Delapan Titik Kemenangan Sejati

“Lebih dari pemenang dalam segala perkara”. Demikianlah sepenggal dari lirik lagu yang mungkin kita semua tahu. Tapi apakah kita sudah benar – benar menang dalam segala perkara? Dalam hal apa saja kita harus menang? Kali ini akan dibahas bagaimana cara agar menjadi pemenang sejati melalui delapan titik kemenangan sejati.

1. Victory In Mindset

2 Korintus 10:5, “Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus”.

Telah bertahun-tahun saya menyelidiki kekuatan pola pikir kita. Dari ratusan referensi dan diskusi, saya menyimpulkan satu hal saja. Bahwa saya dan Anda semua sangatlah penting menguasai cara kita berpikir, mempersepsikan segala sesuatu, hati-hati dengan imajinasi kita. Kuasailah pula logika kita agar tidak melawan kuasa Tuhan. Karena apa yang kita pikirkan, suatu kali akan menjadi kenyataan (Amsal 23:7). Menaklukkan imajinasi dan logika kita, adalah peperangan yang harus dilakukan setiap hari, bahkan setiap saat. Pikiran kita adalah Rumah Tuhan (Ibrani 8:10). Karena itu kita pasti menang dan mampu memiliki pikiran seperti Kristus. Yakinlah, cobalah, alamillah kemenangan dipikiran kita setiap hari.

2. Victory In Emotion

Amsal 16:32, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota”.

Pernah ada survey yang menyatakan minimal 17 persen dari kita adalah emosional. Saya perlu mengakui, bahwa saya adalah orang yang emosional juga. Lalu bagaima agar menang dari emosi kita.

Ada 2 hal saja. Pertama, akuilah pada sahabat kita, bahwa kita orang yang emosional, ceritakan apa saja mengenai perasaan kita. Dan mintalah dia menerima apa adanya perasaan kita. Mintalah sahabat kita mendoakan kita. Kedua, lakukan aktifitas fisik yang baik, jangan berdiam diri saja. Alihkan fokus kita kepada pikiran yang benar, bahwa kita mampu menguasai emosi kita. Lakukan yang bermanfaat. Berpikirlah yang benar, yang indah dan membangun. Lalu bertindaklah dengan aktifitas yang positif. Upah atas kemenangan emosi, telah disediakan Tuhan untuk kita.

3. Victory In Willingness

Filipi 2:13, “Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan- Nya”.

Tuhan telah memberikan 'free will' sebagai salah satu tanda keserupaan kita dengan Tuhan. Tetapi kemauan bebas bisa jadi sumber masalah, jika dipergunakan untuk kepuasan 'ego' kita. Penyerahan 'hak' adalah cara yang paling ampuh untuk menang atas kemauan kita. Rasanya sakit memang. Tapi hasilnya indah pasti. Saya sering berperang dengan kemauan saya yang antusias. Seringkali saya berhenti sejenak untuk menguji motivasi kemauan saya. Dengan 2 pertanyaan ini, mengapa aku mau melakukan ini. Untuk apakah aku melakukannya. Apakah aku menyenangkan hati Tuhan dengan kemauanku ini? Tidak mudah memang, tapi pasti bisa menang. Kemenangan dikemauan adalah kekuatan untuk melakukan Kehendak Tuhan.

4. Victory In Speak

Pengkotbah 2:5, “Janganlah terburu- buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas- lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit”.

'Bicara itu gratis!'. Tapi tidak semua perkataan kita membangun dan berguna. Kemenangan atas perkataan adalah mememutuskan untuk memilih kata kata yang membangun orang lain. Memuji dengan apresiasi. Memotivasi dengan kasih. Saya pernah gagal dalam perkataan. Saya menuai dengan tangisan. Saya mulai belajar mengendalikan lidah saya. Agar tidak liar. Saya sering menahan perkataan sampai pada momen yang tepat. Saya sengaja memilih kata-kata yang benar, menguatkan dan memulihkan.

Latihan setiap saat diperlukan. Dengan hal-hal sederhana, misal sering berkata 'terimakasih', 'maaf' dan 'tolong'. Menjaga mulut saya dari 'gosip' telah menolong banyak orang menjadi lebih baik. Seringkali saya hanya tersenyum. Diam. Dan saya memenangkan perkataan saya dengan berkata 'no comment'. Atau 'saya akan doa dulu ya'.

5. Victory In Behaviour

Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”.

Ini adalah prinsip hidup saya sekeluarga. Benar, kami melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Putra saya baru memulai bisnisnya. Dan dia bersaksi bahwa dia seperti tidak bekerja sendiri. Karena ada kuasa Tuhan yang ikut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Kemenangan saya atas perilaku adalah dengan cara 'Right Response'. Saat orang lain tidak benar saya mau berespon benar. Juga pada situasi yang tidak benar, saya tetap mau berespon benar. Dan hasilnya adalah luar biasa. Kemenangan sejati seperti Kristus menang.

6. Victory In Habit

Efesus 3:20, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita”.

Kebiasaan adalah topik yang sekarang hangat dianalisa dan diajarkan sebagai cara effektif untuk perubahan nasib kita. Tetapi apakah mudah membangun sebuah kebiasaan baru yang baik? Sejarah Perjanjian Lama membuktikan bahwa tanpa 'kasih karunia' tidaklah mungkin orang merubah sebuah kebiasaan. Kebiasaan adalah 'nilai-nilai' yang kita percayai. Jadi kalau ingin menang dari kebiasaan buruk. Kita mesti punya 'nilai-nilai' yang baik dan hidup bersama komunitas yang memiliki 'nilai-nilai' yang baik pula. Kemenangan atas kebiasaan adalah menghampiri kasih karunia Tuhan, tidak malah menjauhinya jika kita gagal. Renungkanlah hal ini. Lari mendekat pada 'kasih karunia' adalah awal sebuah kemenangan atas kebiasaan.

7. Victory In Faith

Ibrani 11:6, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”.

Iman tanpa perbuatan adalah mati. Kita sudah tahu hal itu. Tetapi perbuatan seperti apa yang membuat iman kita menang? Saya tidak selalu menang dalam iman. Saya meminta iman kepada Tuhan, ketika saya putus asa.

Saya bersaksi, bahwa Iman tidak boleh menuntut dengan cara kita. Kemenangan iman dimulai ketika saya mampu bersyukur dan mensyukuri setiap siuasi yang saya hadapi. Sambil tetap percaya, bahwa Kristus adalah garansi pemenuhan janji Tuhan yang saya dengar dan percayai. Saya selalu mengucapkan dgn suara, agar telinga saya mendengar 'pernyataan iman' saya sendiri. Saat itu iman saya bertumbuh. Kemenangan atas iman selalu diuji oleh waktu. Bukan menunggu pemenuhan, tetapi saya percaya sudah menerimanya. Saya serahkan waktu dan caranya kepada kedaulatan Tuhan sendiri.

8. Victory In Purpose Of Life

Galatia 2:20, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”.

Saya menguji diri saya dengan 10 pertanyaan seperti ini:

1. Untuk apa Tuhan menciptakan saya?

2. Apakah ada tugas khusus buat saya?

3. Apakah yang bisa saya lakukan agar Tuhan senang?

4. Dimanakah saya ditempatkan Tuhan?

5. Apakah buah-buah hidup saya?

6. Kemanakah arah hidup saya?

7. Apakah talenta bakat saya?

8. Apakah nilai-nilai hidup saya?

9. Bagaimana cara saya bisa maksimal?

10. Apa yang saya inginkan terjadi diakhir hidup nanti?

Dan ketika saya telah menjawabnya. Tiba-tiba, saya merasakan telah menemukan arti sesungguhnya dari sebuah kemenangan yang sejati! Kemenangan yang telah dialami oleh Kristus. Itu yang sedang saya alami sekarang ini. Bagaimana dengan Anda?


Sumber

1 komentar: