahari dan bulan diciptakan dengan maksud menolong manusia menghitung waktu dan musim-musim.

Perhatikan Kejadian 1:14-15,

“Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.”

Sumber