Pacaran Beda Iman Menurut Alkitab

Update:

Silakan buka penjelasan ini di youtube https://www.youtube.com/watch?v=f3-1qfwNSZY

Baca juga kesaksian dari saudara kita di http://www.tanyaalkitab.com/2017/03/kesaksian-pacaran-beda-agama.html

Dasar Firman Tuhan

Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya membaca dulu tulisan yang sebelumnya pernah dibuat, yaitu tentang Pacaran Sesuai dengan Firman Tuhan dan Mengapa Harus Pacaran yang Kudus. Pertanyaan tentang pacaran beda iman atau pacaran beda agama sepertinya merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan, dan jawabannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karena walaupun sudah jelas apa yang tertulis di Alkitab, masih banyak orang yang tidak setuju. Ada satu bagian dalam Alkitab yang menjelaskan tentang hal ini, yaitu dalam 2 Korintus 6:14-15.

2 Korintus 6:14-15, Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?

Pesan dari ayat ini jelas, bahwa dalam memilih pasangan hidup, kita harus memiliki pasangan yang satu iman.

Apa artinya satu iman?

Satu iman yang dimaksudkan di sini adalah satu iman dalam Yesus Kristus. Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pribadinya, bisa dikatakan sebagai orang yang memiliki satu iman, selain daripada iman kepada Yesus Kristus berarti berbeda.

Alasan mengapa harus mempunyai pasangan yang satu iman

Selain memang kita menuruti apa kata alkitab tentang pasangan yang seiman, ternyata firman ini mempunyai alasan yang jelas. Kalau kita lihat dari sejarah bangsa Israel, mereka seringkali jatuh pada penyembahan berhala karena pasangan mereka yang tidak seiman, yaitu pasangan dari bangsa lain. Padahal Tuhan sudah berfirman agar mereka tidak mengambil pasangan dari bangsa lain selain bangsa Israel agar mereka tidak turut menyembah allah - allah bangsa lain. Raja Salomo pun yang dikatakan sebagai orang yang paling bijak ternyata jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala pada akhir hidupnya (1 Raja2 11:1-13). Kalau Salomo yang begitu bijak saja bisa jatuh dalam dosa penyembahan berhala karena istri - istrinya, bagaimana dengan kita?

Alasan lain adalah karena dalam suatu hubungan pernikahan, bukan hanya sekedar tentang cinta antara seorang laki - laki dan seorang perempuan, tetapi juga tentang bagaimana hubungan tersebut mempunyai dasar yang teguh, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Seperti kapal yang tidak boleh mempunyai dua orang Nakhoda, demikian juga hubungan pernikahan yang tidak boleh berdasarkan dua iman yang berbeda karena nantinya tidak mempunyai arah yang jelas. Lagipula saya yakin setiap dari kita pasti menginginkan pasangan kita, yang adalah orang yang paling dekat dengan kita di dunia ini juga diselamatkan oleh Yesus Kristus. Hubungan yang tidak dilandaskan oleh kasih kepada Yesus Kristus sangatlah berbahaya, oleh karena itu baiklah kita mempunyai pasangan yang satu iman, iman dalam Yesus Kristus.

Kan Yesus mengasihi semua orang, kok hanya boleh sama yang satu iman?

Ya, benar sekali bahwa Yesus mengasihi semua orang dan ingin semua orang diselamatkan, oleh karena itu kita harus mengasihi semua orang tanpa terkecuali. Bertemanlah dengan siapa saja agar kasih Kristus dalam diri kita dapat terpancar kepada semua orang, namun dalam masalah memilih pasangan hidup firman Tuhan katakan mutlak harus satu iman.

Kalau hanya pacaran saja dan tidak untuk menikah bagaimana?

Sebagai orang Kristen, hubungan pacaran harus memiliki tujuan utama yaitu "pernikahan". Pacaran merupakan proses pengenalan antara pria dan wanita yang berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan keluarga yaitu pernikahan. Jadi jika tujuan pacaran bukanlah pernikahan, ada baiknya hanya berteman saja daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya.

Kalau sudah terlanjur pacaran dengan yang beda iman bagaimana?

Yang menjadi masalah tentu jika memang sudah terlanjur pacaran beda iman. Saya hanya bisa bilang, break dulu hubungannya, buat dia satu iman dulu kalau benar - benar mau sama dia, lalu pacaran lagi kalau memang sudah satu iman. Kalau memang tidak bisa menjadi satu iman maka lebih baik ditinggalkan dan mencari yang satu iman. Memang terkesan seperti memaksa, tetapi jika memang mau dengan orang tersebut ya memang harus seperti itu karena kita mutlak harus mempunyai pasangan yang satu iman, ingat dalam amanat agung Tuhan Yesus Kristus?

Matius 28:19, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Dengan demikian selain kita mendapatkan pasangan yang seiman, kita juga turut memenuhi amanat agung ini.

Jika dia mau ikut kita bagaimana?

Pada dasarnya adalah pastikan dia benar - benar percaya dan mengalami Yesus terlebih dahulu, baru pacaran. Jangan sampai dia ikut agama Kristen karena mau bersama dengan kita saja, karena menurut saya bukan status sebagai Kristen yang penting, yang penting adalah bagaimana seseorang tersebut telah mengenal dan mengalami Yesus sehingga percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Percuma seseorang pindah agama Kristen kalau tidak mengenal Yesus terlebih dahulu. Memang terdengar sedikit sulit, oleh karena itu disarankan untuk memilih pasangan yang memang sudah mengenal dan mengalami Yesus. Jangan hanya melihat dari rupa saja, tetapi juga bagaimana imannya terhadap Yesus Kristus.

Bagaimana dengan orang yang sudah menikah dan beda iman?

1 Korintus 7:12-13 Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.

Matius 19:6, Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Banyak orang yang memakai dua ayat di atas untuk “sengaja” menikah dengan yang orang yang beda iman dan bilang kalau dia sudah terlanjur menikah dan berkata tidak apa – apa karena pasangannya mau hidup dengan dia. Ini merupakan hal yang sangat ironis. Orang yang sudah tahu kebenaran seharusnya tidak akan menikah dengan orang yang beda iman. Ayat dia atas bukanlah untuk membenarkan untuk menikah dengan orang yang beda iman, melainkan untuk pasangan orang yang sama – sama belum percaya lalu salah satunya menjadi percaya kepada Kristus. Jadi beda iman di sini terjadi bukan sebelum menikah, melainkan setelah menikah karena salah satunya menjadi percaya. Tapi sekali lagi, untuk orang – orang yang mengalami masalah demikian, doakan dan bawalah pasanganmu agar dapat bersama – sama hidup di dalam terang kasih Kristus.

Banyak yang berkata “Enak dong yang sudah terlanjur menikah beda iman, mereka jadi boleh.” Pertanyaan yang sungguh ironis. Tidak ada pernikahan yang lebih indah daripada pernikahan ilahi, pernikahan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Jika pernikahan kita tidak di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka pasti ada sesuatu yang kurang. Kita seharusnya kasihan kepada mereka yang sudah terlanjur menikah beda iman karena mereka tidak bisa merasakan pernikahan ilahi di dalam Tuhan Yesus Kristus, bukannya malah iri. “Tapi sepertinya mereka terlihat bahagia.” Yang kelihatan dari luar bisa saja berbeda dengan apa yang terjadi sebenarnya. Tidak ada yang lebih indah dan berbahagia dibandingkan dengan mereka yang menikah di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Sepertinya sulit sekali untuk mendapatkan yang satu iman

Mungkin banyak yang mengalami sepertinya kok malah orang dari agama lain yang dekat dengan kita, kalau itu ya jelas saja, karena kita bukanlah mayoritas di negara kita Indonesia tercinta ini, oleh karena itu kemungkinan untuk dekat dengan yang satu iman dengan kita mungkin kecil. Apakah tidak mungkin untuk orang yang selalu dekat dengan yang tidak seiman untuk mendapatkan sangan yang seiman? Tenang saja, coba perluas pergaulan, jangan pernah menghindar dari persekutuan, tetap percaya bahwa Tuhan pasti memberikan pasangan yang terbaik untuk kita yang sesuai dengan kehendak-Nya. Kehendak-Nya adalah supaya kita mendapatkan pasangan hidup yang benar - benar seimbang dengan kita. Jangan ada lagi kompromi, percaya pada janji Tuhan. Jesus Bless Us.

Terakhir, ini ada jawaban dari pertanyaan yang selanjutnya sering diajukan, silakan baca Bagaimana Jika Sudah Terlanjur Sayang? Semoga Tuhan Yesus membukakan hati kita semua agar senantiasa turut di dalam Firman-Nya.

-N.L.H-

185 komentar:

  1. Emm .. sy stuju bhw perceraian itu tdk ada dlm kamus Alkitab. Tp klw utk yg sdh trlanjur menikah bs dkatakan jgn brcerai dgn prnyataan bhw Tuhan sdh pny rencana yg indah utk hub itu, ku pkir bs mnimbulkan mslh baru. krn klw bgitu, yg msh dlm hub pcrn bs aj m'bnarkan diri klo Tuhan jg pny rncana yg indah flm hubny sampe2 dy ga kuat utk mlepaskan kekasih hatiny yg beda iman dan dy hrs merid utk mlihat rncana itu. Bisa saja (( :

    BalasHapus
  2. Matius 28:19, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus

    kalimat itu dibantah oleh pacar saya min..
    he said: kita bukan Bangsa dari Murid2 nya. :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. putuskan saja pacarmu.... Tuhan lebih penting dari pacar, karena Tuhan yang menciptakan pacarmu :D

      Hapus
    2. Dari awal baca udah ketauan, pasti pacarnya beda keyakinan yah? Mumpung masih batas pacaran, ditinggalkan aja...

      Hapus
    3. PERNIKAHAN KRISTEN DENGAN NON KRISTEN

      “But I Love Him!” – God’s Will for Whom You Marry (Malachi 2:10-12)
      P. T. Barnum made a fortune based on his philosophy, “There is a sucker born every minute.” Con artists have always thrived on schemes to bilk unsuspecting people out of their money. Sometimes they have to invent new tricks and find new people, but they manage to do a thriving business.
      Our enemy, Satan, has a con game that he has used for centuries. He never changes it, but it still works like a charm. He uses it to wreak havoc among God’s people and to thwart God’s work. The scheme is so simple that you would think that even the most naïve of God’s people would have caught on by now, but they haven’t. What is Satan’s ingenious con game? To get God’s people to marry unbelievers.
      I have seen spiritually vibrant young people throw their lives away by marrying unbelievers. Usually, it seems to be Christian young women who marry unbelieving men, although occasionally the pattern is reversed. When you ask why they are doing this, you hear rationalizations, such as:
      “I love him, and love is what matters the most.”
      “He promises to go to church with me and the children.”
      “If I break up with him, he won’t have anyone to lead him to Christ. Besides, I’m sure that he’s going to become a Christian.”
      “I’ve prayed about it and feel a peace that this is God’s will.”
      I want you to hear me loud and clear: It is never God’s will for a Christian to marry a non-Christian! Period!! No exceptions!! You should no more pray about marrying a non-Christian than you should pray about whether it is God’s will for you to commit adultery or murder your neighbor. God has made it abundantly plain that it is sin for His children to marry an unbeliever. It is never God’s will for you to sin!
      Someone may be thinking, “But I know of cases where a believer married an unbeliever and everything has turned out fine. The unbeliever came to faith in Christ and today they have a fine Christian family.” Yes, God is often gracious in using even our sins for good when we repent. I’ve heard of people who tried to commit suicide, but God spared their lives and saved them. But that should not encourage us to sin that grace may abound!
      For a believer to marry an unbeliever is to sin grievously against God and God’s people.
      That is the message of Malachi 2:10-12. As we saw last week, the priests had failed to live and teach God’s truth, causing many to stumble. From the contemporaneous books of Ezra (9, 10) and Nehemiah (13:23-29) we learn that one of the ways the priests had set a bad example and thus had led the people astray was in this sin of marrying foreign women who did not follow the Lord. In fact, they were even divorcing their Jewish wives to marry these foreign women (Mal. 2:13-16). Through the prophet, the Lord warns His people against the sins of marrying unbelievers and divorce.
      1. For a believer to marry an unbeliever is to sin grievously against God.
      Our text unfolds four aspects of this sin:

      Hapus
    4. A. Marrying an unbeliever is a grievous sin against the God who made us His people.
      “Father” may refer to Abraham (Calvin), but probably it refers to God, who is the Father of the Jewish nation as His chosen people (1:6). He created and formed the nation (Isa. 43:1), not only in the sense that He created all people, but also in the sense that Israel was to be a special people for His possession. He entered into a covenant with the fathers of the nation, singling them out from all others on earth. As their all-wise heavenly Father, God has the right to tell His people whom they can and cannot marry.
      If you know Jesus Christ as Savior and Lord, you are not your own. You have been bought with the blood of Christ. You are only free to marry as the Lord directs in His Word. As I’ll show in a moment, He does not leave room for doubt. His will is always that you marry a believer, not an unbeliever.
      B. Marrying an unbeliever is a grievous sin against the God who wants His people to be holy (separate) unto Him.
      God is holy, meaning that He is totally separate from sin. He calls His people to be holy also (Lev. 19:2; 1 Pet. 1:16; plus many others). Here the Lord charges Judah with profaning the covenant (2:10) and the sanctuary (2:11), literally, “the holy thing.” This probably refers to the people themselves. God had said that He would dwell among them and they would be His people (Lev. 26:11-12). By marrying those who worshiped foreign gods, the Jews had defiled themselves as God’s dwelling place.
      You may think that marrying an unbeliever is unwise, or perhaps a minor sin. But God calls it an abomination (2:11). That Hebrew word is used elsewhere to refer to idolatry, witchcraft, sacrificing children to idols, and to homosexuality (Deut. 13:14; 18:9-12; Lev. 18:22). It is not a gray area!
      To underscore how grievous this sin is to the Lord, I want to take you on a quick tour through the biblical witness against it. The principle runs throughout the Bible: God wants His people to be separate from unbelievers in life’s important relationships. Throughout history Satan has used marriage to unbelievers to turn the Lord’s people from devotion to Him.
      In Genesis 6, however you interpret “sons of God,” the point is the same. Satan used wrongful marriage to corrupt the human race, leading to the judgment of the flood. In Genesis 24:1-4, Abraham made his servant swear by the Lord that he would not take a wife for Isaac from the Canaanites. Two generations later, the godless Esau married two unbelieving wives. It is emphasized repeatedly (Gen. 26:34-35; 27:46; 28:8) that these women brought grief to Isaac and Rebekah. Later (Gen. 34) Jacob’s daughter, Dinah, got involved with a Canaanite man. His people invited Jacob’s sons to intermarry with them and live among them (Gen. 34:9). Later, Jacob’s son, Judah, married a Canaanite woman and began to live like a Canaanite (Gen. 38).
      If Israel had continued to intermarry with the Canaanites, it would have sabotaged God’s plan to make a great nation out of Abraham’s descendants and to bless all nations through them. So God sovereignly had Joseph sold into slavery in Egypt, resulting in the whole family of Jacob moving there, where they eventually became slaves for 400 years. This drastic treatment solidified the people as a separate nation and prevented them from intermarriage with the heathen.
      Later, through Moses, God warned the people not to intermarry with the people of the land (Exod. 34:12-16; Deut. 7:1-5). One of the most formidable enemies that Moses had to face was Balaam, who counseled Balak, king of Moab, against Israel. God prevented Balaam from cursing Israel. But Balaam counseled Balak with an insidious plan: Corrupt the people whom you cannot curse. Get them to marry your Moabite women. The plan inflicted much damage, until Phinehas took bold action to stop the plague on Israel (Num. 25:1-9).

      Hapus
    5. Throughout Israel’s history, marriage to heathen women created problems. Samson’s ministry was nullified through his involvement with Philistine women (Judges 16:4-22). Solomon’s idolatrous foreign wives turned his heart away from the Lord (1 Kings 11:1-8). The wicked Jezebel, a foreign idolater, established Baal worship during the reign of her weak Jewish husband, Ahab (1 Kings 16:29-22:40).
      Jehoshaphat, who was otherwise a godly king, nearly ruined the nation by joining his son in marriage to Athaliah, daughter of Ahab and Jezebel (1 Chron. 18:1). The terrible effects of this sin did not come to the surface during Jehoshaphat’s lifetime. His son, Jehoram, who married Athaliah, slaughtered all of his brothers and turned the nation to idolatry. God struck him with disease and he died after eight years in office. His son Ahaziah became king and lasted one year before being murdered.
      Then the wicked Athaliah made her move. She slaughtered all her own grandsons (except one, who was hidden) and ruled in wickedness for six years. The Davidic line, from which Christ would be born, came within a hair’s breadth, humanly speaking, of being annihilated because of Jehoshaphat’s sin of marrying his son to an unbelieving woman (1 Chron. 17:1-23:15)!
      After the captivity, when Ezra heard that some of the returned remnant had married women of the land, he tore his garment, pulled some of the hair from his head and beard, and sat down appalled. This was followed by a time of national mourning and repentance (Ezra 9 & 10). Just a few years later, Nehemiah discovered that some Jews had married Canaanite women. He contended with them, pronounced a curse on them, struck some of them, and pulled out their hair, calling their actions “a great evil” (Neh. 13:23-29)! One of the priests had married the daughter of Sanballat, one of Nehemiah’s chief enemies in the project of rebuilding the walls of Jerusalem. Malachi’s ministry fits into Nehemiah’s time or shortly after.
      The New Testament is equally clear: “Do not be bound together with unbelievers; for what partnership have righteousness and lawlessness, or what fellowship has light with darkness? Or what harmony has Christ with Belial, or what has a believer in common with an unbeliever? Or what agreement has the temple of God with idols? For we are the temple of the living God” (2 Cor. 6:14-16a).
      When Paul gave instructions for those in Corinth who were married to unbelievers (1 Cor. 7:12-16), he was not endorsing entering such a marriage. Rather, he was giving counsel to those who had become believers after marriage, but whose spouses had not. In 1 Corinthians 7:39 the apostle gives a clear word concerning entering a new marriage: “A wife is bound as long as her husband lives; but if her husband is dead, she is free to be married to whom she wishes, only in the Lord” (emphasis mine).
      My point is, there is a principle that runs throughout the Bible: God wants His people to be set apart unto Him. This especially applies to the major life decision of whom you marry. It never is His will for His people to join in marriage to unbelievers.
      Thus for a believer to marry an unbeliever is to sin grievously against the God who made His people, who calls them to be holy.
      C. Marrying an unbeliever is a grievous sin against the God who loves His people.
      “Judah has profaned the sanctuary of the Lord which He loves” (2:11). Remember the theme of Malachi, “I have loved you,” says the Lord (1:2). It is because of His love that God sets forth such strong standards of holiness for His people. Sin always causes damage. Holiness brings great joy.

      Hapus
    6. We often forget that God’s motive behind all of His actions toward us is, He loves us! We’re like rebellious children, who don’t want to eat nutritious food or brush our teeth. So we run away from home, where we can eat all the junk food we want and never brush our teeth. After the first few days of this “freedom,” we defiantly say, “See, I’m still healthy, my teeth haven’t rotted and fallen out like my mother said, and I’m having a great time! My mother was wrong!” Just wait!
      Satan always tempts you with the promise of immediate gratification and the lie that God really doesn’t love you or He wouldn’t keep you from all this pleasure. Here’s how this works: You know that God doesn’t want you to marry an unbeliever, but then the most adorable hunk asks you out. You hesitate, but then rationalize, “What can one date hurt?” Besides, your phone hasn’t been ringing with Christian guys asking you out. So you say yes, you’ll go out to dinner. You plan to witness to him, but the opportunity just doesn’t come up.
      You’re pleasantly surprised that he isn’t a rude, crude pagan, as you’d been led to think all unbelievers would be. He’s a decent, caring, sensible young man. So you go out again and again. Then, there’s a polite goodnight kiss at the door. Your feelings for him are growing stronger. The kisses become more passionate, and they feel good. You feel loved and special. Soon, your physical involvement has gone too far and your conscience bothers you. But you brush it aside, thinking, “He’s going to become a Christian and we’ll get married. It will all work out.”
      At the start of this subtle drift away from God was your rejection of God’s love, as expressed in His commandment for your holiness. As a Christian, you need to make an up-front surrender of your life to God, trusting that He loves you and knows what is best for you. That includes His commandment for you not to marry an unbeliever. If you don’t want to go to the altar with an unbeliever, don’t accept that first date. As Garrison Keillor has the pastor in Lake Wobegon say to young couples, “If you don’t want to go to Minneapolis, don’t get on the train!”
      D. Marrying an unbeliever is a grievous sin against the God who disciplines His people.
      God’s love is not incompatible with His discipline. In fact, it stems from it: “Whom the Lord loves, He disciplines” (Heb. 12:6). If I love my child, when he does wrong I will correct him strongly enough to deter him from taking that course of action again.
      In verse 12, there is a difficult phrase, translated, “everyone who awakes and answers” (NASB), “being awake and aware” (New KJV), or “whoever he is” (NIV). It is probably a Hebrew idiom meaning “everyone.” So the verse means, “Whoever sins by marrying an unbeliever, whether he does it defiantly or ignorantly, may he and his posterity be cut off from the covenant people of God.” God often lets us experience the natural consequences of our sins. The man who marries outside the faith is, in effect, thumbing his nose at God and God’s covenant people. So, God declares that he and his descendants will be cut off from God’s covenant people.
      It’s the principle of sowing and reaping. If you sow corn, you don’t reap peaches. If you marry an unbeliever, generally, you won’t have children who are committed to the Lord. They will see your half-hearted commitment, seen in your disobedience in marrying an unbeliever. They will also see the pleasure-oriented, materialistic lifestyle of the unbelieving parent. They will conclude, “Why commit myself fully to the Lord?”
      Thank God, there are exceptions, especially when the believing parent repents. But no one should disobey God and hope for their case to be the exception! If the believing partner thinks that he (or she) can disobey God and then “bring his offering” to take care of things, Malachi says, “Think twice!” Such offerings will be of no value. God looks for obedience, not sacrifice. Your children will suffer for your disobedience.

      Hapus
    7. This leads to the other part of Malachi’s message. For a believer to marry an unbeliever is not only to sin against God. Also,
      2. For a believer to marry an unbeliever is to sin grievously against God’s people.
      We never sin in private. Our actions are interwoven with the fabric of society. If we defile our part of the fabric, the whole fabric is affected. Malachi states that God’s people are one (2:10). To sin against God by marrying an unbeliever is to sin against our brothers and sisters in God’s family. It’s as if we’re all in the same boat and you think that you have a right to bore a hole in your part of the boat. “What’s it matter to you how I live in my part of the boat?” you ask. It matters a great deal, of course! There are three ways that you hurt other believers if you marry an unbeliever:
      A. If you marry an unbeliever, you cheapen God’s covenant in the eyes of His people.
      Malachi asks, “Why do we deal treacherously each against his brother so as to profane the covenant of our fathers?” (2:10). The Hebrew word “treachery” is related to their word for “garment” or covering. The idea is that treachery involves deceit or cover-up. To marry foreign women covered up Israel’s covenant relationship with God. When one Jew saw his neighbor act as if there were no such relationship, he would be tempted to act in a similar manner.
      That’s why I maintain that for a believer to marry an unbeliever should be a church discipline matter. If a believer marries an unbeliever and there are no consequences of being put out of the fellowship, then lonely believers in the church will think, “She seems to be happy, but I’m still lonely. No Christian guys are available. Maybe I’ll date some non-Christians like she did.” “A little leaven leavens the whole lump” (1 Cor. 5:6).
      B. If you marry an unbeliever, you link the people of God by covenant to idolaters.
      “Judah … has married the daughter of a foreign god” (2:11). The Jews had a saying, “He that marries a heathen woman is as if he made himself son-in-law to an idol” (cited by E. B. Pusey, The Minor Prophets [Baker], p. 482, in Barnes’ Notes). You may be thinking, “I would never marry a pagan idolater. Even though he isn’t especially religious, my fiancé is a decent man. He doesn’t set up statutes and bow down before them!”
      But if he doesn’t follow the Lord Jesus Christ, then he follows other gods. It may be the god of self or money or status. But he is not following the living and true God. By joining yourself to him in marriage, you link God’s people by marriage covenant to an idolater, no matter how nice a guy he may be.
      C. If you marry an unbeliever, you cheapen the meaning of commitment to the living God.
      This is the implication of verse 12. These people thought that they could disobey God on this most important matter and then cover it up with a few sacrifices and go merrily on their way. But Proverbs 15:8 says, “The sacrifice of the wicked is an abomination to the Lord.” You cannot rebel against God in an area as important as this and then go on about life among God’s people as if nothing happened, expecting God to ignore it.
      What does commitment to God mean if it does not affect life’s most significant human relationship? Apart from your relationship to Jesus Christ, nothing else matters as much as your choice of a marriage partner. If you go to church and sing, “Oh, how I love Jesus,” but go out the door and marry an unbeliever, it tells others that commitment to Christ doesn’t make a bit of difference as to how you live. You’ve greatly damaged your witness for Christ to your family and friends.

      Hapus
    8. Conclusion
      If you, as a Christian, have already married an unbeliever, then you need to sincerely repent before the Lord, grieving over the fact that you sinned against Him and His people. The true sacrifice to God is a broken and contrite heart (Ps. 51:17). Then you should follow the guidelines of 1 Corinthians 7:12-16. Paul instructs believers in mixed marriages not to initiate divorce. There is the possibility that your mate and children will come to faith in Christ through your presence. You must seek to demonstrate Christ in the home by your life, not by your sermons (see 1 Pet. 3:1-6)! You will probably reap some of the seed that you’ve sown by marrying outside of the will of God. When those seeds sprout, you need to submit to the Lord’s discipline, being careful to acknowledge that His ways are right.
      If you are currently involved in a romantic relationship with an unbeliever, break it off immediately, before you get entangled further! You have stepped into spiritual quicksand. Don’t linger and think about how good the warm mud feels between your toes! Marriage is difficult enough when both partners are committed to Christ and God’s Word. You are only heading for a life of pain if you marry an unbeliever who is living for self. You may say, “But if I break it off, how will he hear about Christ?” Line up a Christian to share the gospel with him, but break off your relationship!
      If you know a Christian who is dating an unbeliever, share this message with her or him. If you care about this person, about the Lord, and about His people, you can’t remain silent! Parents, impress on your children the importance of marrying only a person who loves and follows Jesus Christ. Pray for your children’s future mates, that they would be godly young people. Don’t fall for Satan’s age-old con game. Too much is at stake!
      Discussion Questions
      1. Why would most Christians classify adultery as a “bad” sin, but shrug their shoulders at marrying an unbeliever?
      2. Should Christian parents participate in the wedding ceremony if their Christian child marries an unbeliever? Why/why not?
      3. Should believers attend the wedding of another believer who is marrying an unbeliever? How does 1 Cor. 5:9-13 apply?
      4. Should a Christian wife with an unbelieving husband obey his wishes that she not attend church? Why/why not?

      Hapus
    9. PERNIKAHAN KRISTEN DENGAN NON KRISTEN

      PT Barnum menghasilkan banyak uang berdasarkan filosofinya, "Ada pengisap yang terlahir setiap menit." Para seniman Con terus berkembang dalam skema untuk menipu orang-orang yang tidak menaruh curiga dari uang mereka. Terkadang mereka harus menemukan trik baru dan menemukan orang baru, tapi mereka berhasil melakukan bisnis yang berkembang.
      Musuh kita, Setan, memiliki permainan yang telah dia gunakan selama berabad-abad. Dia tidak pernah mengubahnya, tapi tetap berfungsi seperti pesona. Dia menggunakannya untuk melampiaskan malapetaka di antara umat Allah dan untuk menggagalkan pekerjaan Tuhan. Skema ini sangat sederhana sehingga Anda akan berpikir bahwa bahkan orang-orang yang paling naif dari umat Tuhan sekarang pasti tertangkap sekarang, tapi ternyata tidak. Apa itu permainan konyol Setan? Agar umat Tuhan menikahi orang yang tidak beriman.
      Saya telah melihat orang-orang muda yang bersemangat secara spiritual membuang hidup mereka dengan menikahi orang-orang yang tidak percaya. Biasanya, tampaknya wanita muda Kristen yang menikahi pria yang tidak percaya, meski terkadang polanya terbalik. Ketika Anda bertanya mengapa mereka melakukan ini, Anda mendengar rasionalisasi, seperti:
      "Aku mencintainya, dan cinta adalah yang paling penting."
      "Dia berjanji untuk pergi ke gereja bersama saya dan anak-anak."
      "Jika saya putus dengan dia, dia tidak akan memiliki seseorang untuk menuntunnya kepada Kristus. Lagi pula, aku yakin dia akan menjadi seorang Kristen. "
      "Saya telah berdoa tentang hal itu dan merasakan kedamaian bahwa ini adalah kehendak Tuhan."
      Saya ingin Anda mendengar saya dengan keras dan jelas: Bukan kehendak Tuhan bagi orang Kristen untuk menikahi seorang non-Kristen! Periode!! Tidak ada pengecualian!! Anda seharusnya tidak lagi berdoa untuk menikahi seorang non-Kristen daripada Anda harus berdoa tentang apakah itu adalah kehendak Tuhan bagi Anda untuk melakukan perzinahan atau membunuh tetangga Anda. Tuhan telah membuatnya dengan sangat jelas bahwa dosa bagi anak-anak-Nya untuk dinikahi dengan orang yang tidak beriman. Tidak pernah kehendak Tuhan bagi Anda untuk berbuat dosa!
      Seseorang mungkin berpikir, "Tapi saya tahu kasus di mana seorang beriman menikahi orang yang tidak beriman dan semuanya telah baik-baik saja. Orang yang tidak beriman datang untuk percaya kepada Kristus dan hari ini mereka memiliki keluarga Kristen yang baik. "Ya, Tuhan sering mengasihimu dengan menggunakan bahkan dosa kita selamanya jika kita bertobat. Saya pernah mendengar orang-orang yang mencoba bunuh diri, tapi Tuhan menyelamatkan hidup mereka dan menyelamatkan mereka. Tapi itu seharusnya tidak mendorong kita untuk berbuat dosa sehingga kasih karunia bisa berlimpah!
      Bagi orang percaya untuk menikahi orang yang tidak beriman adalah dengan berdosa dengan murka terhadap Allah dan umat Allah.
      Itulah pesan Maleakhi 2: 10-12. Seperti yang kita lihat minggu lalu, para imam telah gagal untuk hidup dan mengajarkan kebenaran Tuhan, menyebabkan banyak orang tersandung. Dari buku-buku kontemporer Ezra (9, 10) dan Nehemia (13: 23-29) kita mengetahui bahwa salah satu cara para imam telah memberi contoh yang buruk dan dengan demikian menyesatkan orang-orang sesat dalam dosa menikahi wanita asing yang tidak mengikuti Tuhan Sebenarnya, mereka bahkan menceraikan istri Yahudi mereka untuk menikahi wanita asing ini (Mal 2: 13-16). Melalui nabi, Tuhan memperingatkan umat-Nya terhadap dosa menikahi orang-orang yang tidak percaya dan perceraian.

      Hapus
    10. 1. Karena orang percaya untuk menikahi orang yang tidak percaya adalah berdosa dengan murka terhadap Allah.
      Teks kita terbentang empat aspek dari dosa ini:
      A. Menikahi orang yang tidak beriman adalah dosa yang mengerikan terhadap Tuhan yang menjadikan kita umatNya.
      "Bapa" mungkin menunjuk pada Abraham (Calvin), tapi mungkin ini menunjuk pada Tuhan, yang adalah Bapa dari bangsa Yahudi sebagai umat pilihan-Nya (1: 6). Dia menciptakan dan membentuk bangsa (Yesaya 43: 1), tidak hanya dalam arti bahwa Dia menciptakan semua orang, tetapi juga dalam arti bahwa Israel harus menjadi orang istimewa untuk milik-Nya. Dia menandatangani sebuah perjanjian dengan para ayah bangsa, memilih mereka dari yang lainnya di bumi. Sebagai Bapa Surgawi mereka yang serba bijak, Tuhan memiliki hak untuk memberi tahu umatNya siapa yang dapat mereka dan tidak dapat mereka nikahi.
      Jika Anda mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan, Anda bukan milik Anda sendiri. Kamu telah dibeli dengan darah Kristus. Anda bebas untuk menikah sebagaimana Tuhan mengarahkan dalam FirmanNya. Seperti yang akan saya tunjukkan dalam sekejap, Dia tidak menyisakan ruang untuk keraguan. Kehendaknya selalu Anda menikahi bel saya , bukan orang yang tidak percaya.
      B. Menikahi orang yang tidak beriman adalah dosa yang pedas terhadap Tuhan yang menginginkan umatNya untuk menjadi kudus (terpisah) kepada-Nya.
      Tuhan itu suci, artinya Dia benar-benar terpisah dari dosa. Dia memanggil umatNya untuk menjadi kudus juga (Im 19: 2; 1 Pet 1:16; ditambah banyak lainnya). Di sini Tuhan menuntut Yehuda dengan mencemarkan perjanjian (2:10) dan tempat kudus (2:11), secara harfiah, "hal yang kudus." Ini mungkin menunjuk pada orang-orang itu sendiri. Tuhan telah berfirman bahwa Ia akan tinggal di antara mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya (Im 26: 11-12). Dengan menikahi orang-orang yang menyembah allah asing, orang-orang Yahudi telah menajiskan diri mereka sebagai tempat tinggal Tuhan.
      Anda mungkin berpikir bahwa menikahi orang yang tidak percaya adalah tidak bijaksana, atau mungkin dosa kecil. Tapi Tuhan menyebutnya sebagai kekejian (2:11). Kata Ibrani itu digunakan di tempat lain untuk merujuk pada penyembahan berhala, sihir, mengorbankan anak-anak kepada berhala, dan homoseksualitas (Ul 13:14; 18: 9-12; Im 18:22). Ini bukan daerah abu-abu!
      Untuk menggarisbawahi betapa menyedihkan dosa ini bagi Tuhan, saya ingin mengajak Anda melakukan tur singkat melalui kesaksian alkitabiah terhadapnya. Prinsipnya berjalan di seluruh Alkitab: Tuhan ingin umat-Nya terpisah dari orang-orang yang tidak percaya dalam hubungan penting kehidupan. Sepanjang sejarah Setan telah menggunakan pernikahan untuk orang-orang kafir untuk mengubah umat Tuhan dari pengabdian kepada-Nya.
      Dalam Kejadian 6, bagaimanapun Anda menafsirkan "anak-anak Allah", intinya adalah sama. Setan menggunakan pernikahan yang salah untuk merusak umat manusia, yang menyebabkan penghakiman atas banjir. Dalam Kejadian 24: 1-4, Abraham membuat hambanya bersumpah demi Tuhan bahwa ia tidak akan mengambil seorang istri untuk Ishak dari orang Kanaan. Dua generasi kemudian, Esau yang tidak beriman menikahi dua istri yang tidak beriman. Hal ini ditekankan berulang kali (Kejadian 26: 34-35; 27:46; 28: 8) bahwa wanita-wanita ini membawa kesedihan kepada Ishak dan Ribka. Kemudian (Kej 34) Putri Yakub, Dinah, terlibat dengan seorang pria Kanaan. Umatnya mengundang anak laki-laki Yakub untuk menikah dengan mereka dan tinggal di antara mereka (Kej. 34: 9). Kemudian, anak laki-laki Yakub, Yehuda, menikahi wanita Kanaan dan mulai hidup seperti orang Kanaan (Kej. 38).

      Hapus
    11. Jika Israel terus kawin dengan orang Kanaan, maka itu akan menyabot rencana Allah untuk membuat sebuah bangsa yang besar keluar dari keturunan Abraham dan untuk memberkati semua bangsa melalui mereka. Jadi, Tuhan secara berurutan menyuruh Yusuf menjual perbudakan di Mesir, mengakibatkan seluruh keluarga Jacob pindah ke sana, di mana mereka akhirnya menjadi budak selama 400 tahun. Perlakuan drastis ini memperkuat masyarakat sebagai negara yang terpisah dan mencegah mereka dari perkawinan silang dengan orang-orang kafir.
      Kemudian, melalui Musa, Tuhan memperingatkan orang-orang agar tidak kawin dengan orang-orang di negeri itu (Kel 34: 12-16; Ul 7: 1-5). Salah satu musuh paling tangguh yang harus dihadapi Musa adalah Bileam, yang menasihati Balak, raja Moab, melawan Israel. Tuhan mencegah Bileam mengutuk Israel. Tapi Bileam menasihati Balak dengan rencana berbahaya: Korupkan orang-orang yang tidak dapat Anda kutuk. Mintalah mereka untuk menikahi wanita Moab Anda. Rencana tersebut menimbulkan banyak kerusakan, sampai Pinehas bertindak berani untuk menghentikan wabah di Israel (Bil 25: 1-9).
      Sepanjang sejarah Israel, pernikahan dengan wanita kafir menimbulkan masalah. Pelayanan Simson dibatalkan karena keterlibatannya dengan wanita Filistin (Hakim-hakim 16: 4-22). Istri isteri Sulaiman dari Salomo mengalihkan hatinya dari Tuhan (1 Raja-raja 11: 1-8). Izebel yang jahat, seorang penyembah berhala asing, mendirikan penyembahan Baal pada masa pemerintahan suaminya yang lemah, Ahab (1 Raja-raja 16: 29-22: 40).
      Yosafat, yang sebenarnya adalah raja yang saleh, hampir menghancurkan bangsa itu dengan bergabung dengan anaknya dalam pernikahan dengan Athalya, anak perempuan Ahab dan Izebel (1 Tawarikh 18: 1). Efek mengerikan dari dosa ini tidak sampai ke permukaan selama masa Yosafat. Anaknya, Yoram, yang menikahi Athaliah, membantai semua saudara laki-lakinya dan mengubah bangsa ini menjadi penyembahan berhala. Tuhan memukulnya dengan penyakit dan dia meninggal setelah delapan tahun menjabat. Anaknya Ahazia menjadi raja dan bertahan satu tahun sebelum dibunuh.
      Kemudian Athaliah yang jahat membuatnya bergerak. Dia membantai semua cucu laki-lakinya sendiri (kecuali satu, yang disembunyikan) dan memerintah dalam kejahatan selama enam tahun. Garis keturunan Daud, yang darinya Kristus akan dilahirkan, berada dalam jarak rambut, secara manusiawi, karena dimusnahkan karena dosa Yosafat yang menikahi anaknya terhadap seorang wanita yang tidak percaya (1 Tawarikh 17: 1-23: 15)!
      Setelah penawanan, ketika Ezra mendengar bahwa beberapa dari sisa-sisa yang kembali telah menikahi wanita di tanah itu, dia merobek pakaiannya, menarik sebagian rambut dari kepala dan janggutnya, dan duduk ketakutan. Ini diikuti oleh saat berkabung nasional dan pertobatan (Ezra 9 & 10). Beberapa tahun kemudian, Nehemia menemukan bahwa beberapa orang Yahudi telah menikahi perempuan Kanaan. Dia bertengkar dengan mereka, mengucapkan kutukan pada mereka, memukul beberapa dari mereka, dan mengeluarkan rambut mereka, menyebut tindakan mereka "kejahatan besar" (Neh 13: 23-29)! Salah satu imam telah menikahi putri Sanbalat, salah satu musuh utama Nehemia dalam proyek pembangunan kembali tembok Yerusalem. Pelayanan Maleakhi sesuai dengan zaman Nehemia atau tidak lama kemudian.
      Perjanjian Baru sama-sama jelas: "Jangan terikat dengan orang-orang yang tidak beriman; untuk apa kemitraan memiliki kebenaran dan pelanggaran hukum, atau persekutuan apa yang memiliki terang dalam kegelapan? Atau harmoni apa yang dimiliki Kristus dengan Belial, atau apakah orang yang beriman bersama dengan orang yang tidak beriman? Atau perjanjian apa yang memiliki bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait Allah yang hidup "(2 Korintus 6: 14-16a).

      Hapus
    12. Ketika Paulus memberikan instruksi kepada orang-orang di Korintus yang telah menikah dengan orang-orang yang tidak percaya (1 Korintus 7: 12-16), dia tidak menganjurkan untuk memasuki pernikahan semacam itu. Sebaliknya, dia memberi nasihat kepada mereka yang telah menjadi orang percaya setelah menikah, namun pasangannya tidak. Dalam 1 Korintus 7:39 rasul memberikan sebuah kata yang jelas tentang memasuki sebuah pernikahan baru: "Seorang isteri terikat selama suaminya hidup; Tapi jika suaminya meninggal, dia bebas untuk menikah dengan siapa yang dia inginkan, hanya di dalam Tuhan "(penekanan saya).
      Maksud saya adalah, ada sebuah prinsip yang membentang di seluruh Alkitab: Tuhan ingin umat-Nya dipisahkan untuk Dia. Hal ini terutama berlaku untuk keputusan hidup utama yang Anda nikahi. Tidak pernah kehendak-Nya bagi umat-Nya untuk bergabung dalam pernikahan dengan orang-orang yang tidak percaya.
      Jadi, bagi orang percaya untuk menikahi orang yang tidak percaya adalah dengan berdosa dengan berduka terhadap Allah yang menciptakan umatNya, yang memanggil mereka untuk menjadi kudus.
      C. Menikahi orang yang tidak beriman adalah dosa yang mengerikan terhadap Tuhan yang mencintai umatNya.
      "Yehuda telah menajiskan tempat kudus Tuhan yang dikasihi-Nya" (2:11). Ingatlah tema Maleakhi, "Aku telah mengasihi kamu," demikianlah firman Tuhan (1: 2). Itu karena kasih-Nya bahwa Allah menetapkan standar kekudusan yang kuat bagi umat-Nya. Dosa selalu menyebabkan kerusakan. Kekudusan membawa sukacita yang besar.
      Kita sering lupa bahwa motif Tuhan di balik semua tindakanNya terhadap kita adalah, Dia mengasihi kita! Kita seperti anak pemberontak, yang tidak mau makan makanan bergizi atau menyikat giginya. Jadi kita lari dari rumah, dimana kita bisa makan semua junk food yang kita inginkan dan tidak pernah menyikat gigi kita. Setelah beberapa hari pertama "kebebasan" ini, kami dengan menantang berkata, "Begini, saya masih sehat, gigi saya belum membusuk dan terjatuh seperti yang dikatakan ibu saya, dan saya bersenang-senang! Ibuku salah! "Tunggu saja!
      Setan selalu menggoda Anda dengan janji kepuasan segera dan kebohongan bahwa Tuhan benar-benar tidak mencintai Anda atau Dia tidak akan menghalangi Anda dari semua kesenangan ini. Begini cara kerjanya: Anda tahu bahwa Tuhan tidak ingin Anda menikahi orang yang tidak beriman, tapi orang yang paling menggemaskan meminta Anda keluar. Anda ragu, tapi kemudian merasionalisasi, "Apa yang bisa terjadi pada kencan?" Selain itu, telepon Anda belum berdering dengan orang-orang Kristen yang mengajak Anda keluar. Jadi Anda bilang iya, Anda akan pergi makan malam. Anda berencana untuk bersaksi kepadanya, tapi kesempatan itu tidak muncul.
      Anda terkejut bahwa dia bukan penyembah kasar yang kasar dan kasar, seperti yang Anda pikir bisa memikirkan semua orang yang tidak percaya. Dia pemuda yang baik, peduli, dan masuk akal. Jadi kamu keluar lagi dan lagi. Lalu, ada ciuman selamat malam sopan di pintu. Perasaan Anda terhadapnya semakin kuat. Ciuman menjadi lebih bergairah, dan mereka merasa baik. Anda merasa dicintai dan istimewa. Segera, keterlibatan fisik Anda telah berjalan terlalu jauh dan hati nurani Anda mengganggu Anda. Tapi Anda menyikatnya, berpikir, "Dia akan menjadi seorang Kristen dan kita akan menikah. Semuanya akan berhasil. "
      Pada awal perpindahan halus dari Tuhan inilah penolakan Anda terhadap kasih Allah, seperti yang diungkapkan dalam perintah-Nya untuk kekudusan Anda. Sebagai seorang Kristen, Anda harus membuat penyerahan hidup Anda di muka kepada Tuhan, percaya bahwa Dia mengasihi Anda dan mengetahui apa yang terbaik untuk Anda. Itu termasuk perintah-Nya agar Anda tidak menikahi orang yang tidak beriman. Jika Anda tidak ingin pergi ke altar dengan orang yang tidak beriman, jangan terima kencan pertama itu. Seperti Garrison Keillor yang memiliki pastor di Lake Wobegon mengatakan kepada pasangan muda, "Jika Anda tidak ingin pergi ke Minneapolis, jangan naik kereta api!"

      Hapus
    13. D. Menikahi orang yang tidak beriman adalah dosa yang mengerikan terhadap Tuhan yang mendisiplinkan umatNya.
      Kasih Tuhan tidak bertentangan dengan disiplinNya. Sebenarnya, ini berasal dari itu: "Siapa yang dikasihi Tuhan, Dia mendisiplinkan" (Ibrani 12: 6). Jika saya mencintai anak saya, bila dia salah, saya akan memperbaikinya dengan cukup kuat untuk mencegahnya melakukan tindakan itu lagi.
      Dalam ayat 12, ada ungkapan yang sulit, yang diterjemahkan, "setiap orang yang terbangun dan dijawab" (NASB), "terbangun dan sadar" (KJV Baru), atau "siapapun dia" (NIV). Ini mungkin sebuah ungkapan Ibrani yang berarti "setiap orang." Jadi, ayat tersebut berarti, "Barangsiapa berbuat dosa dengan menikahi orang yang tidak beriman, apakah ia melakukannya dengan menantang atau tidak tahu, dapatkah ia dan keturunannya terputus dari umat perjanjian Allah?" Marilah kita mengalami konsekuensi alami dari dosa-dosa kita. Orang yang menikah di luar iman itu, pada dasarnya, membolak-balik hidungnya kepada Allah dan umat perjanjian Allah. Jadi, Tuhan menyatakan bahwa dia dan keturunannya akan terputus dari umat perjanjian Allah.
      Ini adalah prinsip menabur dan menuai. Jika Anda menabur jagung, Anda tidak menuai buah persik. Jika Anda menikah dengan orang yang tidak beriman, umumnya Anda tidak akan memiliki anak yang berkomitmen kepada Tuhan. Mereka akan melihat komitmen setengah hati Anda, terlihat dalam ketidaktaatan Anda dalam menikahi orang yang tidak beriman. Mereka juga akan melihat gaya hidup materialistik yang berorientasi pada kesenangan dari orang tua yang tidak percaya. Mereka akan menyimpulkan, "Mengapa saya sepenuhnya berkomitmen kepada Tuhan?"
      Alhamdulillah, ada pengecualian, terutama saat orang tua yang percaya bertobat. Tapi tidak ada yang harus menaati Tuhan dan berharap kasus mereka menjadi pengecualian! Jika pasangan yang beriman tersebut berpikir bahwa dia (atau dia) dapat menaati Tuhan dan kemudian "membawa persembahannya" untuk mengurus semuanya, Maleakhi berkata, "Pikirkan dua kali!" Penawaran semacam itu tidak ada nilainya. Tuhan mencari ketaatan, bukan pengorbanan. Anak-anakmu akan menderita karena ketidaktaatanmu.
      Ini mengarah ke bagian lain dari pesan Maleakhi. Bagi orang percaya untuk menikahi orang yang tidak beriman tidak hanya berdosa kepada Tuhan. Juga,
      2. Karena orang percaya untuk menikahi orang yang tidak percaya adalah berdosa dengan sungguh-sungguh terhadap umat Allah.
      Kita tidak pernah berdosa secara pribadi. Tindakan kita terjalin dengan jalinan masyarakat. Jika kita menajiskan bagian kain kita, seluruh kain akan terpengaruh. Maleakhi menyatakan bahwa umat Allah adalah satu (2:10). Berdosa terhadap Tuhan dengan menikahi orang yang tidak percaya adalah berdosa terhadap saudara dan saudari kita di keluarga Allah. Seolah-olah kita semua berada di kapal yang sama dan Anda berpikir bahwa Anda berhak membuat lubang di bagian perahu Anda. "Apa yang penting bagimu bagaimana aku tinggal di kepalaku?" Tanya Anda. Tentu sangat penting, tentu saja! Ada tiga cara agar Anda menyakiti orang percaya lainnya jika Anda menikahi orang yang tidak beriman:
      A. Jika Anda menikah dengan orang yang tidak beriman, Anda memurahkan perjanjian Allah di mata umat-Nya.
      Maleakhi bertanya, "Mengapa kita masing-masing memperlakukannya dengan kejam terhadap saudaranya sehingga melanggar perjanjian nenek moyang kita?" (2:10). Kata Ibrani "pengkhianatan" berhubungan dengan kata-kata mereka untuk "pakaian" atau penutup. Idenya adalah bahwa pengkhianatan melibatkan tipu daya atau penutup. Menikahi wanita asing menutupi hubungan perjanjian Israel dengan Tuhan. Ketika seorang Yahudi melihat tetangganya bertindak seolah-olah tidak ada hubungan seperti itu, dia akan tergoda untuk bertindak dengan cara yang sama.

      Hapus
    14. Itulah sebabnya saya berpendapat bahwa bagi orang percaya untuk menikahi orang yang tidak percaya seharusnya menjadi topik disiplin gereja. Jika seorang beriman menikahi orang yang tidak beriman dan tidak ada konsekuensi untuk dikeluarkan dari persekutuan, maka orang percaya yang kesepian di gereja akan berpikir, "Dia tampaknya bahagia, tapi saya masih sepi. Tidak ada orang Kristen yang tersedia. Mungkin saya akan berkencan dengan beberapa orang non-Kristen seperti dia. "" Seekor ragi sedikit menutupi keseluruhan benjolannya "(1 Korintus 5: 6).
      B. Jika Anda menikah dengan orang yang tidak beriman, Anda menghubungkan umat Allah dengan perjanjian kepada penyembah berhala.
      "Yehuda ... telah menikahi anak perempuan tuhan asing" (2:11). Orang-orang Yahudi memiliki pepatah, "Dia yang menikahi wanita kafir adalah seolah-olah dia menjadikan dirinya menantu laki-laki untuk menjadi idola" (dikutip oleh EB Pusey, The Minor Prophets [Baker], hal 482, dalam Catatan Barnes ' . Anda mungkin berpikir, "Saya tidak akan pernah menikahi penyembah berhala. Meskipun dia tidak terlalu religius, tunangan saya adalah orang yang baik. Dia tidak membuat undang-undang dan tunduk di depan mereka! "
      Tetapi jika dia tidak mengikuti Tuhan Yesus Kristus, maka dia mengikuti allah lain. Bisa jadi tuhan diri atau uang atau status. Tapi dia tidak mengikuti Tuhan yang hidup dan benar. Dengan bergabung dengan diri Anda dalam pernikahan, Anda menghubungkan orang-orang Allah dengan perjanjian nikah dengan seorang penyembah berhala, tidak peduli betapa baiknya dia.
      C. Jika Anda menikahi orang yang tidak beriman, Anda murahkan makna komitmen kepada Tuhan yang hidup.
      Ini adalah implikasi dari ayat 12. Orang-orang ini berpikir bahwa mereka dapat menaati Tuhan atas hal yang paling penting ini dan kemudian menutupinya dengan beberapa pengorbanan dan dengan riang mengikuti jalan mereka. Tetapi Amsal 15: 8 mengatakan, "Korban orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan." Anda tidak dapat memberontak melawan Tuhan di daerah yang sama pentingnya dengan ini dan kemudian melanjutkan tentang kehidupan di antara umat Allah seolah-olah tidak ada yang terjadi, mengharapkan Tuhan untuk abaikan itu.
      Apa komitmen terhadap maksud Tuhan jika hal itu tidak mempengaruhi hubungan manusia yang paling signifikan? Terlepas dari hubungan Anda dengan Yesus Kristus, tidak ada hal lain yang berarti sebanyak pilihan pasangan perkawinan Anda. Jika Anda pergi ke gereja dan bernyanyi, "Oh, betapa saya mencintai Yesus," tapi keluarlah dari pintu dan menikahi orang yang tidak beriman, ia mengatakan kepada orang lain bahwa komitmen kepada Kristus tidak membuat sedikit perbedaan mengenai bagaimana Anda hidup. Anda telah sangat merusak kesaksian Anda akan Kristus bagi keluarga dan teman Anda.
      Kesimpulan
      Jika Anda, sebagai seorang Kristen, telah menikahi orang yang tidak beriman, maka Anda harus dengan sungguh-sungguh bertobat di hadapan Tuhan, berduka atas fakta bahwa Anda berdosa terhadap Dia dan umat-Nya. Pengorbanan yang benar kepada Tuhan adalah hati yang hancur dan menyesal (Mazmur 51:17). Maka Anda harus mengikuti pedoman 1 Korintus 7: 12-16. Paulus menginstruksikan orang-orang percaya dalam pernikahan campuran untuk tidak memulai perceraian. Ada kemungkinan bahwa pasangan dan anak Anda akan percaya kepada Kristus melalui kehadiran Anda. Anda harus berusaha untuk menunjukkan Kristus di rumah oleh hidup Anda, bukan oleh khotbah Anda (lihat 1 Pet 3: 1-6)! Anda mungkin akan menuai beberapa benih yang telah Anda tabur dengan menikahi di luar kehendak Tuhan. Bila benih itu tumbuh, Anda perlu tunduk pada disiplin Tuhan, berhati-hatilah untuk mengakui bahwa jalan-jalannya benar.

      Hapus
    15. Jika Anda saat ini terlibat dalam hubungan romantis dengan orang yang tidak percaya, segera pecahkanlah, sebelum Anda terjerat lebih jauh lagi! Anda telah melangkah ke jalan cepat spiritual. Jangan berlama-lama dan pikirkan seberapa baik lumpur hangat terasa di antara jari kaki Anda! Pernikahan cukup sulit bila kedua pasangan berkomitmen terhadap Kristus dan Firman Tuhan. Anda hanya menuju kehidupan yang sakit jika Anda menikahi orang yang tidak percaya yang hidup untuk diri sendiri. Anda mungkin berkata, "Tetapi jika saya melepaskannya, bagaimana dia akan mendengar tentang Kristus?" Buat seorang Kristen untuk membagikan Injil kepadanya, tapi hentikan hubungan Anda!
      Jika Anda mengenal seorang Kristen yang berkencan dengan orang yang tidak beriman, bagikan pesan ini kepadanya atau dia. Jika Anda peduli dengan orang ini, tentang Tuhan, dan tentang umat-Nya, Anda tidak dapat tetap diam! Orangtua, mengesankan anak-anak Anda pentingnya menikahi hanya orang yang mencintai dan mengikuti Yesus Kristus. Berdoalah untuk teman masa depan anak-anak Anda, bahwa mereka akan menjadi anak muda yang saleh. Jangan jatuh untuk permainan konyol Setan. Terlalu banyak yang dipertaruhkan!
      Pertanyaan Diskusi
      1. Mengapa kebanyakan orang Kristen mengklasifikasikan perzinahan sebagai dosa "buruk", namun mengangkat bahu untuk menikahi orang yang tidak beriman?
      2. Haruskah orang tua Kristen berpartisipasi dalam upacara pernikahan jika anak Kristen mereka menikah dengan orang yang tidak beriman? Mengapa / mengapa tidak?
      3. Haruskah orang percaya menghadiri pernikahan orang percaya lain yang menikahi orang yang tidak beriman? Bagaimana 1 Kor. 5: 9-13 berlaku?
      4. Haruskah seorang istri Kristen dengan suami yang tidak beriman mematuhi keinginannya agar tidak menghadiri gereja? Mengapa / mengapa tidak?

      Hapus
  3. Kan apa yg dipersatukan Tuhan ga boleh dipisahkan.. Kalo dia menikah dgn "cara" agama lain berarti dia boleh bercerai dong? Kan bukan dipersatukan depan altar oleh Tuhan.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, atasanku jg pnh bilang pernikahan yg kudus adalah pernikahan yg diberkati oleh Tuhan Yesus.

      Hapus
    2. Yang namanya juga dah nikah, yah gak boleh cerai! #menurutku:D

      Hapus
  4. Syalom..........
    Ijin copy, bisa??

    BalasHapus
    Balasan
    1. sertakan sumbernya juga yah

      Hapus
  5. dilihat dari topik terakhir, kayaknya di jawa atau daerah lain susah dapet yang seiman ya? kalo di daerah saya (manado) gak susah buat cari yg seiman. kalo beda ya paling beda denominasi gereja aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mauuu dongg cariin yang seiman....

      Hapus
    2. saya di Salatiga, Jawa Tengah dan di sini banyak yg Krsiten juga kok, nggak jauh beda lah :)

      Hapus
    3. boleh saya dikenalkan dengan yang seiman..
      saya dijakarta, tp tidak masalah untuk pria yg berdomisili diluar jakarta :)

      Hapus
    4. Iya sai susah cari yang seiman sampai harus dilema terus..

      Hapus
    5. Kalau kalian mau nyari yg seiman, sering2 masuk greja dan berdoa (setia) pasti Tuhan akan mengirimkan orang yg tepat buat kalian.

      Hapus
    6. hai ijin komentar,saya muslim dan istri saya kristen protestan..kami berbeda segalanya(keyakinan,kebudayaan,ras)pertama kami tidak disetujui oleh kedua orgtua untuk menikah..dan diberi tenggat waktu seminggu untuk putus..tapi Tuhan berkehendak lain.hari terakhir kami harus pisah,tiba2 kami bertemu teman yang sudah lama ga ktemu(sekitar 7-9tahun).ternyata dia calon pendeta.dan ngobrol ksana kemari,sampai ngobrol masalah pernikahan yg ga dsetujui.tmn sy itu bilang,udah,sini gua bantuin aja bilang ke mama(mama nya istri saya),besok gua kabarin..besok paginya jm 8,tmn sy bilang,lanjut aja broo rencana nikah nya.tar gw bantuin nikah di gereja gua aja..dan sampai sekarang kita udah mau jalan 6 tahun pernikahan dengan 1 anak.dan dengan tetap berbeda segalanya.soo,manusia boleh menghalangi,tapi kuasa Tuhan lebih hebat..sori kepanjangan..hehe

      Hapus
    7. jadi kalian terus hidup dengan brbeda agama maksudnya? istrimu terus ke gereja? bagaimana dgn solat? kamu teruskan dan istrimu tidak solat bersamamu?

      Hapus
    8. Saya juga dalam situasi yg sama. Lagi cari teman yang seiman. Fb saya christanti natalia.

      Hapus
  6. perluas pergaulan -->> Kuliah di Eropa, JErman, Jepang, Korea, Spanyol!

    #amin =D

    BalasHapus
  7. Hadiah yang Bikin Kamu sama Pacar jadi Makin Mesra! TERBUKTI lohhh.
    Emang ada ya Hadiah seperti itu?
    Jelas Ada dong... Prinsip-prinsip apa sih yang bikin makin mesra sama pacar kamu?
    1. Adanya Kesamaan
    manusia suka hal hal yang mirip dengan dirinya. coba deh.. kamu sama teman-teman kamu pasti suka kalau sehobi atau ngefans bareng siapa gitu kan..
    2. Lucu/Unik
    Hal-hal lucu dan unik yang dilakukan bersama akan membuat hubungan semakin erat.
    3. Pengakuan
    Setiap manusia pada dasarnya butuh pengakuan dan penghargaan. Coba bayangkan, jika kamu saat bersama pacar kamu tapi kamu tidak diakui sebagai pacar dihadapan teman-temannya, tapi sebagai sepupu. gimana perasaan kamu? Sakit kan?

    Nah... dari 3 prinsip itu, kamu bisa berikan hadiah buat pacar kamu baju couple/jaket couple.
    Apa itu Baju couple? Baju pasangan untuk cewe dan cowo yang gambarnya saling melengkapi satu sama lain. Contohnya : Baju Hot Wife, Hot Husband.

    Baju ini memberikan kesamaan makna, lucu dan unik, dan tentu pengakuan bahwa kamu adalah pacarnya atau suaminya atau istrinya kepada orang-orang. Tidak mungkin kan kamu pakai baju couple tapi sama istri/suami orang? Bisa digolok nantinya.Hahahha..

    Nahh..inilah kado yang mempunyai ketiga prinsip keromantisan dan keharmonisan yang cocok untuk Pacar kamu/ hadiah untuk suami/ hadiah untuk istri.

    Kami Toko Baju Couple Online yang menjual aneka baju couple (lengan pendek, lengan panjang), jaket couple, sweater couple, sangat lengkap, yang berlokasi di Jakarta,
    namanya: www.bajucouple.com atau www.facebook.com/bajucouple.lengkap

    Kami Online Shop Terpercaya, Inilah Bukti Testimonial Pelanggan:
    http://bit.ly/testimonialcouple

    Ini Link Download Katalog Baju Couple Terbaru: http://bit.ly/katalogspesialproduk2013

    Gimana sih cara pemesanannya?
    CARA PEMESANAN GAMPANG!
    1.Pilih Kode
    2. KIRIM SMS ke 0838.7171.8058
    KETIK (Nama, Alamat LENGKAP) (KODE Barang, Warna)
    3. Ongkos Kirim jne.co.id

    BalasHapus
  8. saya baru saja putus dengan pacar saya yang beda keyakinan setelah hampir 3 tahun pacaran. Tuhan Yesus memang tidak menghendaki kita pacaran beda agama. karena Yesus sendiri tidak akan bisa disamakan/disatukan dengan Dewa-dewa lain atau (yang katanya) nabi-nabi yang menyangkal Yesus sebagai Tuhan. Kita adalah anak-anak Raja. Berbanggalah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat! Anda di jalan yg benar :)

      Hapus
    2. betul.. carilah sesama orang sesat

      Hapus
    3. aku menghargai toleransi beragama.. aku harap gak ada nada sindiran langkah baiknya kita menghargai satu sama lain kan

      Hapus
    4. Selamat yah!
      Jadi terharu bacanya... Tuhan Yesus memberkati! ^^

      Hapus
    5. Selamat ya ! saya juga sudah memilih menang didalam kristus, semoga setelah ini setelah berat meninggalkannya Tuhan pertemukan dengan yang seiman, amin

      Hapus
    6. Doakan ya.. Saya lagi bergumul utk masalah ini. Udah pacaran 8 taon, dan saya berjuang utk memenangkan dia mjd anak Tuhan.

      Hapus
  9. Yg belum terlanjur menikah atau yg belum lebih dalam berpacaran dengan yg beda iman mendingan segera dihentikan..karena setiap manusia tidak ada yang sempurna,jangan sampai ada niat ingin mencoba-coba menjalin hubungan pacaran dengan yg beda iman,karena kita tidak akan kuat untuk mengemban keadaan-keadaan yg seharusnya tidak perlu terjadi akan timbul seiring waktu yg berjalan yg diakibatkan oleh perbedaan keyakinan/iman..percayalah karena Tuhan Yesus Kristus sangat baik..segala rancangan-Nya pasti yang terbaik bagi hidup kita...yg masih jomblo sabar dan berdoa..karena rencana Tuhan indah pada waktunya...

    ........Jessus Bless us.....

    BalasHapus
  10. kalo saya sebagai gamer, lebih baik jangan dulu deh pacaran, kan belum waktunya juga, lebih baik puasin diri dengan game aja dulu, karena lebih banyak para gamer yang tidak pacaran, karena tidak mungkin pacaran sambil main game, bisa2 char kita di kill musuh,yang pasti kalo gamer pacaran nunggu loading dulu baru balas sms ke pcar... hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Stuju tuh min.... Gw jga mndingan maen game dlu dripada urusun pacar... Tpi jgn smpe klewatan maennya ^^

      Hapus
    2. Shalom..
      Jangan lupa dengan Yesus hanya karena game, haha. Jesus is number one. Semangat. jbu.

      Hapus
  11. wiih setuju pke banget bro (y)

    BalasHapus
  12. bagaimana cara menarik pasangan kita tuk ikut mengenal kristus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan langsung ngmng "ayo kenal Kristus" tapi tunjukanlah dalam perbuatan kamu sehari2, tunjukin karakter Kristus dalem diri kamu :)

      Hapus
  13. Hukumnya kok gk tegas banget ya, klo belum terlanjur menikah, tidak boleh menikah beda iman, tapi klo sudah terlanjur, jangan dipisahkan? jadi sebenarnya boleh / tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang dimaksudkan "terlanjur" menikah itu bukan karena kita mengetahui kebenaran agama dari pasangan itu berbeda setelah menikah, tetapi terlambat mengetahui kebenaran firman Tuhan sebelum menikah. jika sudah mengetahui dan mengakui Kebenaran firman, maka janganlah dipisahkan oleh manusia pernikahan itu. :)
      Hope can help .. JBU

      Hapus
  14. Haleluya,. terima kasih untuk materi ini,. sangat memberkati saya,.:)
    terima kasih banyak,.^_^

    BalasHapus
  15. sy ingin tanya? Untuk yg menikah beda keyakinan..
    Matius 19:6, Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

    yg ingin sy garis bawahi adl apa yg telah di persatukan oleh Allah klo dy menikahnya bukan di gereja apakah bisa d katakan d persatukan oleh Allah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk,, gini, dipersatukan oleh Allah itu pasti seiman. Allah pasti ingin agar kita dapet yg seiman, tp kalo ternyata dapet yg gak seiman ya itu karena keputusan kita sendiri. Jangan sampai kehendak bebas kita disalah gunakan.

      Hapus
  16. Saya suka dengan artikel sobat

    saya setuju kalau pacaran mendingan Satu Iman saja,
    saya ijin copy artikel yah, untuk blog saya kebetulan saya seorang laskar kristus
    untuk referensi pasti dibuat

    Thanks before
    Yesus Memberkati Kita Semua

    Salam Dari Saya
    Rajagukguk Blog

    BalasHapus
  17. sy mungkin belum terlalu paham semua isi dalam Alkitab tentang masalah yang seperti ini,, saya rasa ini begitu sulit d terima.... logika, hati, perasaan, kasih, tentunya tidak terpakai lagi ketika posisinya qt begitu mencintai pasangan kita... kalau memang harus putus, tentu akan begitu menyakitkan kedua belah pihak. kecewa, dan terpuruk...
    sering timbul pertanyaan knpa Tuhan mnciptkn perbdaan? kenpa harus ada cinta? atw lain sbgainya.....
    ini menjadi menjadi masa2 yg sulit...
    sy sdg mengalaminya saat ini,,,
    kisah ini berawal dr 2 thn yg lalu, hngga saat ini,, ssh snag tlh kita lwti brsma, kita selalu sling mndukung, sling mnghrgai dn sling mlngkapi...tpi akhrnya hrs ptus kna org tuanya tdk stuju tntunya krna prbdaan itu...
    sakiiit yg kita rasa skrg ini....
    tapi mau gmna lg?
    yg jd prtanyaan sy pertama msalah cinta !! (Tuhan telah mnumbhkn rasa cnta yg mndlm, dan itu sy apliksikan)
    yg kdua apa solusinya?
    yg ktiga (ini bkn mencobai Tuhan) kira2 klo kita berdoa Memohon kpda Tuhan untuk spya kita bs brsatu, Tuhan akan kasi atau tdk?

    mohon solusinya...
    terima kasih.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuhan membiarkan kamu jatuh cinta sama dia, untuk kamu belajar, untuk kamu tau, perbedaan itu ada,,
      solusinya? kamu coba tanya Tuhan, jangan tanya sama manusia, karna manusia mungkin aja salah
      Tuhan selalu punya cara, saya gatau Dia akan jawab apa, tapi kamu harus yakin, kalo jalan Tuhan itu indah, dan tepat pada waktunya, coba kamu denger lagu Tuhan selalu punya cara-Anastassya Sari Purba, kalo gunung(masalah) kamu ga pindah ga ilang, Tuhan akan kasih kamu jalan lain bisa aja Dia ngasih kamu kekuatan untuk mendakinya :D

      Hapus
    2. Meragukan Tuhan itu hal yang sia-sia :)

      Hapus
    3. Saya jg prnah mngalami yg sdra alami..

      1. Hal yg prlu d klarifikasi adlh bukan Tuhan yg menaruh perasaan itu pd Anda.. Tuhan mberi kita khendak bebas,, trmasuk dlm hal mncintai.. Itu spenuh.y kputusan kita utk mncintai se2org.. Jd,, bukan salah Tuhan sdra merasakan hal itu.. :)

      2. Solusi. Jika sdah trlanjur pacaran,, putuskn sj.. Sakit?? Jelas.. Tp itu hnya smntra,, Tuhan akan mbasuh air mata.u.. Itu sdah sy alami.. :)
      Jika tdak pacaran,, cukup prkenal kn Yesus pada.y,, tapi memacari.y bukanlah solusi.. Jika Tuhan brkenan atas kalian,, Tuhan sndri yg akan mnjamah.y.. Cukup prkenal kn Yesus pada.y,, masalah dia terima atau tdak itu spenuh.y urusan Tuhan.. :)

      3. Jika kmu brdoa,, lihatlah bgmn caara Tuhan “mnjauhkn” kalian.. Dulu,, wktu sy brdoa sprti itu,, justru yg ada hnya kkosongan yg sy rasa,, kosong dan smkin kosong d antara kami brdua.. Hingga akhir.y Tuhan blg “CUKUP”..
      Slma dia tdak mngenal Yesus,, jawaban doa sdra tetap tdak.. Knp? Krn itu sdah ada dlm Alkitab dan Tuhan tdk akn prnah mnjilat ludah sndri.. :)

      Mendingan,, skg fokus sj sm mbangun kualitas diri.u.. Jika sdah saat.y,, Tuhan akn mpertemukn.u dg org yg tepat.. :)
      Ingat,, jika terasa lama,, maka Tuhan blg kamu blm siap.. :)

      Prtanyaan plg penting jg adalah “Sudahkh Anda mngenal Kristus dg spenuh hati? Jika ya,, apakah sdra yakin saat meninggal nnti Anda akn masuk surga?”
      Jika masih ada kraguan dlm mnjawab bgian ini,, maka Anda sbenar.y blm mngenal Yesus seutuh.y.. :)

      Smga trberkati..
      Salam kasih.. :)

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Saya memang belum pernah pacaran beda agama, dan tidak ingin mencoba2 juga..
      pertanyaan2 seperti ini sering muncul disekitar kita..
      melalui pengalaman sista Shella Pricillia, saya suka bgt dgn jawaban sista ini... luar biasa.. :
      izin copy ya shella, saya ingin mengutip jawaban anda ke dalam tulisan saya.. karena menurut saya jawaban anda dapat menginspirasi orang2 yang berada dalam hubungan beda agama.. thx

      Hapus
    6. ya memang lebih baik jgn coba. klo kita sdh tau bahwa seseorang tidak seiman kita bertemanlah saja dan jgn jatuh cinta. klo kemudian timbul rasa suka setelah berteman maka jgn diteruskan. hindari dan jauhi untuk kebaikan.

      Hapus
    7. anda jelas nggak akan pahan dg alkitab krn semua orang kristiani tdk hapal dan membaca semua alkitab kalau baca semua alkitab bisa bahaya

      Hapus
    8. Saya suka sekali dengan jawaban dari Shella Priscillia...
      Dari sini kita bisa lihat, bahwa Tuhan Yesus memang tidak pernah meninggalkan kita umatnya yang setia. :)

      Hapus
    9. Apa yang dialami Shella Priscillia sama terjadi saat ini di kehidupanku sehingga apa yang kualami meninggalkan derita-derita yang menumbuhkan imanku semakin teguh kepada Tuhanku Yesus Kristus. Karena saat ini ku masih diberi kesempatan untuk mengalami perubahan-perubahan dalam kehidupan imanku dan ku selalu bersyukur masih diberi kesempatan dalam menjalani kehidupan ini.
      Ku percaya bahwa pertolongan Tuhan bagiku akan selalu sampai tepat pada waktunya.
      Ku percaya janji-janji Tuhan.
      Ku percaya firmanMu yang terjadi selalu Ya dan Amin.

      Semangat dalam menjalani kehidupan ini.
      GBU

      Hapus
  18. @Meggy Lasut: Keinginan daging memang lebih besar, maka dari itu Cinta itu harus memilih. apakah kamu mau menjual Yesus demi seorang wanita?atau kah memang meggy mau menjadi Murid krsitus yg menginginkan agar Injil dikabarkan di seluruh dunia..agar banyak orang diselamatkan. Yakinlah Meggy..bahwa Jodoh dari Tuhan itu pasti Harus Seiman.. karna nanti akan jadi berkat di rumah tangga kita mendatang. Solusi saya, coba kamu banyak berdoa minta sama Tuhan bahwa Pasanganmu kelak harus yg sepadan dan mencintai TuhanMu,

    BalasHapus
  19. Saya muslim dan istri saya kristen, Lalu anak kami bagaimana? Mohon Pencerahannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca: 1 Korintus 7:12-16

      7:13 kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
      7:14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

      Hapus
    2. saudara Mufied. mohon maaf sebelumnya. mengenai anak2 saudara itu tergantung keyakinan apa yg ditanamkan kepada mereka. sebab janji Tuhan akan keselmatan hanya berlaku bagi yg percaya bahwa Yesus itu adalah Tuhan dan juru selamat. sifanya pribadi. sekalipun ibunya beriman dan percaya klo anaknya tidak maka anak2 tersebut belum bisa mendapat bagian dari janji Tuhan. saran saya saudara boleh mencari kebnaran. mintalah hikmat dari Tuhan untuk bisa mendapatkan dan memahami kebenaran. sbb kebenaran tidak bisa ditemukan klo hanya mengandalkan logika duniawi. harus dengan hikmat penyertaan Roh Kudus. TYm

      Hapus
  20. Susah nyari yang seiman..
    Relasi udah diperluas tetep aja susah..
    -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Om, di Indonesia timur banyak.

      Hapus
    2. minta sama Tuhan,, gaada yg mustahil bagi Dia! kan ada ayat,, mintalah, maka kamu akan diberikan, ketoklah, maka pintu akan dibukakan, percaya dan yakin sama Tuhan :D

      Hapus
    3. Setuju dengan Sharon! =))

      Hapus
  21. Udah dapet .. tapi ga seiman , kalaupun diminta ikut Yesus dia ga akan mau :(
    mutusinnya itu ...... :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. oleh sbb itu peliharalah hatimu. klo udh tau beda mending hindarin. krna saat ini penyesatan tidak hanya datang dari luar. tp jg bisa datang dari dalam diri sendiri. banyak berdoa dan baca firman. mintalah pada Tuhan dengan gk jemu2. Tuhan akan kasih yg terbaik. bersabar menurut waktu Tuhan.

      Hapus
  22. Sangat memberkati dan pelajaran yang sangat penting...
    God bless

    BalasHapus
  23. boleh bertanya kah? bukankah perasaan cinta itu datangnya dari Tuhan,, klau memang dilarang kok tetap dikasih? :)
    ini pikiranku, jangan marah klau tidah seprinsip.
    Jodoh kita g tahu siapa, yang ngatur Tuhan, bahkan mungkin saja bukan dari agama yang sama.
    dan memang ada ayat yang mengatakan bahwa yang telah disatukan Tuhan tak dapat dipisahkan, maaf, tapi menurutku manusia sendiri memaksa Tuhan untuk menyatukan mereka. saat kalian menikah, apakah kalian yakin pasangan kalian itu jodoh yang tepat? apakah Tuhan benar2 ngomong ke saudara bahwa itu jodohmu? benar2 ngomong secara gamblang dan ada bukti? dan kalian sudah membawa pernikahan itu digereja, "memaksa" Tuhan untuk menyatukan kalian.
    maaf saya hanya mengutarakan pendapat,,no offense disini.
    dan saya orang kristen kok, dan sudah menerima Tuhan Yesus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya jawab pertanyaan kamu dulu yaa
      Tuhan membiarkan jatuh cinta, untuk kita belajar, untuk kita tau, perbedaan itu ada,, dan saya setuju sama pendapat kamu yg setelah itu :D

      Hapus
    2. hmm,, Tuhan Yesus adalah Allah yg berbicara. Dia Tuhan, dan Dia bisa bicara. Saya sering mendengarnya. Kalau anda juga pengen bisa, silakan lebih intim lagi dengan Tuhan ;)

      Hapus
    3. yg dikatakan saudar philif itu sangat benar. libatkanTuhan dalam segala perkara. klo anda mau tau bahwa apakah jodoh kita adalah dari Tuhan. maka ujilah hubungan itu. berdoalah dan mintalah tanda. Tuhan akan memberikan confirmasiNya. bagaiman cara menguji sebuah hubungan anda bisa share dengan gembala anda. gereja2 kharismatik biasanya begitu terhadap para pemuda/inya. saya tidak asal bicara. saya melakukannya. Tuhan memberikan perasaan bukan u tuk menguasai kita. tp kitalah yg mengendalikan pikiran, perasaan dan kehendak kita. supaya perasaan kita bukan karena kehendak daging kita melainkan oleh roh.

      Hapus
  24. Saya muslim, saya nyasar kesini karena saya sedang menyukai seorang wanita Kristen Protestan dan ingin tahu pandangan agama dia tentang ini.

    Bagi pria Muslim dibolehkan menikah dengan wanita pemegang Alkitab, tetapi setelah melihat tulisan ini, agak sedikit mengecewakan sih... Pantas dia seperti ragu2 sama saya... Tapi kalo toh dia tetep pada imannya, ya saya akan menghormati itu.

    Pertanyaannya, apakah aturan ini terdapat di keduanya, protestan dan katolik? Apakah tidak ada toleransi sama sekali?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya tentu saja, protestan dan katolik sebenarnya sama, hanya tata cara ibadah dan pandangan tentang kitab perjanian lama saja yang berbeda :)

      Hapus
    2. Dalam hal hubungan pernikahan tentu saja Katholik dan Protestan sepaham bahwa orang kristen tidak boleh menikah dengan orang tidak percaya kepada Tuhan Yesus. sebagai mana muslim juga hanya membolehkan menikah dengan wanita pemegang alkitab dengan syarat mau menjadi muslim.

      Hapus
    3. saudara satrio galih klau anda mencintai non muslim lebih baik belajar baca alkitab lebih dahulu biar ngerti isi alkitab itu

      Hapus
    4. komentar buat steb santho?apa benar yesus itu di panggil dng nama tuhan?saya pingin tau rujukannya di alkitab apa benar.yesus itu tuhan tlng kasih tau rujukan di alkitabnya krn saya nggak tau

      Hapus
    5. Mas Sfeb..gak ada paksaan wanita Nasrani/Yahudi yg menikah dgn pria muslim untuk menerima islam..asal dia dri lahir sudah memegang Alkitab ato Taurat Silahkan saja...Oh iya..Di Quran juga d sebut kita muslim hrus Percaya Dengan ajaran Yesus dan Kesaktiannya yg d berikan Allah..Cma beda kita percaya Yesus itu Rasul Allah..hehe..Salam damai hanya Sharing antar kepercayaan :)

      Hapus
    6. @M.Sulhan: Di bagian mana dlm al-quran yg menuliskan bahwa umat Nasrani/Yahudi tetap boleh memegang Alkitab/Taurat sekalipun sudah menikah dgn umat Muslim? Mohon pencerahannya. :)

      Hapus
  25. aku minta solusinya, , hubunganku ini, sebaiknya dilanjutkan atau tidak, soalnya ou liat dy syg sma sya, . ,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuhan lebih sayang padamu dibanding pacarmu sayang padamu. Saya juga pernah dilemma begitu. Bayangkan, Tuhan bilang kalo saya harus mutusin pacar saya! Tapi, tetap saya lakukan. Berat sekali. Dan ternyata memang, ada yg lebih baik daripada dia :)

      Hapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  27. apakah antara kristen protestan dan katholik bisa disebut satu iman? saya merasa nyaman akan tetapi orangtua tidak mendukung. bukankah protestan dan katholik sama2 mempercayai Yesus sebagai satu2nya jalan keselamatan. satu iman kan?
    tolong pencerahannya, terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katolik ada santa santonya kan yg saya g tau dr mana asalnya kok mereka percaya. Kristen kan ga asa, alkitabnya katolik juga lebih banyak berpa kitab gt.
      Br tau dr sekolah minggu ^^

      Hapus
    2. Iman akan Tuhan Yesus itu sama saja. yg membedakan adalah dogma dan liturgi. Katholik tidak sama d2ngan protestan s3cara dogma dan liturgi. nah saya tidak melanjutkan penj3lasan mengenai perbedaan dogma dan liturginya. carilah tau... anda bisa segera temukan.

      Hapus
  28. entah kenapa klo satu iman itu lebih gimanaaaaa gitu ~ wkwkwkwk #serius

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. @Aprilia Grace: Tanya Tuhan dulu apakah dia pendampingmu kelak atau tidak, apabila benar dia pendampingmu maka tenanglah, Tuhan punya jalan untuk mempersatukan kalian, apabila salah maka minta Tuhan yang mengambil alih hubungan kalian dan percaya saja padaNya kalau Dia akan beri yang terbaik untukmu. Karna yang baik datangnya dari manusia tapi yang sempurna dan terbaik datangnya dari Bapa di Sorga.

    I'm blessed!
    Jewiyofo ✌✌

    BalasHapus
  31. Thx untuk artikelnya.

    Di sini ada link untuk memahami pacaran yang benar, silahkan dilihat. Pasti akan memberkati Anda!

    http://datinginsightindonesia.wordpress.com

    http://www.youtube.com/watch?v=JpgArcUGBUM

    BalasHapus
  32. Sebaik apapun cwo/ cwe yg kita suka tp beda agama, percaya Tuhan 100000.... kali lebih baik dan menyiapkan yang 100... kali lebih baik jg bwt kita ♡

    BalasHapus
  33. Syalom :)
    Saya seorang muslim yang mencintai teman dekat saya yang kristian namun saya juga mencintai agama saya.

    Teman dekat saya ini sangat berpegang teguh pada pendiriiannya seperti masalah di atas, namun saya berusaha untuk menyakinkannya bahwa Tuhan menciptakan Cinta untuk mempersatukan yang berbeda. untuk saling menerangi. untuk saling berbagi.
    Apakah saya salah tentang pendapat saya ? mohon pencerahannya kpd rekan2 yang membaca.

    Saya benar-benar mencintai dia dan ingin menjalani hubungan yang serius dengan dia.

    Thanks before

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syalom juga saudara
      Tuhan menciptakan cinta dalam makna yg sNgat luas. dan cinta tidak selalu hanya diterapakan dalam hubungan percintaan. tapi dalam berbagai hal. kalian bisa di satukan oleh cinta dalam hal pertemanan sebagai zesama manusia. kalau dalam hal pernikahan cint beda keyakinan itu tntu tidak diperbolehkan dgn alasan apapun. krna dlm memaknai pernikahan Kristen dan Islam itu tidak sama. kristen begitu mensakrLkan pernikahan. gk boleh cerai kecuali alasan zinah. gk boleh poligami termasuk tidak ada istilah nikah siri. klopun ada orang kristen yg bgtu sdh tntu dia adalah kristen yg degil

      Hapus
    2. saudara hisyam pertahankan keyakinanmu dan jangan berubah krn cinta, pikrkan masa depan yg benar dan positif dan masih banyak perempuan yg seiman dng anda jangan terburu nafsu krn nafsu setan sangat indah dan berbahaya bagi manusia

      Hapus
  34. Saya ingin bercerita sebentar dari apa yg sedang saya alami. Skrang saya berpacaran dengan anak dari agma islam, tetapi saya ingin serius dngan dia, memang benar takdir hnya ada dalam tangan Tuhan tetapi untuk kita manusia untuk berusaha tidak salah kan. dan Tuhan akan menilai usaha kita. saya membca seklas tntang artikel ini jika kalau kita ingin pacar kita ikut dgan kita supaya seiman langkah prtama memang hrus meyakini dia untuk lebih mengenal Yesus terlebih dahulu dngan cara memperlihatkan kebiasaan kita sehari hari. Apakah dalam ajaran Katolik Tuhan yesus akan mengampuni dosa dan menerima yang ingin ikut dengannya untuk memperdalam imannya untuk mengenal Yesus, sedangkan dari pihak ajaran islam pindah agama itu dilarang keras.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam konteks bahwa seseorang bertobat dan me jadi pengikut Kristus tntu Tuhan akan ampuni. Krna utk itulah Natal itu ada. asalkan jgn anda yg berubah keyakinan. klo sekiranya si dia ttp tidak mau maka... berteman sajalah dengan dia. sebab gelap tidak akan bisa bersatu dengan terang.

      Hapus
  35. Saya ingin anda menilai tntang pngalaman saya yg saya alami skrang mohon pencerahan dari rekan rekan sekalian.
    Ini tntang prjalananan saya dngan seorang cewek yg beragama islam. saya sempat mengingat guru pmbimbing agma saya brkata bhwa antara islam dan katolik itu ada kesamaan, dan memang saya brpikir itu benar. dari Tuhan Yesus sndiri di agma islam memang ada dalam kitab mereka serta bunda Maria pun tertulis dan mreka mengakuinya. tapi saya bingung krna jujur umur saya sudah 20 keatas dan saya ingin serius mnjalani hbungan dengan pacar saya yg beragma islam. saya memang mnghargai smua agma trutama agma pacar saya. dan saya ingin sekali dia ikut dengan saya untuk menjadi satu iman yg saling mengenal dan mempercayai bahwa Yesus itu adlah Tuhan kita serta untuk mengikuti jejak Yesus disalib, Tapi pikiran saya kembali diuji dngan saya bertanya pada tman yg bragama islam juga dia brkata bahwa jika orang yg beragma islam ingin pindah agama kekatolik maka dia pada waktu dia mati positif akan dihukum dan masuk kedalam neraka. Apakah jika Tuhan Yesus melihat itu apa dia akan ditoloong dengan kasih Yesus untuk bisa mengampuni dosanya dan bisa ikut kesurga untuk berkumpul dngan BapaNya.???
    Sedangkan memang sblum seseorang ingin mengikuti Tuhan Yesus itu seharusnya dia akan dibaptis dulu sbagai tanda. Nah apakah stelah dia dibaptis dia sudah resmi menjadi pengikut Yesus atau masih ada dalam ikatan agama islam yg sebelum nya dia anut.
    Sempat saya mngambil kesimpulan dari artikel anda diatas bahwa memang kalo sebelum menikah dengan agama yg berbeda harus disamakan dulu keduanya untuk menjadi satu iman. dan itu saya alami sekarang krna pacar saya dan saya memang sudah saling mendukung, kami memang saling serius untuk kedepannya. dan apakah jika dari pihak saya dan pacar saya sudah bertekad untuk menjadi satu iman tetapi ada halangan yaitu dari keluarga pacar saya yang melarang apakah saya harus tetap mempertahankan hbungan ini karna saya tau resiko kedepannya pasti ini akan terlalu sulit untuk meminta restu dari pihak keluarga pacar saya. ??
    Apakah itu akan berpengaruh untuk pacar saya yang memang dia ingin serius menjalani hubungan dengan saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Shalom..
      Memang benar dalam ajaran agama Islam dan Kristen terdapat kesamaan. Tetapi perlu diperhatikan jika kesamaan terdapat di dalam perjanjian lama dalam Alkitab, dimana Yesus belum datang ke dunia untuk menebus dosa kita. Tetapi, setelah Yesus datang kita telah meninggalkan cara hidup perjanjian lama dan mulai hidup dengan perjanjian baru. Dan hal-hal seperti penyembahan kurban (binatang) yang dilakukan pada zaman perjanjian kama pun telah hilang.
      Setelah seseorang memutuskan untuk mengikuti Tuhan Yesus, itu berarti dia memang benar-benar percaya bahwa Tuhan Yesus merupakan satu-satunya Juruselamat dan dia memang menerima Yesus dalam hidupnya dan itu ditandai dengan dibaptisnya orang tersebut.
      Jika memang pacar anda sudah menerima Kristus dalam hidupnya, untuk apa lagi mempercayai hal-hal yang diluar itu. Ingat bahwa "Kristuslah jalan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorang-pun yang dapat datang kepada Bapa tanpa melalui Dia"
      Semoga membantu. JBu always.

      Hapus
    2. Dalam hak ini saya tidak sependapat dibagian awal. tp stuju dari pertengahan hingga akhir. . saya tidak ketemukan kesamaan ajaran keduanya. bahkan saya mau bilang bertolak belakang. dalam alquran memang ada yg m3nceritakan ttg nabi Isa dan Bunda Maria. tp essensin yq berbeda dengan Yesus dalam alkitab. isa hanya seorang nabi tp Yesus itu adalah Tuhan.
      suadara kenapa mesti takut. klo dia mau percaya Yesus s3mestinyq anda suka cita sebab dengan percaya Tuhan Yesus lah orang bisa masuk surga. orang masuk surga bukan kar3na amal. tp karena iman dalam Yesus.

      Hapus
  36. aku pacaran sama Tuhan Yesus ajah dulu deh<3 ntar kalo Tuhan udah rela ngelepasin aku dan udah dapatin org yg pas buat aku baru putus sm Tuhan dan akan menikah dengan saksinya Tuhan Yesus(?):))

    BalasHapus
  37. bagaimanakah terang bisa bersatu dengan gelap????

    faktanya manusia membutuhkan terang saat gelap, dan membutuhkan gelap dalam terang, semua yang di ciptakan pasti seimbang, ketika yg satu tidak ada, maka yag lain jg sudah pasti tidak ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan menyimpulkan Segala hal yang ada di Alkitab dengan Logikamu O:)
      Karna Alkitab telah di ilhamkan oleh Allah :)

      Hapus
  38. saya punya pacar beragama muslim
    tapi ibunya kristen
    jadi dia tertarik sama ajaran kristiani, sampe2 suka lagu2 kristiani
    jadi saya berusaha buat selalu memperkenalkan Tuhan Yesus
    tapi saya sering bertanya-tanya apakan salah saya pacaran beda iman
    tapi salah satu tujuan yang saya miliki untung memperkenalkan Kristus kepada dia?

    BalasHapus
  39. saya baru aja putus dengan pacar saya, saya tidak tega melihat mama sakit karena memikirkan saya. tetapi saya ingin memiliki keduanya saya ingin memiliki Yesus dan dia. apa yang harus saya perbuat? banyak orang bilang "sudah ikhlaskan saja" tapi apa kenyataannya sangat sulit di jalani, kami juga sadar ini adalah perbuatan yang akan melukai hati keluarga kami masing", sudha beberapa kali kami mencoba untuk berpisah tetapi tetap tidak ada keiklasan dihati kami masing"

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo gk ada rasa iklas maka belajarlah iklas. memang menyakitkan dan tidak mudah oleh sbb itu jgn dicoba klo sedari awal udh tau beda keyakinan. klo saudari memang percaya Yesus tentu saudari juga percaya bahwa Yesus juga bisa pulihkan rasa sakit saudari. kllo toh pacar saudari gk bisa percaya dengan Yesus buat apa saudari pertahankan. apakah saudari mau menjauh dari sumber berkat anugrah dan keselamatan. jgnlah keras hati... dan cari pembenaran. katakan tidak pada nikah beda keyakinan. jgn ikut2an m3ninggalkan Yesus krna cinta sebab upahnya binasa...

      Hapus
    2. dan Puji Tuhan walaupun sakit saudari ttp pilih Yesus. percayalah tidak ada yg sia sia bila bersama Yesus. Tetap m3langkah bersamaNya. TYm

      Hapus
  40. saya pernah alami hal tersebut, pacaran dengan orang yang beda agama tahun 2011, sampai saat ini kita masih saling sayang tapi gak memilih untuk bersama karena kita tahu pada akhirnya kita hanya akan saling menyakiti

    BalasHapus
  41. saya pernah pacaran dengan orang beda agama, dan itu cukup lama. Setelah putus rasa sayang itu masih ada, susah banget dilepas. Tapi, Tuhan Yesus buka jalan, Dia pertemukan saya dengan seseorang kristiani. Akhirnya kami menjalin hubungan, saya merasakan perubahan yang cukup drastis pada diri saya setelah menjalin hubungan dengan dia. Saya merasa lebih dekat lagi dengan Yesus. Buat teman-teman, firman Tuhan itu tidak pernah salah, 2 korintus 6:14 sudah menjelaskan semuanya. Jadi lebih baik carilah pasangan yang seiman dan jalin hubungan itu dengan menjadikan Yesus sebagai landasanmu. IMANUEL! o:)

    BalasHapus
  42. Saya katholik dan single belum punya pasangan...mungkin ada yg bisa bantu saya disini untuk mencari pasangan yg seiman,bisa contact ke id line yohannesdp yg mau bantu...thx b4

    BalasHapus
  43. Selamat pagi ..
    saya seorang Kristen Protestan .
    saya dan pacar saya sudah berpacaran selama 8tahun .
    dan pacar saya seorang Katolik ..
    selama kami berpacaran tak pernah ada masalah sampai kami pisah ..
    saya tidak bisa pisah dari dy ,, dy pun seperti itu .
    saya sadar hubungan ini salah , tapi saya benar2 mencintai dy & saya juga mersakan dy juga sangat mencintai saya ..
    saya benar2 bingung ..
    kami sudah pernah membicarakan tentang pernikahan & dia juga tidak pernah memaksa saya untuk Katolik ..
    saya bingung ..
    tolong saya .. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di sini ada link untuk memahami pacaran yang benar, silahkan dilihat. Pasti akan memberkati Anda!

      http://datinginsightindonesia.wordpress.com

      Apa ruginya pacaran masa SMA? Silahkan simak di bawah ini:

      http://www.youtube.com/watch?v=ZjxULLwkKdU

      Hapus
  44. Thx untuk artikelnya.

    Di sini ada link untuk memahami pacaran yang benar, silahkan dilihat. Pasti akan memberkati Anda!

    http://datinginsightindonesia.wordpress.com

    Apa ruginya pacaran masa SMA? Silahkan simak di bawah ini:

    http://www.youtube.com/watch?v=ZjxULLwkKdU

    BalasHapus
  45. kalau pacaran beda protestan dan katolik boleh gag?
    kan sama2 kristen..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gimana yah bilangnya... Aku mau jawab, tapi sayangnya aku juga belum terlalu dalam memahami isi firman Tuhan. Dan, takutnya malah salah lagi...
      Tanya ke admin aja lewat ask.fm atau line-nya...
      Nama ask.fm-nya : @TanyaAlkitab
      ID Line : @PXUG712T (pakek @)

      Hapus
    2. tidak apa apa kan sama sama saja

      Hapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  47. Shalom, hai saya Edward, ingin berbagi sedikit baik buat yang kristen maupun non tentang kisah cinta beda agama.

    Masalah ini bukan sekedar boleh atau tidak berpacaran beda agama, pertama anda harus paham cinta itu berbeda dengan hasrat untuk memiliki. Saya tidak setuju agama dibawa2 untuk melarang dua anak manusia untuk saling mencintai, cinta itu sendiri kan dari Tuhan dan tidak ada yang bisa mengatur perasaan kita untuk mencintai atau berhenti mencintai seseorang.

    "Love is unconditional" siapa yang jatuh cinta dengan alasan2 tertentu?? kalau ada well maybe that's not really love, ketika saya jatuh cinta saya tidak melihat siapa dia, agamanya, keluarganya, sukunya, blah2nya...

    Intinya cinta itu tidak bisa dilarang atas nama apapun, nah tapiii...
    ketika anda bicara soal hubungan yang memiliki status, disinilah baru anda harus sadari, cinta tak harus memiliki, perbedaan agama ini akan menghalangi di titik ini, tapi tentu saja tidak ada yang dapat menghalangi cinta itu...

    Yang pasti kalau cinta anda itu adalah cinta sejati dan bukan sekedar hasrat untuk memiliki tentu anda bisa dengan ikhlas melepasnya, bukan?

    Kalau saya sendiri, saya mencintai seseorang, dia wanita muslim, dan saya tidak punya masalah dengan itu, lalu apakah saya tidak punya keinginan menjadi pacar atau bahkan pendamping hidupnya? oh.. ya tentu saya ingin sekali, tapi selama kami bukan seiman, hal itu tak akan terjadi, jadi apakah sia-sia saja saya mencintai dia? oh tidak, saya selalu membawa dia di dalam doa2 saya... :)

    Jadi buat anda2 yang masih bingung, hiduplah benar sesuai Firman Tuhan, ketika anda bingung yah tinggal tanya Tuhan, kalo hidupmu benar pasti kamu akan peka dengan maksud Tuhan, bahkan anda akan mengerti kenapa anda dipertemukan dengannya :)

    BalasHapus
  48. Bagus (Y)
    Sangat membantu Seorang iman Kristen dalam memilih pasangan O:)

    BalasHapus
  49. Hallo teman.. Udah baca semua komentar dan balasannya, membuatku galau sekarang..
    Aku sadar pacaran beda agama itu salah, tapi tiap aku liat dia aku menangis dan aku berkata dalam hati Ya Tuhan aku sayang banget sama dia, kenapa harus karena perbedaan ini..

    BalasHapus
  50. Oiya, dulu mama papaku juga menikah beda agama, 5 tahun berjalan mamaku terus doakan papaku, akirnya papaku mau terima Tuhan Yesus..
    Salah aku terus doakan dia pacarku untuk bisa diberi mujisat sama Tuhan agar pacarku bisa terima Tuhan Yesus? Bukankah tdk ada yang mustahil.. Dan firman Tuhan bilang apa yang kita bawa didalam doa dengan penuh percaya dan harapan akan Tuhan dengan, seperti doa mamaku untuk papaku? Mohon bantuannya ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo bgtu doakan dan pastikan dia percaya Yesus s3belum kalian menikah. jgn ampe tr diceraikan atw dipoligami. kisah ortu mu tntu bs jadi inspirasi tp ttp tdk bisa dijadikan patokan dalam hubunganmu. s3bab pacarmu tidaklah sama seperti ayahmu. lebih baik kamu berurai air mata sekarng daripada tr kmu menyesal. jgn berikan tubuhmu sblm nikah kudus mu. ingat Tuhan bgtu mengasihimu tp jg Dia tidak akan memaksakan keselamatanmu

      Hapus
  51. buat semua.
    saya cuma mau ingatkan. bahwa Katholik dan Protestan tidak bisa menyelamatkan. yg bisa menyelamatkan adalah Iman dalam Tuhan Yesus kristus. Katholik dan Protestan hanya sarana untuk lebih mengenal Yesus.
    dari kaduanya lihatlah mana yg lebih alkitabiah...
    jadi menikahlah dengan yg seiman. libatkan Tuhan dalam s3gala perkara. ujilah hubungan itu. mintalah tanda dari Tuhan sbg confirmasi bahwa Ia berkenan atw tidak. janganlah keras hati dan mencari pembenaran untuk menjalin hubungan beda keyakinan. kendalikan pikiran, keh3ndak dan perasaan mu.... banyak baca firman dan share dengan gembala gereja.... KATAKAN TIDAK PADA NIKAH BEDA KEYAKINAN.
    tidak perlu diperdebatkan lagi.
    clear.............

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syalom, luar biasa saudaraku. Entah roh kudus atau ambisi mu yg berbicara sprt itu. Menurut saudara dlm alkitab prnh ada perdebatan tdk? Paulus berdebat dgn Petrus dan msh byk perdebedatan diantara para rasul dan murid Yesus tp mreka ttp dipandang sbg tmn sekerja Allah. Sy rasa tdk mslh mau berdebat. Karya Allah byk mcmx dlm hidup dan tdk ada satupun yg akan trjd dlm dunia ini jika bkn karena kehendak Allah.

      Hapus
  52. Aku juga bingung sekarang, aku pacaran sama seorang katholik. Seiring brjalan waktu akhirnya dia bahas juga beda iman kita, dan dia minta aku masuk katholik tapi aku gabisa karena latar belakang keluarga aku begitu melekat sama Kristen Protestan. kakek aku pendìri gereja kristen protestan dimanado, oma, papa, mama, sama om aku pelayan khusus gereja, sdgkan aku aktif kegiatan gereja paduan suara, sama lomba cerdas cermat Alkitab. Makanya aku rada galau gara2 masalah ini. Aku bawa dlam doa terus apa yg aku perjuangkan ini, berharap Tuhan Yesus kasih aku clue, dia itu jdoh aku apa bukan, disatu sisi aku gamau nyakitin Tuhan, sama keluarga aku. Dilain sisi aku susah ngelepasin dia, gara2 kita uda lumayan lama pcran uda mau tiga taunan, dan mau ngadaptasi diri ke orang baru itu susa. Saya masih mikir2 jangan smpe aku jtuh dlm pencobaan. Krna Tuhan Yesus itu prioritas hdup aku. Minta pndpatnya ya teman2, Tuhan Yesus memberkati ^^ selamat natal juga.

    BalasHapus
  53. Kita saling mendoakan dapat pasangan hidup yg sepadan dan hidup dalam cinta kasih yg Tuhan yesus ajarkan.amin. Berdoa, berusaha dan tunggu tangan Tuhan yang bekerja menjadikan semua indah pada waktunya

    BalasHapus
  54. TAI!!! Pacar seiman itu BULLSHIT! Tuhan gak pernah ngasi saya pacar seiman akhir ya saya yg di cela kluarga. Mending sama beda iman pokok e rabi!

    BalasHapus
  55. MAKASIII ATAS TULISANNYAAA...love you Yesus

    BalasHapus
  56. Kenapa Tuhan ksi aq jtuh cinta pda orng yg beda agama, ,
    kenapa jga Tuhan kasi rasa yg bgitu bsar dalam hidupQ hanya buat Dia yg berbeda..
    Kenapa jga stiap kali aq mau brpaling pda yg seagama tpi
    dalam htungn hari udh bubar dan pnya prsaan yg bsar pda orng yg berbeda...
    Apa aq salaah............
    pdahal Tuhan ciptkan Manusia pertama cman 1 pasang, bkan 2.....?????/

    BalasHapus
  57. Wow... Sangat mengesankan setelah membaca semua ini... Syalom semua... Saya pria muslim tetapi saya jatuh cinta dan sangat sayang dengan pacar saya yang beragama katholik . Bagi saya perbedaan itu tidak masalah tetapi Orang tua saya sudah bilang sejak awal jangan terlalu sayang tetapi saya sangat sayang dengan dia dan saya juga sudah menjelaskan kepada ortu saya tentang hubungan ini dan orang tua sayapun bisa menerimanya.. Walapun baru berjalan satu tahun tapi saya sudah yakin dengannya.. Begitupun dengan dia... Tetapi saya baru mengetahui akhir2 ini bahwa orgtuanya tdk terlalu suka dengan saya hanya gara2 perbedaan agama.. Tetapi saya akan mencobanya dan terus berusaha meyakinkan orang tuanya.. Saya juga selalu membawa dia dalam setiap doa doa saya.. Entah ini salah atau tidak tapi saya sangat takut untuk kehilangnnya.. Karena saya sudah mengalami kecocokan dan saya yakin padanya.. Dan pada saat awal kita pacaran kita juga sudah membuat komitmen tentang hal tersebut... Menurut anda salahkah jika saya tetap melanjutkan hubungan ini ? Apakah ini cara yang tepat ? Bukannya perbedaan itu indah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syalom, sy jg seorg kristen yg berpcrn dg seorg muslimah. Sy tdk menganjurkan dan jg tdk melarang hal itu trjd. Perbedaan itu indah jk tdk mencari kesalahan dan menitikberatkan pd perbedaan itu. Berdoalah km kpd Allah dan memohon utk diberikan ptnjuk yg trbaik dlm hdupmu. Mintalah Allah utk mnuntunmu dan cb bc alquran dan alkitab tjuanx biar km bs mnjd imam utk mengajar firman kebenaran Allah. Kalau mau bertukar pikiran bs hubungi saya.

      Hapus
  58. Saya mau bertanya, apakah boleh cowok beragama kristen protestan menikah dengan cewek beragama katholik tanpa harus pindah agama ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau saya di katolik kalo memang ngga bisa seagama gapapa. cuman yg di kristen biasanya dari gerejanya sendiri yang melarang. Putus atau pasangan ikut gereja itu pilihannya. Biar umatnya nambah kali. :v

      Hapus
  59. Bagaimana jika sudah 1 iman, tp trnyta dia seorang pria yang tidak bertanggungjawab terhadap istri dan ank, dan tidak menghormati ibu mertua? Dan justru org yang tidak mengenal Yesus jauh lebih baik dan sangat bertanggungjawab Sebagai seorang suami dan papa bagi anak nya?

    BalasHapus
  60. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  61. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  62. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  63. Numpang share id line bg saudara/i seiman yg ingin menambah teman, silahkan add id line saya: Vozca
    Thx. Jbu

    BalasHapus
  64. TERIMA KASIH BESAR MAN DARI ALLAH ...

    Saya telah di perbudakan besar selama hampir 2 tahun menderita di tangan suami yang berselingkuh, kami senang dan meninggalkan baik sampai ia berarti waktu pacar lamanya dan ia mulai berkencan nya luar pernikahan kami. Sebelum Anda tahu itu ia berhenti merawat keluarganya sendiri. Itu sampai ke mana, ia berencana untuk menikah dengannya dan menceraikan saya istrinya sendiri, saya menangis dan melaporkan dia ke keluarganya, tapi ia tidak pernah mendengarkan siapa pun kecuali untuk memotong cerita pendek saya saya datang dalam mencari spiritualis nyata yang bisa menghancurkan hubungan mereka dan membuatnya kembali saya dan 2 anak-anak.

        Pada pencarian saya saya melihat orang-orang yang diberikan kesaksian tentang bagaimana pernikahan mereka di mana dipulihkan oleh Dr Solo Wise. Saya memilih email dan menceritakan kisah saya kepadanya dan dia setuju untuk membantu saya. Setelah karyanya dilakukan untuk saya, pada hari ketiga suami saya dan pacar memiliki bertengkar dan ia mengalahkan dia dan dia pulang memohon saya dan anak-anak dan meminta pengampunan. Dia mengatakan matanya jelas sekarang dan dia tidak akan pernah melakukan apa pun untuk menyakiti keluarganya lagi dan berjanji untuk menjadi ayah yang peduli dan tidak pernah menipu lagi. Saya sangat sangat senang bahwa saya tidak kehilangan dia untuk gadis semua penghargaan pergi ke Dr Solo Wise untuk Anda adalah Man besar dikirim oleh Tuhan untuk membantu orang-orang dari dunia ini. Saya memiliki rasa dari keajaiban bantuan Anda dan saya akan terus menceritakan perbuatan baik Anda. dan kepada siapa ini berkepentingan ini emailnya: drsolowisetemple@gmail.com
       
         Dr Solo bilang aku juga bisa menghubungi dia di banyak masalah lain termasuk:

    (1) jika Anda selalu memiliki mimpi buruk.
    (2) Anda ingin dipromosikan di kantor Anda.
    (3) Anda ingin wanita / pria berjalan setelah Anda.
    (4) Jika Anda ingin anak.
    (5) Anda ingin menjadi kaya.
    (6) Anda ingin memegang suami / istri menjadi milik Anda selamanya.
    (7) Jika Anda memerlukan bantuan keuangan.
    (8) perawatan Herbal
    (9) Jika Anda tidak dapat memenuhi keinginan istri seks Anda karena ereksi rendah.
    (10) Masalah dengan menstruasi
    (11) jika Anda menolak untuk dibayar, orang karena Anda ?.
    (12) memecahkan masalah tanah dan mendapatkannya kembali.
    (13) Apakah keluarga Anda Denny Anda dari kanan?
    (14) Cure apapun penyakit atau sakit.

         Hubungi dia hari ini dan pastikan Anda kebahagiaan hanya memiliki dia lakukan untuk saya. Email: drsolowisetemple@gmail.com

    BalasHapus
  65. Min ... Bicara tentang pacaran dan beda iman. Dari penjelasan diatas bukan berarti seseorang dengan lisensi kristen sudah pasti didalam kristus bukan? Saya ingin bertanya. Secara alquran dijelaskan "yesus"isa" adalah jalan yang lurus" jika seorang muslim percaya kalau Yesus itu juruslmat manusia dan yakin bahwa Allah(yang disembah muslim dan nasrani) mengirim putra tunggal nya Yesus (isa didalam muslim) sebagai juruslamat.apakah seorang muslim itu bisa disebut seiman dengan kita(kristen)? Namun dia beragama muslim.
    Berhubung saya juga pacaran beda iman.dan sampai sekarang saya dan dia belum membhas tntng agama. Saya nasrani mempelajari sedikit isi alquran.karena menurut saya alkitab dan alquran adalah kunci.karena ditegaskan secara alquran bahwa kitab taurat dan injil adalah yg benar.dan taurat dan injil ada didalam alkitab.brrti kita berkaitan donk dengan agama lain? .
    Salah gk kita mempelajari kitab agama lain jika kita tau kitab itu saling brrhunbngan?
    Bisa bntu jawab min?

    BalasHapus
  66. bagaimana saya bsa meyakinkan hubungan beda agama bisa dilakukan

    BalasHapus
  67. Syalom, mas dan mba. Mungkin sebaiknya kalian bs dialog dgn mrk yg sdh menikah beda agama. Mnrt sy seseorg sukses utk nikah beda agama itu adlh oleh krn kehendak Allah begitu jg seseorg tdk sukses membina hubungan dlm beda agama itu jg kehendak krn tdk ada suatu apa pun di dunia ini yg akn trjd jika bkn krn kehendak dan rencana Allah. Seseorg akn msk dlm kerajaan Allah atau tdk hal itu merupakan perkara Allah, qta sbg manusia tdk berhak mncampuri urusan sprt itu. Dlm alkitab ada org brdosa yg dgn gampang bs sm2 Yesus dlm krjaan Allah yaitu org yg disalibkan bahkn org itu tdk mengenal Yesus itu siapa, kmudian rasul Paulus yg dulux adlh pmbnuh akn tetapi oleh krn kasih karunia Yesus dia dijadikan rasul membawa firman bagi bangsa selain Yahudi. Bs tdk kalau sy blg rasul Paulus berdosa dan tmptx di neraka krn dia seorang pembunuh, bs tdk kalau sy blg rasul Paulus ikut dlm kerajaan Allah krn menerima Yesus sbg juruselamat. Sekali lg itu semua krn kasih karunia dan sy bc semua org yg komentar disini memegahkan diri dlm pengetahuan firman Tuhan dan menganggap diri paling hebat, sdgkn sy org berdosa yg slalu mengharapkan kasih karunia dr Allah Bapa, dr Tuhan kita Yesus Kristus dgn persekutuan Roh Allah yg kudus.

    BalasHapus
  68. Ada yg tau gak akun id line untuk agama kristen?

    BalasHapus
  69. Bisa atau nggaknya itu adalah usaha manusia sendiri. Siapa tau tantangan dan halangan yang ada adalah cobaan dari Tuhan sendiri. Kalo pasangan itu bisa berkomitmen mungkin bisa direstui.

    BalasHapus
  70. Memang menjalani hidup bersama yg bukan seiman terkadang susah. Saya saja sdh 6 tahun bersama pasangan yg berbeda keyakinan, terkadang ribut kalau membahas ttg keyakinan, tp itulah konsekuensi yg hrs diterima...

    BalasHapus
  71. Memang menjalani hidup bersama yg bukan seiman terkadang susah. Saya saja sdh 6 tahun bersama pasangan yg berbeda keyakinan, terkadang ribut kalau membahas ttg keyakinan, tp itulah konsekuensi yg hrs diterima...

    BalasHapus
  72. Admin, saya ingin menanya, apakah orang yang berpacaran antara agama Kristen Protestan dan Katolik itu dikatakan satu iman? . Memang sih, doktrin nya sama yaitu mengakui Tri Tunggal, namun tentu ada perbedaan dari cara ibadah dan pengakuan BUnda Maria. Jaid, apakah tidak sesuai dengan firman Tuhan, jika saya yang Kristen Protestan berpacaran dengan yang Katolik? Mohon pencerahannya.

    BalasHapus
  73. Waktu saya smp saya mau nyoba2 pacaran dan dapatlah sama yg beda agama. Berlangsung cepat. Karena diantara kita hanya seperti cinta yg ga ada artinya. Belajar dr pengalaman tsb, saya jd berkomitmen saat pertama kali masuk sma utk berpacaran dengan yg seiman saja. Walau sampai sekarang belum di kasih Tuhan. Tapi saya percya kalo Tuhan punya rencana utk kehidupan yg baik utk saya. Saya sangat setuju dgn artikel ini. Sangat membangun dan tanda "alert" buat temen2 sekalian. So.. kalo temen2 blm dikasih pasangan, nah tuhkan mesti perluas pergaulan, seperti rajin gereja, ibadah youth, dll.

    JESUS BLESS US ☺😊😀😃😄

    BalasHapus
  74. bagi yang gak mau kompromi soal nikah... baca 1 kor.7...
    disi2 jls kok.

    BalasHapus
  75. materi diatas tertulis pacaran dengan tujuan menikah. lantas saya hany pacaran biasa dan tidak ingin menikah karna saya masih mau kuliah dan pacar saya baru kelas 2 SMK. kami sama2 seiman kepercayaan kami sama, adat kami juga sama. lalu apakah kami boleh sekedar pacaran saja tidak untuk menikah??????

    BalasHapus


  76. Ini adalah kesaksian bahwa saya akan memberitahu kepada setiap orang untuk mendengar. Saya telah menikah empat 4years dan pada tahun kelima pernikahan saya, wanita lain memiliki mantra untuk mengambil kekasih saya jauh dari saya dan suami saya meninggalkan saya dan anak-anak dan kami telah menderita untuk 2years sampai saya bertemu posting di mana orang ini DR OLOKUM telah membantu seseorang dan saya memutuskan untuk memberinya mencoba untuk membantu saya membawa kekasih saya kembali ke rumah dan percayalah aku hanya mengirim gambar saya kepadanya dan bahwa suami saya dan setelah 48hours karena ia telah mengatakan kepada saya, saya melihat sebuah mobil melaju ke rumah dan lihatlah itu suami saya dan dia telah datang kepada saya dan anak-anak dan itulah mengapa saya senang untuk membuat setiap salah satu dari Anda di mirip dengan bertemu dengan pria ini dan memiliki kekasih Anda kembali ke diri Anda. emailnya: MARVINLOVESPELL011@GMAIL.COM

    BalasHapus


  77. Ini adalah kesaksian bahwa saya akan memberitahu kepada setiap orang untuk mendengar. Saya telah menikah empat 4years dan pada tahun kelima pernikahan saya, wanita lain memiliki mantra untuk mengambil kekasih saya jauh dari saya dan suami saya meninggalkan saya dan anak-anak dan kami telah menderita untuk 2years sampai saya bertemu posting di mana orang ini DR OLOKUM telah membantu seseorang dan saya memutuskan untuk memberinya mencoba untuk membantu saya membawa kekasih saya kembali ke rumah dan percayalah aku hanya mengirim gambar saya kepadanya dan bahwa suami saya dan setelah 48hours karena ia telah mengatakan kepada saya, saya melihat sebuah mobil melaju ke rumah dan lihatlah itu suami saya dan dia telah datang kepada saya dan anak-anak dan itulah mengapa saya senang untuk membuat setiap salah satu dari Anda di mirip dengan bertemu dengan pria ini dan memiliki kekasih Anda kembali ke diri Anda. emailnya: MARVINLOVESPELL011@GMAIL.COM

    BalasHapus
  78. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  79. selamat pagi..
    saya hanya sekedar sharing, siapa tau ada yang bisa membantu saya. Saya kuliah di salah satu Universitas di Jakarta, saya mempunyai pasangan yang berbeda Agama dan dia teman 1 kelas saya. Kami baru berjalan 8 bulan. Namun kami sangat merasa cocok, nyaman dan saling melengkapi.Sebelum dia meninggalkan saya karena keluarganya tidak setuju, saya sudah meminta agar kita mengakiri hubungan yg salah ini(beda agama). Tetapi dia selalu tidak mau menyetujuinya dengan alasan karena sangat mencintai saya dan tidak mau kehilangan saya. Sebelum hari H dia meninggalkan saya semua terlihat normal dan baik-baik saja. Tetapi setelah hari H dia meninggalkan saya sikapnya jadi berubah,dia dengan mudahnya melupakan saya dan meninggalkan saya. Saya merasa terjebak, karena setelah dia pergi saya merasa tidak mempunyai harapan dan semangat lagi. Saya susah makan,tidur dan melanjutkan aktifitas saya. Tentu saja hal ini sangat mengganggu hidup saya mengingat saat ini saya juga bekerja. Pertanyaan saya, bagaimanakah saya mampu berdiri tanpa dia disamping saya, sedangkan saya sudah terlanjur yakin kepada dia dan tidak bisa sehari saja tanpa kmendapat kabar dari dia? jawaban menurut sahabat saya obat patah hati adalah jatuh cinta kembali.Namun saya sendiri adalah tipe orang yang sulit membuka hati untuk orang lain, apalagi saya masih menyimpan perasaan kepada mantan saya dan saya tidak aktif dalam persekutuan di Gereja. Jadi sulit dan menjadi takut sendiri akan mendapatkan orang yang akhirnya hanya menyakiti saya seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dekatkan diri kpd Tuhan, km gk pernah dibiarkan-Nya sendiri..

      Hapus
    2. Setuju, dekatkan diri pada Tuhan :) Mazmur 147:3 mengatakan : Ia menyembuhan orang-orang yg patah hati & membalut luka-luka mereka.

      Hapus
  80. Syalom.
    Saya ingin bercerita,saya berpacaran sama cowok yg berbeda agama dengan kita. Di 1 sisi saya ingin banget putus sama dia karna sama takut tuhan murka pada saya tapi di sisi lain saya sayang padanya. Jadi menurut kalian apa yg harus saya lakukan?

    BalasHapus
  81. Saya ingin menanyakan, saya prempuan islam, sedangkan pcr sya awalnya adalah kristen, kmudian dia mau ikut saya.. tetapi stlh itu, dia dipaksa menikah dgn perempuan pilihan ortu ny,. Ortu ny tidak mngetahui klo pcr sya itu sdh islam.. akhirny pcr sya ttp menikah dgn perempuan itu d gereja,. Hukumny sperti apa ya? Apa sah?

    BalasHapus
  82. Doa-in ane dong :'v :v pacar perempuan ane Kristen.. Dulu aku jg kristen, tpi jadi mualaf masuk islam.. Doin.. Biar pacar-ku bisa masuk islam :v

    BalasHapus
  83. Syalom.
    Yang dimaksud dengan "menjual iman" itu apa? Apakah dengan pindah agama lantas disebut menjual iman?
    Kristen muslim katolik itu semua agama import, agama asli di indo ya itu agama suku..kebanyakan ajaran agama mengajarkan kalo kita tidak mengimani agama tsb kita pasti masuk neraka. Pertanyaan saya: orang2 tua dan nenek moyang kita dulu yang belum mengenal agama import ini lantas dicap bakal masuk neraka? Tuhan berkati.

    BalasHapus
  84. Kakakku udah baptis dan sekarang pindah agama karena mau nikah 😓

    BalasHapus
  85. unek2: sy sd menikah 2 x, istri pertama sy seiman dlm Yesus kami menjalani bahtera rmh tgga selama kurang lebih 4 tahun dan belum dikaruniakan anak dan perjalanan rmh tgga sy selalu tdk akur dan sering ad pertengkaran dan perselisihan dan akhirnya menjalar ke kedua keluaraga besar kami dan tdk pernah ada kedmaian padahal kami pun rajin berdoa kpd Tuhan tpi kuasa setan lebih berkuasa hingga kami putuskan cerai dgn pisah jauh tanpa ada surat resmi sampai sekarg sd kurang lebih 3 thn..dan sampai wktnya sy kawin lgi dgn perempuan yg tdk seiman dgn sy dia muslim dan ttpi sebelum kmi menikah kami buat perjanjian bahwa sy tdk akan meninggalkan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi sy dan setelah selesai menikah di KUA sy kembali menjalani iman kepercayaan sy dalam Kristus..sy menyadari bahwa apa yg sy sd lakukan mustahil Tuhan mau mengampuni sy tpi dalam perjalanan rmh tgga sy,sy selalu berdoa kepada Tuhan dan memohon untuk mengampuni sy dan mau mengampuni istri sy juga,itulah pergumulan hidup sy dan kami skrg sd dikarunai seorang putra..tpi pergumulan hidup keluarga sy,sy selalu bawa kepada Tuhan semoga Tuhan mengabulkan semua permohonanku dan mengampuni sy dan memulihkan rmh tagga sy menjadi kluarga dalam Kristus.Amin

    BalasHapus
  86. unek2: sy sd menikah 2 x, istri pertama sy seiman dlm Yesus kami menjalani bahtera rmh tgga selama kurang lebih 4 tahun dan belum dikaruniakan anak dan perjalanan rmh tgga sy selalu tdk akur dan sering ad pertengkaran dan perselisihan dan akhirnya menjalar ke kedua keluaraga besar kami dan tdk pernah ada kedmaian padahal kami pun rajin berdoa kpd Tuhan tpi kuasa setan lebih berkuasa hingga kami putuskan cerai dgn pisah jauh tanpa ada surat resmi sampai sekarg sd kurang lebih 3 thn..dan sampai wktnya sy kawin lgi dgn perempuan yg tdk seiman dgn sy dia muslim dan ttpi sebelum kmi menikah kami buat perjanjian bahwa sy tdk akan meninggalkan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi sy dan setelah selesai menikah di KUA sy kembali menjalani iman kepercayaan sy dalam Kristus..sy menyadari bahwa apa yg sy sd lakukan mustahil Tuhan mau mengampuni sy tpi dalam perjalanan rmh tgga sy,sy selalu berdoa kepada Tuhan dan memohon untuk mengampuni sy dan mau mengampuni istri sy juga,itulah pergumulan hidup sy dan kami skrg sd dikarunai seorang putra..tpi pergumulan hidup keluarga sy,sy selalu bawa kepada Tuhan semoga Tuhan mengabulkan semua permohonanku dan mengampuni sy dan memulihkan rmh tagga sy menjadi kluarga dalam Kristus.Amin

    BalasHapus
  87. Shallom....
    Saya sudah membaca artikel Anda dan sangat bermanfaat bagi saya.
    Saya sudah pacaran 2 tahun dengan pacar saya tapi kita beda agama, banyak orang yang mendoakan aku (perempuan) untuk putus dengan pacar aku (Islam) mereka pada engga setuju kalau aku pacaran beda agama. Tapi kalau sudah terlanjur bagaimana? Saya sangat dilema sekali, pacar saya (Islam) cinta pertama saya dan pacar pertama saya.
    Dan saya akan bertanya kepada Anda. Apakah kita (orang Kristen) bisa membawa terang dalam agama lain (orang Islam)? Dengan cara bagaimana?
    Terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
  88. Syalom...
    Saya Boleh Nanya?
    Boleh Ga Sih Saya Memakai Alat Aura Cinta untuk Wanita Yang disebut Bulu Perindu?

    #Thx
    #GBU

    BalasHapus
  89. saya pernah mengalami pacaran dengan beda agama, tapi memang dari awal salah dikarenakan pacaran bukan karena sayang, dan saya juga pernah alami begitu guncang ketika putus, saya menyesal dan saya bawa dalam doa+puasa saya waktu itu untuk diberi kesempatan ke 2, jika dikira" ampir 14 hari, sehingga drop berat badan saya ampir 18 kilo, dan YA Tuhan menjawabnya.. saya tahu bahwa Tuhan menjawab doa saya saat itu.. tetapi sayangnya Saya melakukan kesalahan yang sama kembali.. sehingga kesempatan yang sudah diberikan justru Hancur berantakan... Jika anda memiliki kekasih yang bukan 1 iman, bawakan dalam doa jika perlu puasa, dan yang paling utama adalah anda meminta BUKAN BERDASARKAN UNTUK MEMUASKAN NAFSU KAMU SENDIRI, tetapi karena kasih, kasih yang berasal dari Kristus, itulah cinta yang sejati, karena ketika kita pertahankan hanya karena ingin memuaskan nafsu kita, justru berdosa kepada Tuhan, tidak ada yang salah jika kita pacaran YG TERPENTING DARI SEMUANYA ADALAH.. IMAN ANDA SENDIRI, teruskan pergumulan anda (ttpi ingat bukan utk memuaskan hasrat dan nafsu kita), krn kita tidak tahu siapa jodoh kita, apakah seiman atau tidak, tujuan dari itu semua adalah MENUMBUHKAN DAN MEMATANGKAN IMAN kita kepada Yesus.. KRN ketika IMAN kita semakin Tumbuh maka kita semakin Layak menjadi anakNya, " Barang siapa yang Kukasihi ia akan Kutegur dan Kuhajar..."

    BalasHapus
  90. Luangkan waktu untuk membaca kesaksian singkat saya bisa berguna untuk Anda.
    Halo
    Nama saya tina Saya ingin membagikan kesaksian singkat ini kepada orang-orang baik di dunia ini. Ini bisa membantu Anda dalam satu cara atau cara lain. Ini adalah ceritaku.
    Suami saya menganggap poligami tidak salah, dia berkencan dengan gadis lain selama 1 tahun terakhir sekarang, dan saya katakan kepadanya bahwa dia perlu berhenti, tapi dia menolak dan mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada gadis itu, dia juga pernah berbicara tentang hidup bersama Gadis itu "untuk selamanya" suamiku masih mencintaiku dan anak-anak, tapi dia baik-baik saja untuk tetap bertahan tanpa gadis ini, dia menyesali hal ini sejak awal, tapi tidak mau putus dengannya, suamiku berkata jika Dia putus dengan dia, tidak akan ada hubungan lagi antara aku dan dia.
    Suatu hari saat saya melewati internet untuk mencari pekerjaan proyek, saya telah melihat beberapa contoh bagaimana baba ini telah membantu orang-orang dengan masalah mereka.
    Salah satu dari mereka mengatakan bahwa dia membantunya menyembuhkan penyakitnya, yang lain mengatakan bahwa dia membantunya hamil setelah 11 tahun tidak memiliki anak, dan saya melihat orang lain yang mengatakan bahwa dia membantunya menyelamatkan pernikahannya dan mendapatkan pekerjaan yang baik, biarkan e -mail jatuhnya baba besar ini.
    Saya memutuskan untuk mencobanya dan saya menghubungi dia di emailnya: drujiagbe. Baba yang hebat ini mengatakan bahwa suamiku berada di bawah mantra seorang wanita. Dan dia mengatakan kepada saya bahwa dia akan bisa memecahkan mantra.
    Begitulah kami memulai sholat dengan baba, dan dia mengatakan kepada saya semua yang perlu dilakukan tanpa penundaan, untuk perjamuan terkutuk saya, suami saya mengakhiri hubungan dengan gadis itu dalam waktu 48 jam dan dia kembali kepada saya dan meminta maaf atas segala hal yang Dia melakukannya dan meminta maaf saya
    Teman-teman tetap diam, karena mereka mengatakan "masalah yang dibagikan adalah masalah setengah terpecahkan" Tapi saya mengatakan sebuah masalah yang dibagikan dengan baba yang hebat ini adalah "Masalah yang dipecahkan secara permanen" karena seseorang seperti ayah ini memiliki solusi untuk semua masalah Anda, tidak masalah. Masalahnya, hubungi dia di E-mail pribadi ini: drujiagbeblacktemple@gmail.com
    Sekarang aku hidup bahagia bersama suamiku dan kedua anakku yang mengagumkan sekarang. Silahkan coba baba dan terima kasih surat ini dengan alamat emaill saya justina03by@yahoo.com.
    Baba mengatakan kepada saya juga dia juga bisa memberikan solusi untuk salah satu masalah berikut ini:
    (1) Anda ingin mantan Anda kembali.
    (2) Anda selalu mengalami mimpi buruk.
    (3) Dipromosikan di kantor Anda
    (4) Apakah kamu menginginkan seorang anak?
    (5) Apakah kamu ingin menjadi kaya?
    (6) ingin agar suami / istri Anda menjadi milikmu selamanya.
    (7) apakah Anda membutuhkan bantuan keuangan?
    8) Apakah Anda ingin mengendalikan pernikahan Anda?
    9) Apakah Anda tertarik pada orang lain?
    10) Tidak adanya anak
    11) punya suami / WIFE
    12) menyembuhkan penyakit apapun.
    Hubungi baba hari ini dan Anda akan senang melakukannya. E-mail: drujiagbeblacktemple@gmail.com
    TERIMA KASIH ATAS WAKTUNYA...

    BalasHapus
  91. Saya baru saja memutuskan hubungan yg telah dibina selama 3 tahun dengan beda iman, awalnya saya tidak ingin ke jenjang serius namun dia meyakinkan saya bahwa dia akan ikut saya untuk percaya Kristus. Saya menjadi yakun karna dulu papa nya yg kristen ditarik mama nya ke muslim. Saya merasa tdk akan terlalu sulit karna keluarga papa nya kriaten semua. Bertahun tahun kita jalani hubungan ini kita juga sering gereja bareng, sudah sangat begitu kuat deh cinta dan sayang kita. Kita sama sama saling membutuhkan, sudah memimpikan rumah tangga yg indah. Namun tiba saat nya untuk hubungan yg lebih serius mulai dia tdk tega menyakiti mama nya, apakah saya mau dilamar dia seorang diri tanpa keluarganya satupun dan berkata belum siap memilih, sementara keluarga saya semua sudah kenal dia begitupun keluarganya. Saya sangat terpukul kecewa dan merasa dipermainkan. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mundur dan hingga sekarang saya belum terbiasa menjalani hari tanpa dia. Tapi karna Tuhan Yesus saya masih bisa kuat dan bertahan. Saya yakin Rencana Tuhan lebih indah, dan saya siap menerima berkat yg lebih lagi. Amin

    BalasHapus
  92. Saya baru saja membaca semua ini

    BalasHapus
  93. Terimakasih atas tulisannya sangat bermanfaat menjadi semakin yakin dan memantapkan langkah kaki ini menuju lembaran baru yg lebih baik yg sudah Tuhan siapkan di depan atas pasangan hidup yg seiman.

    BalasHapus
  94. Selamat siang, syalom. Nama saya Komang Sanjaya. Saya orang Bali beragama Hindu. Saya punya masalah yang sama soal beda agama ini. Kita sudah saling sayang, dia beragama Kristen Protestan. Kami juga sudah di usia 25 ke atas. Saya tidak mau paksa dia ikut agama saya, begitupun sebaliknya. Bagi saya, agamanya adalah salah satu sisi yang membentuk dia seperti sekarang ini. Dia yg saya cintai juga salah satunya karena agamanya. Saya sayang dia apa adanya. Saya tidak mau merubah diri dia hanya untuk menuruti keegoisan saya. Percuma juga kan kalau dia ikut agama saya dengan terpaksa dan tidak bahagia. Saya sangat yakin semua agama pasti mengajarkan kebaikan. Dan Tuhan itu sejatinya satu dan sama. Saya juga sudah menemukan jalan untuk menikah beda agama. Masalahnya, saya pernah baca ayat dalam Alkitab di bagian "Korintus", menyatakan bahwa menikah beda agama bagi seorang kristiani itu tidak boleh, dan hukumnya adalah dosa karena bersekutu dengan orang-orang yg tidak percaya kepada Yesus Kristus sang juru selamat. Saya sekarang bingung. Saya sudah sayang dengan dia sejak usia 18 tahun. Dan Tuhan pun tahu kalau hanya dia yang saya inginkan dalam hidup saya ini. Saya tidak terlalu menyalahkan perbedaan kita, saya hanya takut apa yg saya inginkan ini bertentangan dengan keyakinannya. Saya mau kami bisa bersama. Karena saya yakin perasaan kasih dan sayang saya untuk dia ini adalah anugerah Tuhan juga kan. Saya butuh pencerahan. Saya mohon bantuannya. Terimakasih.

    BalasHapus