Sejarah Konflik Timur Tengah 1

Siapakah Penduduk Asli Wilayah Palestina-Israel?

Di dalam seri artikel ini, saya akan  mengungkapkan sejarah dan nubuatan tentang daerah yang memikat perhatian dunia dan yang merupakan daerah inti lahirnya tiga agama yang sangat berpengaruh di dunia masa kini: Yahudi, Kristen dan Islam.

Tidak ada tempat lain di dunia yang penuh misteri, rahasia dan bahaya seperti Israel. Bangsa itu adalah bangsa “sulung” dalam rencana Allah dari antara segala bangsa, “Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung,” (Keluaran 4:22).Israel juga merupakan “thermometer” atau pengukur suhu apa yang sedang terjadi di dunia, dan secara khusus, tentang nubuatan-nubuatan akhir zaman.

Presiden Iran, Ahmadinejad, sudah mengancam Israel dan mengatakan Israel adalah kanker di Timur Tengah yang harus disingkirkan. Untuk itu, Iran sedang mengejar pembuatan bom nuklir. Apakah Israel akan mengizinkan Iran mendapat bom nuklir ataukah dalam waktu dekat Israel akan meyerang Iran dan membom semua instalasi nuklirnya?

Apa akan ada perang lagi di Timur Tengah dalam waktu singkat? Hizbullah di Lebanon mengatakan bahwa mereka memiliki 30.000 rudal siap diluncurkan ke setiap kota Israel kalau Israel menyerang Iran. Hamas dan Israel tetap berperang di Gaza dan di Tepi Barat. Tiap hari ada rudal dari Gaza diluncurkan ke arah kota-kota di bagian selatan Israel. Al Qaeda sedang mengancam untuk melibatkan diri. Turki, Rusia, Cina, Mesir, dll juga sedang mengancam Israel. Apa artinya? Apa latar belakangnya? Apa nanti kesudahannya? Untuk memahami hal-hal yang sangat mempengaruhi kedamaian dunia dan meningkatnya terorisme masa kini, kita harus kembali dalam sejarah untuk memahami akar masalah yang kini buahnya sedang kita makan.

Kalau kita tidak belajar dari sejarah maka kita akan mengulangi kesalahan dan tragedi sejarah. Dalam seri artikel ini kita akan menyelidiki sejarah daerah Palestina dari zaman purba sampai masa kini. Kita akan menyelidiki sejarah kependudukan Palestina, konflik-konflik, penjajahan bahkan sampai nubuatan Firman Tuhan tentang masa depan Timur Tengah supaya kita dapat lebih memahami apa yang ada di belakang semua konflik masa kini.

Apakah bangsa Israel Penduduk Asli Wilayah Palestina? Pertanyaan pertama yang kita perlu jawab adalah siapa mempunyai hak milik atas Palestina dan siapa penduduk asli di wilayah Palestina atau Israel? Apakah itu orang Israel? Sama sekali tidak! Apakah orang Palestina? Juga tidak!

Kalau begitu siapakah penduduk asli wilayah yang sekarang disebut Palestina dan Israel? Dalam catatan sejarah sekitar 2000 sM di zaman Abraham, yang diklaim oleh Yahudi, Kristen dan Islam sebagai bapa rohaninya, ada 10 suku yang mengembara di wilayah Palestina, yaitu Keni, Kenas, Kadmon, Kanaan, Feris, Het, Refaim, Amori, Girgasi dan Yebus (Kej. 15:19-21). Sepuluh suku itu bukanlah orang Palestina atau pun orang Israel masa kini.

Bangsa Israel baru masuk dan menduduki wilayah Palestina pada tahun 1460 sM waktu Yosua memimpin Israel untuk menduduki dan menguasai Kanaan atau wilayah Palestina lalu Israel berjaya di Palestina setelah Tuhan menghalau 7 suku, yaitu, Het, Girgasi, Amori, Kanaan, Feris, Hewi dan Yebus (Ulangan 7:1). Yerusalem hanya menjadi Ibu Kota Israel dalam Kerajaan Daud sekitar tahun 1000 sM setelah Raja Daud mengalahkan suku Yebus (2Samuel 5:6-10).

Sejak saat itu, ada banyak kerajaan yang masuk dan menjajah daerah tersebut sebelum mereka pun diganti oleh penguasa lainnya. Sejarahnya sbb:

  • 1500 sM Musa memimpin Israel keluar dari perhambaan Mesir
  • 1460 sM Israel menguasai Kanaan
  • 1000 sM Israel menguasai kota Yerusalem di zaman Daud
  • 930 sM Israel pecah dua – bani Israel (10 suku); bani Yehuda (2 suku)
  • 722 sM Bani Israel (10 suku) masuk pembuangan Asyur lalu lenyap
  • 587 sM Bani Yehuda dijajah Kerajaan Babil & Media-Farsi
  • 457 sM Bani Yehuda dimerdekakan oleh Koresy, Raja Farsi (Ezra 1)
  • 457 sM Bani Yehuda menjadi identik dengan nama Israel
  • 390 sM Israel dijajah Mesir dan tawanannya dibawa ke Mesir
  • 332 sM Israel dijajah Kerajaan Yunani. Tawanannya di Iskandaria, Mesir.
  • 63 sM Israel dijajah Kerajaan Roma
  • 70 sM Israel dicerai-beraikan antara berbagai bangsa dan hanya sedikit orang yang lagi tinggal di wilayah Palestina.
  • 321M Kaisar Roma, Konstantin, menjadi Kristen – masa Bizantium
  • 638M Tentara Jihad mengalahkan Kerajaan Roma dan masa kekuasaan Bizantium berakhir dan zaman kekuasaan Islam mulai.
  • 1099-1187 Perang Salib – perebutan Palestina. Tentara Jihad Islam mengalahkan laskar-laskar Perang Salib dari Eropa.
  • 1187-1250 Zaman Islam dalam Khalifah Ayyoubite
  • 1250-1516 Zaman Islam dalam Khalifah Mameluke
  • 1516-1917 Zaman Islam dalam Khalifah Ottoman
  • 1918-1945 Zaman Inggris-Perancis berkuasa di Palestina
  • 1946 Wilayah Palestina dan Trans-Yordan dibagikan untuk membentuk negara Yordan sebagai negara Arab Palestina yang diakui PBB.
  • 1948 Israel juga diakui resmi oleh PBB sebagai negara Yahudi Palestina.

Apa Artinya “Palestina”?

Palestina di sepanjang sejarah tidak pernah merupakan nama bangsa atau Negara. Palestina adalah daerah geografis saja untuk menunjuk suatu wilayah di Timur Tengah.

Kata “Palestina” berasal dari Bahasa Ibrani, “peleshet” yang berarti “Orang Laut”.  Yang disebut orang Filistia atau Filistin adalah para migran yang berasal dari Mesir, Turki dan Yunani yang pindah ke daerah pesisir Israel dan tinggal di sana. Antara kota yang didirikannya adalah Gaza, Askalon, Ashdod, Ekron dan Gat.  Dari zaman Herodotus, orang Yunani menyebut pantai timur Laut Tengah sebagai “Siria Palestina”. Orang Filistin disebut sebagai keturunan Kasluhim, anak Mesir dalam Kejadian 10:14 dan Keluaran 13:17. Orang Filistin terkenal sebagai bangsa yang melaut dan merupakan suku non-Semitik, non-Arab dan non-Ibrani, tidak berbahasa Arab dan tidak pernah berhubungan sama sekali dengan suku atau kebudayaan Arab.

Jadi, siapakah berhak atas wilayah Palestina-Israel?

Semua sumber catatan sejarah, baik di Alkitab maupun di Al Qur’an, menyatakan bahwa tanah Palestina adalah Negeri Perjanjian yang telah diberikan Allah kepada bangsa Israel.

Surah Al Maidah 5:20-21, Keseganan Bangsa Yahudi mentaati perintah Nabi Musa a.s. memasuki Palestina dan akibatnya: “Dan ingatlah, ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu dan menjadikan kamu bangsa yang merdeka. Dan diberikan-Nya kepadamu apa-apa yang belum pernah diberikan kepada seorangpun di antara umat yang lain. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci Palestina yang telah ditentukan Allah bagimu.”

Keluaran 6:7,  Perjanjian Allah kepada Musa agar Israel masuk Palestina sebagai milik Israel: “Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah Tuhan.”

Apa orang-orang Arab masa kini berhak memiliki Palestina?

Tokoh-tokoh Arab sejak dulu telah mengakui bahwa tidak pernah ada bangsa Palestina, suku Palestina, bahasa Palestina atau negara Palestina. Konsep itu adalah ciptaan modern untuk melawan Israel.

Pada tahun 1937, pemimpin Arab, Auni Bey Abdul Hadi, telah memberitahu Komisi Peel di Inggris: “Tidak ada bangsa yang disebut Palestina. Palestina adalah istilah ciptaan kaum Zionis. Kata Palestina adalah asing buat kami.”

Tahun 1946, Profesor Arab sejarah Timur Tengah di Universitas Princeton, Philip Hitti, menyampaikan kepada Komisi Investigasi Palestina Anglo-Amerika: “Adalah pengetahuan umum, bahwa tidak pernah ada bangsa yang disebut Palestina dalam sejarah.”

Pada 31 Maret, 1977, Zahir Muhseinwas, Anggota Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dikutip dalam koran Belanda sbb:

“Tidak ada rakyat Palestina. Ciptaan negara Palestina hanyalah sarana untuk melanjutkan perjuangan kami melawan negara Israel demi persatuan Arab. Sesungguhnya hari ini tidak ada perbedaan antara orang Yordan, Palestina, Suria dan Lebanon. Hanya untuk alasan politik dan demi taktik kami membicarakan eksistensi rakyat Palestina, karena kepentingan bangsa-bangsa Arab menuntut agar kami menciptakan eksistensi “rakyat Palestina” agar melawan Zionisme. Demi alasan taktik saja, Yordan, yang adalah negara berdaulat dengan perbatasan yang sudah jelas, tak dapat menuntut klaimnya atas Haifa dan Jaffa, sedangkan sebagai seorang Palestina, tak diragukan bahwa saya dapat menuntut Haifa, Jaffa, Beer-Sheva dan Yerusalem. Namun, pada saat kami memperoleh kembali hak kami atas seluruh wilayah Palestina, kami tidak akan menunggu satu menit untuk mempersatukan Palestina dan Yordan.”

Walid Shoebat, seorang mantan aktifis PLO telah mengaku, “Bagaimana bisa jadi bahwa pada tanggal 4 Juni 1967, saya adalah seorang Yordan lalu dalam semalam saja saya menjadi seorang Palestina?  Kami tidak keberatan dengan pemerintahan Yordan. Pengajaran penghancuran Israel adalah bagian inti kurikulumnya, namun kami telah menganggap diri orang Yordan sampai orang Yahudi kembali menguasai Yerusalem. Lalu tiba-tiba kami mulai disebut orang Palestina – mereka mencabut bintang dari bendera Yordan lalu dalam sekejap mata kami sudah memiliki bendera Palestina.”

Jelaslah bahwa di dalam sejarah bangsa Israel, wilayah Palestina telah menjadi wilayah tanah airnya mulai tahun 1460 sM sampai 70M ketika mayoritas mereka dibawa sebagai tawanan ke Eropa dan ke seluruh dunia. Sejak tahun 70M sampai masa kini Palestina tidak pernah kosong dari orang-orang Yahudi, hanya mereka menjadi minoritas. Hanya sekarang dengan pemulangan banyak orang Yahudi, mereka menjadi masyarakat mayoritas di tanah airnya. Kini di Israel ada 6 juta orang Israel dan 1 juta orang Arab.

Bersambung ke Sejarah Konflik Timur Tengah 2

Sumber

0 komentar:

Posting Komentar