5. Umur Bumi dan Ukuran Carbon

Mengapakah penting untuk mengetahui umur Bumi?

Di sepanjang sejarah Alkitab sampai ke abad 19, hampir semua orang di seluruh dunia percaya bahwa bumi dan alam semesta adalah muda, yaitu di bawah umur 20.000 tahun. Namun dengan munculnya dua teori penting pada abad 19, dunia ilmu pengetahuan dan dunia teologia Gereja telah mengalami suatu revolusi dan tantangan besar berkaitan dengan asal usul kosmos, kehidupan dan umur alam.

  • Tantangan pertama muncul di dunia geologi, yang dinamakan uniformitarianisme dan dipopulerkan oleh Sir Charles Lyell. Lyell mengajarkan bahwa ada kolom geologis yang terdiri dari jutaan lapis tanah dan batu yang diletakkan secara perlahan-lahan selama milyaran tahun satu di atas yang lain secara uniform (seragam/sama persis).
  • Tantangan kedua muncul di dunia biologi, yang dinamakan teori evolusi dan dipopulerkan oleh Dr. Charles Darwin.  Darwin telah mengajarkan bahwa makhluk-makhluk telah mengalami perubahan-perubahan, secara kecil-kecilan, selama milyaran tahun, dari yang sederhana sampai kepada yang rumit, lewat proses seleksi alam. Buktinya, kata Darwin, adalah fosil-fosil yang dapat ditemukan dalam lapisan-lapisan batu di kolom geologis yang menunjukkan perubahan dari spesis satu kepada spesis lain.

Kedua teori pada pertengahan abad 19 itu telah bersama-sama menggoncangkan dunia Gereja yang tidak tahu bagaimana menghadapi dampak dari pengajaran yang menyatakan bahwa semua kehidupan di bumi ada sebagai hasil proses yang terjadi secara acak, secara kimiawi dan biologis tanpa adanya campur tangan Tuhan. Bahkan proses itu telah berlangsung selama milyaran tahun, secara kebetulan, sehingga umur bumi dinyatakan bukan puluhan ribu tahun seperti yang diajarkan dalam Alkitab, melainkan milyaran tahun.

Perlawanan antara falsafah Darwinisme dan Alkitab itu menyebabkan ratusan juta orang Kristen, khususnya kaum muda, meninggalkan imannya. Mereka memilih untuk percaya ilmuwan atheis daripada ilmuwan yang percaya Alkitab. Inilah sebabnya terjadi penghancuran dalam iman Kristiani dan moralitas masyarakat di Dunia Barat selama 100 tahun belakangan ini.

Mengamati seluruh situasi dan sejarah ini, sangatlah penting untuk kita mengetahui umur bumi dan alam semesta yang sebenarnya. Kita melihat bahwa kebenaran Alkitab sedang dipertaruhkan, ditantang dan dilawan. Itu sebabnya, memahami bukti-bukti ilmiah yang sesungguhnya mendukung bahwa bumi adalah muda akan menjadikan pondasi iman kita lebih kuat dan kita bisa mulai merebut kembali jiwa-jiwa yang dibelenggu oleh “orang yang kuat” karena kita di pihak Dia “yang lebih kuat” (Luk. 11:21-22).

Evolusi-Mikro dan Evolusi-Makro

Beberapa bulan depan kita akan memeriksa dengan lebih teliti tentang perbedaan evolusi-mikro dan evolusi-makro, namun penting untuk kita mengerti perbedaannya secara singkat dalam diskusi bulan ini.

Evolusi-mikro adalah perubahan kecil-kecilan berdasarkan kapasitas variasi menurut isi DNA dalam sel-sel kita. Evolusi-mikro muncul secara nyata di mana-mana, misalnya, manusia. Manusia memiliki banyak sekali variasi, suku, corak, warna kulit, mata dan rambut, ukuran ketebalan tulang, tinggi dsb. Namun manusia selalu menghasilkan manusia sebagai keturunannya. Demikian halnya dengan segala jenis (genera) makhluk hidup lainnya. Banyak variasi anjing, tetapi anjing selalu menghasilkan anjing. Banyak variasi kucing, tetapi kucing selalu menghasilkan kucing. Kucing tidak pernah melahirkan anjing atau tikus. Kucing hanya menghasilkan kucing. Inilah evolusi-mikro. Di seluruh kolom geologis dan catatan fosil, evolusi-mikro sangat nyata sebagaimana dalam dunia nyata masa kini. Evolusi-mikro ini sejalan/konsisten dengan pernyataan Firman Tuhan.

Evolusi-makro adalah falsafah dan teori bahwa dalam jangka waktu yang cukup panjang, atau dengan kata lain, perubahan-perubahan kecil selama milyaran tahun dapat menghasilkan jenis (genera) yang baru. Misalnya, ikan berubah menjadi amfibi (salamander), yang berubah menjadi reptilia (kadal), yang berubah menjadi mamalia (babi), yang berubah menjadi mamalia air (ikan paus). Evolusi-makro tidak pernah diamati ataupun terbukti dalam dunia fosil atau dunia hidup. Evolusi-makro yang biasa disebut evolusi atau Darwinisme sebenarnya hanya ada dalam alam pikiran manusia, yang diwarnai penolakan akan adanya Pribadi Pencipta.

Hukum Probabilitas

Oleh karena paham evolusi-makro hanya dapat diterima jika memang umur bumi adalah sangat-sangat tua (milyaran tahun), maka ilmuwan-ilmuwan yang anti-Allah, anti-Alkitab, harus mencari bukti bahwa bumi adalah tua sekali. Tanpa membuktikan jangka waktu milyaran tahun ini, teori mereka gagal, karena tanpa milyaran tahun proses evolusi yang menghasilkan jenis makhluk hidup yang baru tidak mungkin terjadi. Prof. Chandra Wickramasinghe dan Prof. Sir Fred Hoyle, keduanya pemenang Nobel dalam bidang matematika, berkata bahwa kemungkinan evolusi telah terjadi dalam milyaran tahun adalah sama mungkin seorang buta ditugaskan menemukan bola kecil berwarna kuning di dalam alam semesta yang penuh dengan milyaran bola kecil berwarna putih. Si buta diberi waktu 5 menit saja untuk menemukan satu bola kuning tersebut. Wickramasinghe dan Hoyle juga mengadakan perhitungan tentang kemungkinan satu perubahan sel terjadi (kemungkinan yang dapat membuktikan teori tentang proses seleksi alam dan evolusi-makro) sehingga terjadi perubahan dari satu makhluk kepada makhluk yang lain, dan hasilnya adalah satu dari 1040.000. Apa artinya?

Mari kita lihat angka 10 dengan 40.000 x 0 di belakangnya:
1000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000..........

Ini baru 10100 – harus ada 400x lebih banyak “0” baru lengkap sebagai satu kemungkinan dalam 1040.000! Inilah kemungkinan satu perubahan sel saja, yang setelah jangka waktu sekian lama, menurut teori Darwinisme akan menghasilkan perubahan jenis makhluk hidup. Artinya, untuk satu makhluk berubah dari satu makhluk kepada makhluk yang lain akan diperlukan milyaran perubahan yang masing-masing sama mustahil! Wickramasinghe dan Hoyle, kedua pemenang Nobel itu, menegaskan bahwa tidak ada cukup waktu untuk teori evolusi dapat menghasilkan kehidupan di bumi. Hukum Probabilitas menyatakan bahwa tidak ada kemungkinan yang realistis sedikit pun bagi evolusi untuk dapat menghasilkan kehidupan yang paling sederhana sekalipun, apa lagi makhluk kehidupan yang lebih rumit.

Ternyata manusia akan memerlukan iman luar biasa untuk percaya paham evolusi yang mustahil ini!

Evolusi Memerlukan Milyaran Tahun
Karena segala kemustahilan proses evolusi ini, maka sahabat terdekat paham evolusi-makro adalah waktu, yaitu waktu yang panjang sekali! Oleh karena itu, ilmuwan-ilmuwan anti-Allah dan anti-Alkitab berupaya menghasilkan umur-umur dalam metode penanggalan yang sangat panjang supaya teori mereka dapat diterima. Selalu nyata bahwa usaha mereka adalah anti-Allah dan anti-kebenaran. Rasul Paulus (1Timotius 6:20-21), telah menasihati kita agar menghindari:

“...omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman.”

Paham evolusi-makro adalah salah satu usaha Iblis untuk merusak iman kita supaya kita juga menyimpang dari iman. Syukulah bahwa kebenaran adalah kebenaran dan kita tidak perlu takut terhadap kebenaran. Kebenaran akan memerdekakan kita dan kebenaran dalam ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa bumi adalah muda dan tidak tua. Namun, kita berhadapan dengan tipu daya kuasa kegelapan yang berusaha meyakinkan dunia bahwa bumi ini adalah sangat tua. Mari kita melihat beberapa metode yang dipakai para ilmuwan untuk membuktikan bahwa alam semesta berusia sangat tua bahkan milyaran tahun.

Metode Carbon-14 atau Radiocarbon

Metode yang paling umum dikenal adalah metode Carbon-14 yang biasa ditulis 14C. Metode ini sebenarnya tidak dapat dipakai untuk mengukur umur batu-batuan atau lapisan-lapisan sedimen. Metode 14C hanya dapat dipakai untuk menghitung umur bahan organik mulai dari meninggalnya bahan organik tersebut. Ada beberapa hal yang kita perlu ketahui:

  • 14C terus-menerus diciptakan dalam lapisan atas atmosfer bumi melalui masuknya sinar kosmik 14N (Nitrogen-14). Oleh karenanya ratio 14C dan 14N di atmosfer bumi adalah stabil.
  • Organisme-organisme yang hidup terus-menerus menukarkan zat Carbon dan Nitrogen dengan atmosfer melalui proses bernafas, makan, dan fotosintesis. Selama organisme itu hidup, dia akan memiliki ratio 14C ke 14N yang sama dengan yang ada di atmosfer.
  • Ketika suatu organisme meninggal, 14C merosot kembali menjadi 14N, dengan proses setengah-umur 5.730 tahun, yaitu lamanya 50% bahannya merosot. Dengan mengukur kadar 14C dalam bahan organik yang sudah mati kita dapat menghitung berapa lama organisme itu sudah mati, asalkan tidak ada kontaminasi data.
  • Penanggalan Radiocarbon biasa dikalkulasi dari bahan organik seperti tulang-tulang, gigi, batubara, kayu yang difosilkan, dan kerang-kerang.
  • Karena setengah-umur 14C sangatlah pendek, dan kemungkinan terjadi pencucian bahannya atau pencemaran proses itu sangatlah tinggi, maka ada ilmuwan-ilmuwan yang mengemukakan bahwa metode 14C ini hanya dapat diandalkan untuk bahan organik yang di bawah umur 3.000 tahun.

Penyelidikan oleh berbagai ilmuwan seperti W.F. Libby (Radio Carbon Dating), R. E. Lingenfelter (Reviews of Geophysics, Vol. 1), H. E. Seuss (Journal of Geophysical Research, Vol. 70), V. R. Switzur (Science, Vol. 157) dan  Melvin Cook (Creation Research Society Quarterly, Vol. 5) telah membuktikan bahwa ratio 14C/12C belum mencapai kestabilan (steady-rate) dan sesungguhnya masih meningkat kecepatannya sehingga ukuran lewat 3.000 tahun adalah tidak stabil dan tidak dapat diandalkan. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa untuk kembali kepada saat kadar karbon mencapai nol maka hanya diperlukan waktu 10.000 tahun saja. Artinya proses penghancuran, kematian dan pemerosotan 14C/12C di bumi dengan kuat menunjukkan bahwa tidak pernah terjadi kematian sebelum 10.000 tahun lalu di bumi!! Ini sangat bertentangan dengan paham evolusi-makro, namun justru persis sesuai dengan data yang ada di dalam Alkitab yang menyatakan bahwa kematian pertama yang terjadi di bumi, yaitu di zaman Adam dan Hawa, adalah sekitar 6.000 tahun lalu.

Roma 5:;12, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.”

Kejanggalan perhitungan umur-umur fosil dengan sistem 14C/12C ini terlihat jelas dari contoh berikut ini yang menunjukkan perbedaan umur bila metode-metode yang lain dipakai. Kerangka manusia yang ditemukan di Sunnyvale, California, diperkirakan berumur 70.000 tahun dengan metode aspartic acid racemization (World Archaeology, Vol.7,1975,p.160). Umur itu direvisi pada tahun 1981 ketika metode isotop Uranium-Timah (U-Pb) menghasilkan umur antara 8.300-9.000 tahun (Science, Vol.213, 28 August,1981,p.1003), lalu direvisi kembali pada tahun 1983 dengan menggunakan metode 14C dengan empat contoh dari kerangka yang sama yang menghasilkan umur antara 3.500-5.000 years (Science, Vol.220,17June,1983,p.1271).

Metode 14C justru, akhirnya, lebih meneguhkan kebenaran bahwa catatan sejarah Alkitab adalah metode penghitungan umur yang paling akurat!

Banyak orang tertipu karena penggunaan Metode 14C

Sebelum metode-metode Radiometrik ditemukan dan menjadi populer, metode andalan ilmuwan adalah 14C. Walaupun ilmuwan-ilmuwan sudah tahu bahwa metode itu adalah cacat, namun sistem itu dipakai dengan penyeleksian data yang sangat cermat, sehingga sebenarnya penelitian ini menjadi tidak valid dan tidak dapat dipercaya hasilnya. Semua data yang tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan dibuang dan dianggap cacat, sedangkan hasil yang sesuai dengan apa yang dicari dan diinginkan dikemukakan seolah-olah sudah pasti.

Akibatnya adalah umur-umur muda dibuang dan hanya data umur tua yang dipertahankan. Sistem selektif seperti ini telah menipu banyak sekali orang, hingga mereka yakin bahwa ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa umur-umur fosil, lapisan batu-batuan dsb sudah berumur ratusan juta, bahkan milyaran tahun.

Dulu kita diberitahu bahwa fossil fuel seperti minyak bumi (fosil-fosil makhluk laut) dan batubara (fosil-fosil tanamana darat) adalah hasil proses pembentukan yang memakan waktu selama ratusan juta tahun. Ini adalah salah satu hasil perhitungan 14C yang telah menipu begitu banyak orang selama seratus tahun. Kini kita tahu bahwa minyak dan batubara dapat dibentuk dalam waktu yang sangat pendek, misalnya sampah rumah tangga dapat diproses menjadi minyak yang dipakai dalam alat pemanas rumah. Ilmuwan Inggris, sejak 30 tahun yang lalu dapat mengubah sampah rumah tangga menjadi bahan bakar. “Kami sedang lakukan dalam 10 menit apa yang dikerjakan alam dalam 150 juta tahun”, kata Noel McAuliffe dari Universitas Manchester (Sentinel Star, 2/26/1982).

The Petroleum Exploration Society of Australia Nov.24,1996, hal.6-12 setelah melakukan berbagai uji-coba melaporkan, “Dasarnya – akumulasi dalam jumlah ekonomik dari minyak dan gas dapat dihasilkan dalam ribuan tahun saja dalam lembah sedimenter yang telah mengalami cairan panas selama masa yang sama.” Discover Magazine, 4/6/2006, hal.46 dalam artikel yang berjudul Anything Into Oil menemukan bahwa “isi perut kalkun, bagian-bagian mobil yang hancur, bahkan kotoran wc dapat saja dimasukkan ke dalam ujung yang satu mesin pengolah lalu keluar di ujung yang lain sebagai emas hitam (minyak) ... dua jam kemudian.” Saat ini, hasil olahan semacam ini dinamakan biofuel.

Air Bah penyebab Fosil, Minyak dan Batubara

Kini sudah terbukti bahwa kita tidak memerlukan ratusan ribu atau jutaan tahun untuk menghasilkan kolom geologis dengan fosil-fosilnya, atau minyak dan batubara. Yang lebih menentukan adalah bencana, tekanan, panas dan penguburan dengan mendadak atau dengan cepat sekali. Ada banyak sekali contoh tentang minyak dan batubara yang dihasilkan dalam hanya puluhan tahun saja secara alam.

Suatu pertanyaan penting adalah mekanisme apa yang dapat menguburkan begitu banyak makhluk laut secara mendadak dan bersamaan, sehingga kemudian ditemukan sebagai minyak bumi, dan peristiwa apa yang menguburkan begitu banyak tanaman secara mendadak dan bersamaan, sehingga kemudian ditemukan sebagai batubara? Fenomena itu terjadi secara global di setiap benua. Hanya ada satu peristiwa dalam sejarah bumi yang dapat menghasilkan semuanya itu, dan itulah air bah dan bencana global yang terjadi di zaman Nuh pada 4.500 tahun yang lalu.

Makin banyak hal yang ditemukan dalam ilmu pengetahuan, dan sesungguhnya, ini berarti Alkitab makin terbukti sebagai benar dan tidak salah. Alkitab adalah andalan kita karena isinya sungguh sesuai dengan fakta-fakta ilmu pengetahuan, dan sejarahnya ditulis oleh saksi mata segala peristiwa sejak penciptaan alam semesta hingga hari ini.

Sumber

1 komentar: