4. Apakah Bumi Muda atau Tua

Bulan lalu kita sudah membahas dunia dinosaurus, dan apakah mungkin ada dinosaurus di bahtera Nuh, juga kemungkinan manusia dan dinosaurus hidup pada zaman yang sama. Dalam pembahasan itu kita sudah melihat yang biasa disebut Kolom Geologis, yang disusun para pendukung faham evolusi dan Darwinisme. Berdasarkan faham evolusi itu, Bumi sudah berumur sekitar 5 milyar tahun sedangkan menurut Alkitab, umur bumi adalah kurang dari 20.000 tahun. Perbedaan ini menjadi tantangan bagi banyak orang karena di sekolah, universitas dan  media massa dikemukakan bahwa alam semesta sudah ada sejak terjadi “big bang” sekitar 20 milyaran tahun yang lalu dan bumi sudah ada sejak 5 milyar tahun yang lalu. Sebaliknya, di Alkitab umur bumi di bawah 20.000 tahun. Adam dan Hawa, kedua manusia pertama, hanya hidup dan jatuh ke dalam dosa 6000 tahun lalu. Bagaimana mungkin mengatasi perbedaan dan kontradiksi itu?

Penyelidikan topik umur alam semesta dan bumi akan kita selidiki dari dua sisi. Pertama, kita bahas bulan ini tentang beberapa bukti umum yang ada di alam kita, dan pada edisi bulan depan, secara khusus kita akan membahas cara-cara penghitungan umur seperti Carbon-14 dan proses-proses Radiometrik.

Dalam artikel bulan ini, kita akan menyelidiki ‘bukti’ umur di alam kita, supaya kita lebih memahami bahwa ada banyak petunjuk atau bukti yang mendukung, bahwa bumi adalah sangat muda. Jawaban masalah ini akan menunjukkan apakah Alkitab benar dan dapat diandalkan sebagai pedoman kehidupan.

Kolom Geologis dan Umur Fosil-fosil menurut Faham Darwinisme

Kita sering mendengar bahwa fosil-fosil telah membuktikan proses evolusi dan umur bumi yang tua. Ternyata yang sebaliknya adalah yang benar. Karena tidak ditemukan fosil-fosil transisi maka faham evolusi memiliki masalah besar untuk menjelaskan teori mereka. Hal kedua, yang menjadi kejutan bagi ilmuwan yang anti Alkitab dan anti Allah sebagai pencipta adalah temuan-temuan fosil-fosil manusia modern yang hidup di zaman Palaeozoik dan Mesozoik yang menurut faham evolusi adalah lapisan-lapisan batu sebelum ada manusia. Jadi bilamana ditemukan fosil-fosil kehidupan manusia di zaman-zaman itu maka faham Darwinisme dan evolusi ambruk total, dan kebenaran Alkitab tentang bumi yang relatif muda diteguhkan kembali. Apa ada bukti seperti itu? Tentu ada!

Berikut, kita akan menyelidiki beberapa proses penghitungan umur alam semesta dan umur bumi yang menunjukkan bahwa semuanya jauh lebih muda dari apa yang biasa kita diberitahukan oleh kaum evolusioner.

Bukti-bukti bahwa Bumi dan Alam Semesta adalah Muda

1. Galaksi-galaksi berputar terlalu cepat

Bintang-bintang di dalam galaksi kita, “The Milky Way”, berputar terlalu cepat sekeliling pusat galaktiknya. Kecepatan berputar juga tidak konsisten. Yang di tengah berputar lebih cepat dari yang di lingkar luar. Kecepatan berputar begitu cepat sehingga dalam waktu hanya 200 juta tahun galaksi “The Milky Way” sudah kehilangan bentuk spiral dan akan punah.

Faham evolusi memerlukan paling sedikit 10 milyar tahun untuk galaksi kita sehingga proses ilmiah ini membuktikan kemustahilan proses evolusi dan umur alam semesta yang diajarkan adalah keliru sekali. Kaum ilmuwan evolusi pun, menyebut masalah ini “dilema pemutaran”.

2. Komet-komet hancur terlalu cepat

Menurut teori evolusi, komet-komet adalah seumur alam semesta kita, yaitu kira-kira 5 milyar tahun. Namun, setiap kali komet-komet mengorbit matahari, sebagian bahannya termakan daya tarik matahari sehingga tak mungkin sebuah komet bisa tahan sampai 100.000 tahun dan menurut observasi ilmuwan-ilmuwan, biasanya kebanyakan komet hanya berumur 10.000 tahun. Sekali lagi fakta ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa alam semesta tidak mungkin setua yang biasa dikemukakan dan sebaliknya adalah sangat muda. Komet yang sangat terkenal yang menakutkan manusia ratusan tahun lalu telah muncul kembali pada tahun 1986 dan sangat mengecewakan karena sudah menjadi begitu kecil sehingga hampir-hampir tidak kelihatan. Mengapa? Karena komet-komet menjadi hancur terlalu cepat dan menunjukkan bahwa alam     semesta adalah sangat muda!

3. Tidak ada cukup sedimen (tanah, lumpur, batu-batuan) di dasar laut

Tiap tahun, air dan angin mengikis sekitar 20 milyar ton tanah dan batu-batuan dari seluruh benua, daratan, pulau hingga terdorong dan tersimpan ke dalam lautan. Bahan-bahan tersebut menambah terus tiap tahun dan terkumpul di atas dasar laut yang terdiri dari batu-batuan dasar Bumi yang terbentuk dari lahar keras. Rata-rata lapisan batu-batuan sedimenter adalah kurang dari 400 meter. Proses subduksi lempeng tektonik menghabiskan 1 milyar ton sehingga 24 milyar ton ditambah tiap tahun. Masalahnya adalah lapisan sedimenter yang ada, dengan kecepatan yang sama masa kini memerlukan 12 juta tahun. Namun, bila dihitung dampak air bah global di zaman Nuh, jumlah sedimentar hanya cukup untuk 5000 tahun saja. Bila bumi sudah berumur 5 milyar tahun seperti yang diyakini teori evolusi, maka tidak ada lautan lagi karena seluruh bumi akan menjadi kolam lumpur global!

4. Tidak cukup sodium (garam) dalam laut

Tiap tahun, sungai-sungai dan air hujan yang mengalir dari daratan mengisi 450 juta ton sodium ke dalam laut. Hanya 27% dari sodium tersebut dihisap keluar dari laut tiap tahun melalui berbagai proses alam. Sisa dari sodium itu tetap di laut dan menambah kepada jumlah yang sudah ada di dalam lautan. Bila dari awal tidak ada sodium di dalam laut, jumlah total sodium di dalam laut hanya berjumlah cukup untuk maksimum kurang dari 42 juta tahun. Karena faham evolusi menuntut umur lautan adalah 3 milyar tahun, maka faham itu memiliki masalah besar sedangkan kalau lautan-lautan itu sudah memiliki umur 100 juta tahun, maka semua kehidupan di laut sudah lama punah. Oleh karena faham evolusi percaya kehidupan mulai di laut, maka ini kembali menjadi masalah besar dan karena hal ini, sekali lagi menunjukkan bahwa Bumi adalah muda.

5. Kawasan Magnetik Bumi merosot terlalu cepat

Dr. Thomas Barnes, profesor ilmu fisika di Universitas Texas, dalam bukunya yang berjudul Origin and Destiny of the Earth’s Magnetic Field menyatakan bahwa kekuatan yang terdapat dalam kawasan magnetik bumi telah diukur dengan seksama lebih dari 135 tahun lamanya dan telah dibuktikan bahwa “setengah umur” kawasan magnetik adalah 1400 tahun. Oleh karena itu, sekitar 20.000 tahun yang lalu kawasan magnetik bumi akan lebih dari bintang magnetik sehingga kehidupan di bumi menjadi mustahil dan dalam 30.000 tahun saja Bumi akan lenyap sebagai uap.

Kini diketahui bahwa kawasan magnetik Bumi merosot dengan faktor 2.7 selama 1000 tahun yang lalu dan fakta ini sangat mendukung pernyataan Alkitab bahwa Bumi adalah muda.

6. Terlalu sedikit Helium dalam atmosfir

Semua jenis penghancuran bahan radioaktif melepaskan gas helium ke udara. Kalau proses penghancuran tersebut telah terjadi selama milyaran tahun, sebagaimana diyakini kaum evolusioner, maka seluruh kehidupan di Bumi akan mati keracunan helium. Dengan memperhitungkan persentasi kecil helium yang bisa lepas dari atmosfir, jumlah helium yang ada masa kini hanyalah 0.05% dari jumlah helium yang akan terkumpul dalam masa 5 milyar tahun. Ini berarti umur atmosfir bumi jauh lebih muda dari perkiraan usia yang yang diyakini oleh kaum evolusioner. Hasil penyelidikan yang diterbitkan di Journal of Geophysical Research menunjukkan bahwa helium dalam batu-batu panas belum memiliki cukup waktu untuk keluar dari batu-batu itu. Batu-batu itu diperkirakan berumur satu milyar tahun namun bertahannya helium di dalamnya membuktikan bahwa batu-batu itu sesungguhnya hanyalah ribuan tahun bukan milyaran tahun. Riset dari Dr. Melvin Cook (majalah ilmiah Nature, jilid 179, hal.213) beserta Dr. Henry Faul (Nuclear Geology) menunjukkan bahwa jika menilik kadar arus masuknya zat helium ke dalam atmosfir maka umur Bumi harus kurang dari 30.000 tahun.

7. Tidak cukup kuburan atau kerangka dan tengkorak manusia

Ahli-ahli antropolog evolusioner menyatakan bahwa zaman batu telah berlangsung selama, sedikitnya, 100.000 tahun. Pada zaman itu telah hidup manusia Neanderthal dan Cro-magnon. Menurut skenario ilmuwan-ilmuwan itu dan kebiasaan jumlah kelahiran dan kematian sebelum zaman KB dan sebelum zaman kesehatan modern, seorang ibu akan melahirkan 10 anak dan rata-rata 4 akan meninggal dalam tahun pertama. Berdasarkan hal itu dan dengan rata-rata orang meninggal dengan umur 40 tahun, maka akan ada 2500 generasi. Dalam kurun waktu itu seharusnya sudah lahir lebih dari ratusan milyar orang. Ini masalahnya: di manakah mayat-mayatnya? Bumi sudah seharusnya penuh dengan kuburan ratusan milyaran orang di seluruh bumi. Namun hal itu tidak ada. Yang ada hanya cukup untuk sekitar 5000 tahun saja. Perhitungan itu adalah berdasarkan 100.000 tahun saja, apalagi kalau mau dihitung 3 juta tahun yang ilmuwan evolusioner katakan sebagai tahun-tahun proses evolusioner manusia. Dimanakah juga semua mayat kera, kuda, dinosaurus dan lain sebagainya, yang juga seharusnya ratusan milyar. Ketidak beradaan mayat-mayat itu membuktikan bahwa bumi adalah sangat muda.

8. Sejarah manusia adalah terlalu pendek

Semua catatan sejarah termasuk monumen megalitik dan lukisan-lukisan di gua-gua menyatakan bahwa sejarah manusia hanya ada sejak 5000 tahun lalu. Manusia sanggup membangun piramida-piramida dan struktur-struktur ajaib di berbagai tempat. Manusia sanggup mengembangkan bahasa-bahasa yang sangat rumit dan berbeda satu dengan yang lain, namun yang tertua hanya dapat ditemukan muncul 5000 tahun lalu! Mengapa? Karena bumi adalah muda. Manusia adalah muda. Dan proses evolusi ala Darwin sama sekali tidak memberi bukti yang memuaskan tentang teorinya. Yang diberikan adalah hanya filsafah atau agama baru di mana manusia lebih percaya ilmu pengetahuan daripada percaya saksi mata yang hadir waktu penciptaan, yaitu Sang Pencipta.

Dalam artikel bulan ini kita hanya membahas 8 bukti bumi berumur muda, sebenarnya masih ada  daftar yang dimiliki yaitu 150 bukti yang serupa dimana 90% dari semua proses alam menunjukkan bahwa Bumi adalah muda.

Mengapa ada yang mengatakan Bumi terbukti tua?

Salah satu hal yang dikemukakan bahwa bumi adalah tua diambil dari jaraknya bintang-bintang dari Bumi. Memang diketahui bahwa kecepatan terang atau cahaya adalah 300.000 km/detik dan jarak bintang-bintang yang terjauh adalah milyaran tahun cahaya dari Bumi. Maka disimpulkan Bumi adalah tua karena memerlukan milyaran tahun untuk kita dapat melihatnya di Bumi. Mengapa ini bukan masalah?

Pada waktu Tuhan menciptakan bintang-bintang pada Hari ke-4 dalam Minggu Penciptaan, Dia menciptakannya supaya kita dapat melihatnya. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dan berfungsi. Tuhan bukan saja menciptakan bintang-bintang itu, Dia juga menciptakan cahayanya sampai ke Bumi supaya kita dapat melihatnya. Bintang-bintang, bersama matahari dan bulan diciptakan dengan maksud menolong manusia menghitung waktu dan musim-musim.

Perhatikan Kejadian 1:14-15,

“Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.”

Sumber

1 komentar: