Jika Dosa dan Pahala Ditimbang

Banyak orang percaya kalau saat hari penghakiman nanti dosa dan pahala kita akan ditimbang. Jika pahala kita lebih banyak, maka kita akan masuk surga. Sebaliknya, jika dosa kita lebih banyak, maka kita akan masuk neraka. Sepertinya saya sudah tidak perlu lagi menjelaskan apa itu palaha dan dosa, begitu juga dengan surga dan neraka, karena anak SD juga pasti sudah tahu akan hal ini.

Yang jadi permasalahannya adalah, jika memang dosa dan pahala kita nanti ditimbang, mungkinkah kita bisa masuk surga? Berbicara mengenai pahala, sepertinya kita tidak perlu membahas banyak tentang hal ini karena biasanya kalau soal pahala, hampir semua orang mengingat apa yang sudah dia lakukan, apalagi yang mencari pahala untuk bisa masuk surga.

Masalahnya adalah mengenai dosa. Banyak orang mengira bahwa dosa terbatas pada hal – hal seperti mencuri, membunuh, dan bahkan menyembah berhala. Tetapi banyak orang sering lupa tentang hal – hal kecil yang juga adalah dosa.

Roma 3:23, Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Alkitab mengatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Ya memang kenyataannya demikian, apakah ada yang tidak pernah berbuat dosa? Jika Anda merasa tidak pernah berbuat dosa, ayo kita merenungkan hal – hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Membajak karya orang lain, termasuk membajak DVD adalah dosa, jadi seharusnya yang membeli DVD bajakan juga berdosa. Apakah ada di sini yang tidak pernah membeli DVD bajakan? Kalau memang ada, ayo kita merenungkan hal yang lain. Bagaimana dengan foto copy buku pelajaran, apakah ini dosa? Memakai pakaian, tas, sepatu, atau apapun yang merupakan barang KW, apakah ini dosa? Yang sedang melihat ini di komputer atau laptopnya, apakah semua softwarenya adalah asli? Bukankah memakai software bajakan juga adalah dosa? Untuk yang suka berkendara, baik itu motor maupun mobil, seberapa sering kita melanggar lalu lintas? Bukankah melanggar lalu lintas adalah dosa? Seberapa sering kita seenaknya membuang sampah sembarangan? Oke tidak masalah jika Anda bilang hal ini tidak dosa, saya tidak akan berdebat di sini.

Kita hidup di dunia yang sudah tercemar oleh dosa, mau tidak mau kita juga akan hidup di dalam dosa. Dunia memaksa kita untuk menuruti nafsu dan kemauan kita. Dimana ada hawa nafsu yang mementingkan diri sendiri, di situ pasti ada dosa. Masih banyak hal di kehidupan kita sehari – hari yang sebenarnya adalah dosa, namun karena dunia ini sudah sangat salah, hal – hal tersebut dianggap wajar dan sah – sah saja. Contoh yang paling sederhana adalah memanggil orang lain dengan sebutan kasar, yang biasanya membawa – bawa makhluk yang dari kebun binatang. Banyak orang menganggap hal ini adalah hal sepele yang bukanlah dosa, tetapi apakah benar menyamakan makhluk ciptaan Allah yang sempurna dengan sebutan makhluk lain dari kebun binatang tidak dosa?

Al-Quran tentunya sangat rinci membahas tentang apa itu dosa, namun saya tidak mempunyai pengetahuan yang cukup untuk membahas dosa yang dibahas oleh Al-Quran, tetapi saya yakin standard dosa dalam Al-Quran sangatlah tinggi. Kalau memang tidak demikian, tolong segera beritahu saya. Namun kalau bicara soal dosa di dalam Alkitab, saya sangat tahu bahwa standard dosa di dalam Alkitab sangatlah tinggi. Kalau dibahas satu semuanya akan sangat panjang, oleh karena itu saya akan mencoba membahas dua ayat saja.

Matius 5:27-28, Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Jika kita berpegang pada ayat ini, maka hampir bisa dipastikan semua orang normal pernah setidaknya satu kali berzinah, walaupun berzinah di dalam hati. Saya adalah seorang laki – laki, sudah tidak terhitung berapa kali saya berzinah dengan mata dan hati saya. Bagaimana dengan Anda? Standard Alkitab sangat tinggi, perzinahan bukan hanya dinilai dari apa yang sudah dilakukan, tetapi juga apa yang dipikirkan dan apa yang muncul di dalam hati.

Yakobus 4:17, Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Menurut Alkitab, dosa bukan hanya jika kita melakukan hal buruk yang bertentangan dengan Firman Allah. Saat kita tidak melakukan apa – apa pun, kita juga bisa berdosa. Ketika kita tahu bagaimana harus berbuat baik, tetapi kita tidak melakukan apa – apa dan hanya diam saja, kita sudah termasuk melakukan dosa. Jika kita berlandaskan pada standard yang ada di Alkitab, orang yang pergi bertapa tanpa melakukan apapun sebenarnya sudah berdosa, karena pasti mereka tahu kalau mereka harus juga berbuat baik pada orang lain

Jadi kita tahu, kita hidup pada dunia yang dipenuhi oleh dosa, apakah masih ada orang yang pahalanya lebih banyak daripada dosanya di dunia ini? Pendapat saya pribadi adalah TIDAK! Hidup sebaik apapun kita, kita akan tetap terus terperangkap di dalam dosa karena daging kita ini sangat lemah. Kedagingan kita akan terus ingin melakukan dosa. Bagaimana selanjutnya?

Roma 6:23, Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Ya, upah dosa adalah MAUT! Saat kita melalukan dosa, kita akan masuk ke alam maut. Jika tidak mengerti apa itu alam maut, singkatnya ini adalah kematian yang kekal di dalam neraka. Jadi bagaimana agar kita bisa selamat? Silakan baca pembahasan yang sudah ada sebelumnya di Memperoleh Keselamatan Kekal. Jadi, masihkah kita berpikiran bahwa pahala kita lebih besar daripada dosa yang kita lakukan?

-N.L.H-

5 komentar:

  1. ujung ujungnya upah dosa adalah mau hehe

    definisi dosa adalah perbuatan yang melanggar ajaran yang ditentukan Tuhan

    sayangnya kristen tidak di ajarin apa itu makruh ,apa itu mubah dan apa itu haram

    sehingga konsepnya sangat sederhana kalo tidak benar ya salah

    tidak ada istilah tidak masalah yaitu tidak dosa ya tdk memperoleh pahala

    nah perbuatan perbuatan itulah yg kita dapat medefinisikanya kita sedang berada di mana

    kalo itu berbuat tidak sesuai ajaran Tuhan sekali berarti kita melakukan 1 kali perbuatan negatif artinya hitunganya -1

    sedang kalo kita melakuan yang dianjurkan Tuhan ,kita melakukan perbuatan positif arti hitunganya adalah +1 atau 1

    maka menurut ajaran Allah yang bisa diterima akal manusia untuk demi keadilan

    jika seseorang melakukan 1023 kesalahan yang merupakan perbuatan

    hitunganya sangat jelas yaitu -1023

    dosanya akan sangat jelas hitunganya

    maka jika seseorang tersebut mau impas dari perbuatan negatifnya maka ia harus melakukan 1023 perbuatan baik

    artinya -1023 +1023 = 0

    sangat logis kan ??

    bandingkan dengan ajaran kristen yang hanya mengenal istilah dosa tanpa mengenal cara tebusanya ??

    maka apa bedanya -39939 perbuatan negatif dalam artian melanggar petunjuk yang dianjurkan Tuhan

    dengan seseorang yang melakukan -333 perbuatan negatif , kan sama sama berdosa

    lalu dimana letak keadilan tuhan

    mending melakukan saja yang banyak sekalian kalau hasilnya sama saja

    lalu bagaimana perbuatan baik (perbuatan positif ) dalam kristen di nilai ??

    tidak ada istilah nilai dalam ajaran kristen

    sebagaimana dosa ,

    jika seseorang melakukan yang dianjurkan tuhan dalam jumlah +1023 perbuatan baik

    lalu apa bedanya dengan yang hanya melakukan +333

    jika kedua perbuatan positif dianggap sama saja atau 1023 = 333

    lalu dimana letak keadilan Tuhan ??




    katanya Tuhan maha adil

    lalu mengapa masalah perbuatan nedatif dan positif

    Tuhan sangat tidak adil

    let's be smart

    www.kristendalamfakta.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Yah ampun aku baca nya ribet banget-__-

    lalu bagaimana perbuatan baik (perbuatan positif ) dalam kristen di nilai ??
    perbuatan baik dlm kekristenan adalah sebagai ungkapan terima kasih karna Yesus sudah menggenapi semua Nya. Contohnya kalo di kasih uang 5m sama orang lain gimana respon kalian, yah pasti melakukan yang terbaik buat orang itu sebagai ucapan terima kasih nya kita kan. Nah,ini lebih dari pada uang 5m, ini adalah hadiah hidup kekal, bayangin aja gimana respon nya kalian buat berterima kasih yaitu dengan melakukan kehendak Yesus. Simple sih tapi kok di bikin ribet yah hehe.

    lalu dimana letak keadilan Tuhan ??
    Tuhan orang kristen tuh Tuhan yang bukan cumam adil aja, tapi Tuhan yg kasih juga. Biar gampang di mengerti di jelasin pake ilustrasi deh, ada seorang raja yang adil, nah suatu hari di kerajaan nya ada seorang pencuri, tradisi di kerajaan tersebut siapa yang mencuri harus di hukum mati, singkat cerita ternyata si pencuri itu adalah ibunya, karena dia adalah seorang raja yang adil di harus menghukum ibunya, tetapi karena dia juga adalah seorang raja yang penuh kasih dia tidak rela menghukum ibu kandung nya sendiri. Maka si raja pun mengambil keputusan bahwa dia akan menggantikan hukuman ibunya. So, si raja tetap menjalankan keadilan tetapi juga menerapkan kasih.
    begitupun dengan Tuhan nya orang kristen gak pernah hitung2an se rinci itu hehe. Syarat nya simple aja, ketika Tuhan datang menyatakan kasih Nya tinggal bagaimana kita meresponinya, apakah mau menerima anugerah hidup kekal atau gak (kalau di contoh yang tadi, udah di kasih nih secara gratis mau trima uang 5m nya ini ato gak).
    kenapa saya katakan simple karena kita tinggal tau terima saja, hitung2an nya itu udah di lunasin sama Yesus, sebagaimana ucapan Yesjs di kayu salib terakhir 'sudah genap':)
    semoga memberkati

    BalasHapus
  3. Ya intinya upah dosa ialah maut karena Allah adalah hakim yang adil, sekecil apapun dosa tersebut seperti yang diperbuat oleh Adam dan Hawa ibaratnya setetes racun dalam segelas air putih sudah tidak layak untuk diminum karena surga adalah tempat yang kudus. Demikian juga dengan Allah ia tidak kompromi dengan dosa karena bagi-Nya dosa merupakan suatu yang serius tetapi ia mengasihi orang yang berdosa. Karena Ia tahu manusia tidak mampu mengusahakan keselamatannya. Tetapi karena kasih -Nya yang begitu besar akan manusia Ia memberikan anak-Nya yang tunggal agar siapa yang mempercayai-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.
    Jadi kita tidak perlu bersusah payah dengan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya seperti mau menyogok Allah dengan perbuatan baik. Tetapi Ia memberikan Rahmat-Nya secara cuma-cuma.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju bang, jd ngumpulin pahala dgn konsep cari bnyak pahala buat nyogok buat masuk surga itu sm kyk waktu zaman dewa2 mesir dmn kumpulin harta buat masuk surga.

      Lalu bgmn klo da org udh buat dosa trus dy mo buat baek eh dy kecelakaan, yg bikin dy lumpuh bbrp panca indera, lalu dy gk bs kumpulin bnyk pahala kyk org sehat pd umumnya, lalu kmudian apa dy bs masuk surga? Jawabannya gk bs klo pahalanya kurang, atau bisa klo dy tobat tp klo bgtu konsep pahala yg jamin masuk surga mnjadi brkurang.

      Nah tobat disini dlm hal kekristenan adalah apabila org tersebut benar2 menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat serta lahir baru, memohon ampun dan tidak hidup lg dlm dosa.

      Lalu apakah ada pembeda bagi kristen yg cm kristen yg diam saja dgn kristen yg ikut dlm pelayanan dan atau pngabaran injil? Kedua2nya diselamatkan namun pasti ada pembeda dan itu hanya Tuhan yg menentukan apakah upah yg diberikan oleh Tuhan nantinya, krn contoh aja selaen mahkota kehidupan kn ada jg bbrp mahkota tuh dan tdk semua org bs memilikinya, nah drsitu bs digambarkn klo memang ada pembeda nantinya di surga, tapi kunci surga cm satu yaitu mengenal dan percaya bahwa Yesus Tuhan dan Juruselamat kmudian krn sudah trselamatkn harus bs mngikuti segala ketetapan ketentuan peraturan jg perintah dan teladan yg diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus.
      Ameen..

      Hapus